RANI JULIANI, BUKAN? BUKAN ANTAZARI, NAZARUDDIN, DAN BUKAN YANG LAIN. (PART II)


berlayar di tengah lautan kehidupan

Sekarang , bahkan saat ini juga saya ingin mengajak untuk menelusuri sebuah dunia atau kehidupan yang jauh dari sesungguhnya. Dunia semacam ini yang sering dijadikan dunia realitas bahkan nyaris menjadi dunia keabadian sebagian orang. Dunia Kegamangan. Betapa tidak, pada saat sesuatu itu tidak bersinergi atau tidak berkemistri dengan kita disebutnyalah membuat GAMANG. Bahkan kalaupun sebegitu terangnya kenyataan tersebut, tetapi karena jauh dari wilayahnya, maka serta merta di-Gamangkanlah.

Di dunia Kegamangan, sepertinya karakter seseorang   saat berinteriksa  banyak dipengaruhi oleh fenomena sesaat. Seperti pada saat seseorang lagi di sorot lampu. Bayangkan kalau lampunya sebegitu banyak dengan cahaya yang sangat terang, dari depan, belakang, samping kiri- kanan, bahkan dari atas dan bawah. Lalu bagaimana dia mampu untuk melihat dibalik cahaya yang mengepungnya ? Karena untuk melihat dan menikmati banyangannya sendiri telah kehilangan celah.

KISS THE SHADOW

Siapa yang berpendapat bahwa Pemilu legislatif kemarin gagal, tidak menghasilkan produk yang berstandar suara rakyat? Atau Banyak politisi yang didukung oleh surat suara yang paling banyak dan sangat sedikit Politisi yang didukung oleh suara nurani rakyat! Ini DUNIA GAMANG.

Anda setuju kalau Rani Juliani benar dan sah sebagai Istri nikah siri’ Nazaruddin, yang telah dipermaklumkan seantero negeri? Dan bagaiman dengan 2 istri sebelumnya yang katanya nikah resmi dan sah tetapi pemberitaanya jauh lebih siri’ ! Inilah DUNIA YANG LEBIH GAMANG!

Atau mungkin ada yang sependapat bahwa Partai Politik yang membangun koalisi dengan Partai apapun pada akhirnya Rakyat yang akan Menang! Dan Politisi yang pasti Menang? Karena terkadang antar pemenang dan yang dimenangkan hanya berbeda sekian derajat dari garis-garis penilaian kita saja. Sungguh sangat Gamang!!

Sebagai penutup dari refleksi ini, ada baiknya untuk sedikit demi sedikit  menepi dari segenap pelayaran kita di dunia gamang, dengan keseriusan untuk mulai melihat  dasar kehidupan yang hakiki. Karena disitulah keberadaan awal yang mengikat semua manusia untuk tidak bisa memilih menjadi apapun hingga pada akhirnya masing-masing dari kita berupaya menentukan posisi kita selanjutnya . Makanya, KITA SEMUA PADA AWAL   DAN AKHIRNYA  TERLIBAT DALAM MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERHADAP SEGENAP EKSISTENSI  DI DUNIA KITA INI.   SELAMAT bagi yang tetap ‘ PEDULI & BERBAGI ‘

E-mail: insepar_foundation@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s