AIDS PADA ANAK (Indonesia)


Jumlah kasus AIDS pada anak di Indonesia memang semakin bertambah. Diperkirakan pada akhir tahun 2009 ada sekitar 293.000 yang telah terinfeksi HIV. Angka ini diperkirakan semakin bertambah. Di RSCM saja melayani lebih dari 200 kasus AIDS pada anak. Pada umumnya penularan HIV pada anak melalui ibu hamil yang positif HIV yang berisiko menularkan pada bayinya sekitar 35 %. Resiko tersebut dapat diturunkan hingga 2 % dengan cara pemberian anti retroviral (ARV) pencegahan selama hamil, operasi saesaria, serta pemberian susu kaleng.

Berlainan dengan orang dewasa yang menunjukkan infeksi oportunistik timbul setelah 5-8 tahun virus HIV masuk ke tubuhnya, pada anak dalam beberapa bulan sudah dapat timbul infeksi yang mengancam jjiwa anak. Gejala yang timbul seperti: diare kronis, jamur di mulut, infeksi saluran napas, dan tentunya pertumbuhan dan perkembangan anak akan terganggu.

Pengobatan AIDS pada anak hamper sama dengan orang dewasa, yaitu mengobati infeksi oportunistik serta menekan perkembangbiakan HIV dengan obat antiretroviral. Pemerintah telah menyediakan obat tersebut secara gratis di sekitar 150  RS di Indonesia.

Untuk mencegah infeksi HIV pada anak, harus diusahakan agar perempuan atau ibu hamil tidak tertular HIV. Jika sudah tertular, kehamilan harus direncanakan supaya anak tidak tertular HIV.  Tentu upaya tersebut hanya dapat dilakukan jika kita semua memiliki komitmen yang kuat untuk secara bersama-sama menanggulangi masalah ini.

Sumber: Kompas, Samsurijal Djausi dr.

Peringkas: Syarhan (IF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s