TB PARU: PERKEMBANGAN DI TAHUN 2009


TB PARU

300 Orang Indonesia Meninggal Setiap hari karena TB

Sampai sekarang ini, Indonesia masih menduduki peringkat ketiga dunia sebagai Negara dengan jumlah penderita TB (tuberculosis) terbanyak, 228 kasus per  100.000 penduduk/tahun.

Tiap 1 orang penderita TB yang aktif, bisa menularkan kumannya kepada  10 s/d 15 orang lain pertahunnya. Saat ini 1/3 populasi dunia sudah tertular TB. Sebagian besar penderita, ada dalam usia produktif (15 – 55 tahun).

Cara pengobatan efektif sudah diketahui, plus prosedur tetap yang diterbitkan Departemen Kesehatan pun sudah ada. Lalu apa masalahnya ?  Jawabannya : masih banyak petugas kesehatan yang  tidak menggunakan cara standar!. Sejak tahun 1995, sudah gencar diperkenalkannya  strategi DOTS ( Directly Observed Treatment Shortcourse ) di Indonesia. Strategi yang direkomendasikan WHO ini terbukti menjadi strategi penanggulangan TB yang paling efektif.

Komitmen Semua

Perlu adanya komitmen dari semua pihak yang terkait, termasuk pemerintah dan sarana pelayanan kesehatan. Ini penting, karena metode penanggulangan TB sebenarnya sederhana saja, yang sulit adalah disiplin yang ketat dari semua pihak.

Diagnosis yang Benar

Kemudian, tes utama untuk diagnosis TB adalah pemeriksaan dahak secara mikroskopis, dimana dahak diambil 3 kali pada waktu yang berbeda.  Kenyataannya masih banyak tenaga kesehatan yang menganggap diagnosis TB cukup ditegakkan dari foto rontgent. Padahal, rontgent  tidak selalu  memberikan gambaran yang khas pada TB paru, walau pemeriksaan rontgent masih tetap diperlukan pada kasus tertentu. Pemeriksaan Dahak pun bukan satu-satunya cara diagnosis. Pada kasus TB anak, misalnya, diagnosis ditegakkan dari banyak hal.

Pemberian  Obat  Standar  yang  Gratis

Pengobatan TB harus memakai standar, jenis obat anti TB (OAT) yang dipakai adalah kombinasi : isoniazida, rifamfisin, pirazinamida, streptomipisin, dan etambutol. Sekarang obat standar ini, sudah tersedia dalam bentuk paduan beberapa  macam OAT, sehingga pasien hanya perlu menelan 1 kapsul saja, dalm dosis yang disesuaikan dengan berat badan. Berita baiknya, obat TB standar di Puskesmas diberikan secara gratis, karena tanggung jawab pemberian obat ini ada di tangan pemerintah. Pasien sebaiknya disiplian dalam pengobatan yang makan waktu selama 6-8 bulan. Jangan sekali-kali berhenti di tengah jalan, karena ketidakpatuhan dapat membuat kuman TB yang ditularkan menjadi sulit dan kebal serta lebih ganas (resisten) Yng membuat pengobatan menjadi lebih sulit dan mahal. Pasien TB  jenis resisten ini merupaka sumber penularan yang berbahaya,  karena akan menularkan kuman TB yang jauh lebih kebal dan ganas.

Pengawasan Melekat

Setiap pasien TB harus punya seoarang pendamping, Pengawas Menelan Obat (PMO). Persyaratan ini mutlak, PMO umumnya kerabat yang tinggal serumah dengan pasien, yang dilatih secara khusus untuk memastikan pasien minum obat  secara teratur dalam waktu  yang telah ditentukan. PMO harus mengawasi dan memastikan obat betul-betul telah diminum.

Sarana Pelayanan Kesehatan

Di Indonesia, pada tahun 2005 tercatat bahwa strategi DOTS telah dilaksanakan di hampir semua Puskesmas         (98 %) yang memiliki jangkauan relatif paling luas dibandingkan unit kesehatan lainnya, diikuti  BP4  100%  dan rumah sakit  25%

Salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan adalah dengan menyediakan pelayanan TB yang berkualitas, antara lain dengan meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas dan mendorong rumah sakit maupun dokter praktik di semua wilayah kabupaten / kota untuk menerapkan strategi DOTS sesuai dengan pedoman penanggulangan TB di Indonesia. Dan masyarakat juga diharapkan dapat terjangkau oleh akses pelayanan TB yang berkualitas. Bila semua ini dijalankan, harapannya di tahun 2010, bisa mengobati sekitar 2.000.000 orang Indonesia. Dan menyelamatkan setengah juta kehidupan. Semoga !

Sumber:   Harian Umum Pedoman Rakyat. bandung Jawa Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s