INDONESIA SIAP MENANGGULANGI FLU BABI


VIRUS H1N1

Virus flu babi (swine flu) yang telah membuat panik dunia saat ini merupakan campuran antara delapan genetik virus influenza yang berbeda, bukan lagi genetik virus flu H1N1 biasa.

“Terjadi reassortment pada virus flu ini, di mana flu babi yang baru ini berasal dari babi yang terkena flu babi, flu burung, dan flu manusia,” kata dokter ahli paru, dr Sita Andarini, PhD, SpP, di Jakarta.

Sita mengatakan, babi di peternakan selalu terserang flu setiap tahun, misalnya setiap akhir musim gugur. Namun, virus flu babi ini berbeda dengan virus flu babi H1N1 yang baru.

“Pada virus flu babi baru ini terjadi kombinasi gen sehingga virus berubah menjadi gen virus baru H1N1,” katanya.

Virus flu, ia menjelaskan, banyak tipenya. Pada manusia ada virus flu H3N2, H3N1, H1N1, sedangkan pada babi H1N1 dan pada burung H5N1.

Ia juga mengingatkan bahwa flu babi tidak hanya bisa terjadi di daerah subtropis, dingin, atau lintang tinggi karena virus flu babi itu optimal hidup di suhu 37 derajat celsius.

TAMIFLU

Sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran virus flu babi (swine influenza) atau virus influenza A (H1N1) di Indonesia, pemerintah menyediakan sekitar tiga juta tablet tamiflu.

“Ada dua langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi masuknya penyakit flu babi, pertama menyediakan obat tamiflu dan memasang alat deteksi di bandara-bandara,” kata Teuku Faizasyah, juru bicara Menteri Luar Negeri, di Jakarta, Jumat.

Faizasyah mengatakan, saat ini flu babi telah menyebar ke 73 negara, sehingga pejabat Organisasi Kesehatan Dunia ((WHO) meningkatkan kewaspadaan tertinggi tingkat enam.

Namun demikian, lanjut ia, Indonesia masih dianggap aman.Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia sudah sangat sadar terhadap bahaya yang mengancam, apalagi mereka melihat di suatu negara terjangkit penyakit berbahaya.

“Dengan sendirinya mereka tidak pergi ke negara tersebut, karena mereka sudah ada pemahaman yang lebih baik,” katanya.

PETA PENYEBARAN FLU BABI

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan ke negara anggotanya mengenai peningkatan status flu babi sebagai pandemi, Kamis (11/6). Wabah flu global pertama dalam 41 tahun ini dideklarasikan saat infeksinya berkembang di AS, Eropa, Australia, Amerika Selatan serta beberapa wilayah lainnya.

WHO memutuskan untuk meningkatkan level peringatan pandemi dari fase 5 menjadi 6 atau siaga tertinggi yang dideklarasikan seusai rapat darurat dengan beberapa pakar flu. Ketua WHO Dr. Margaret Chan akan menyampaikan pengumuman resmi tentang kondisi flu babi pandemi hari ini.

Ketetapan flu babi sebagai pandemi seperti yang telah lama diantisipasi merupakan konfirmasi ilmiah bahwa virus jenis baru telah muncul dan dengan cepat beredar di seluruh dunia. Ketetapan ini juga memicu produsen obat untuk mempercepat produksi vaksin antiflu babi dan menekankan pemerintah dari seluruh negara untuk menyisihkan dana lebih besar guna mengatasi masalah ini.

“Pada tahap awal, pandemi dapat digolongkan sebagai wabah global dengan keseriusan pada tahap menengah,’ jelas WHO dalam sebuah pernyataan. Dengan kesimpulan itu, WHO meminta semua negara untuk tidak menutup perbatasan atau membatasi perdagangan maupun perjalanan warga negaranya.

Produsen vaksin flu seperti GlaxoSmithKline PLC dan Sanofi-Aventis telah berupaya memproduksi vaksin flu babi sejak bulan lalu. Juru bicara GlaxoSmithKline, Stephen Rea, menekankan, perusahaannya siap untuk memproduksi vaksin antiflu babi dalam jumlah besar segera setelah perusahaan ini mengakhiri produksi vaksin antiflu reguler Juli nanti.

Hingga Rabu (10/6), WHO mencatat 74 negara telah melaporkan 27.737 kasus flu babi yang menelan hingga 141 korban jiwa. WHO menekankan sebagian besar kasus terbilang ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, kekhawatiran yang meluas adalah timbulnya infeksi baru yang dapat membuat kewalahan sejumlah rumah sakit dan petugas kesehatan terutama di negara- negara miskin.

Untuk informasi lengkap klik: kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s