MYICAAP 9TH DIARY IN BALI


OPENING CEREMONY ICAAP 9th IN GWK BALI

Hari I, tanggal 9 Agustus 2009

Saya tiba di Bali dengan mengunakan pesawat LION AIR melalui bandara Ngurah Raih sekitar jam 12.oo WIB. Merasa agak sulit dan capek untuk sekedar keliling Bali untuk reservasi hotel, saya memutuskan untuk menggunakan penyedia jasa informasi hotel di bandara. Ternyata hampir semua hotel dan penginapan di Bali ini sudah penuh. Memang pada bulan Agustus ini Bali banyak dikunjungi oleh wisman. Alhamdulillah, akhirnya dapat juga hotel yang kebetulan masih tinggal satu kamar lagi. Lumayanlah. Setelah istirahat sejenak, saya memutuskan untuk berjalan-jalan sepanjang jalan kartika plaza. Ternyata di Amphitheatre, belakang Discovery mall atau disamping Ocean 27 Club,  diadakan pula kegiatan yang merupakan rangkaian ICAAP. Yaitu sajian ‘One Life’ do something. Free Exhibit. Sebuah acara yang sangat menarik dengan lokasi yang strategis.

Sorenya sekitar jam 16.30 saya berangkat ke BICC/Westin dengan menggunakan jasa travel dari hotel, ya, sambil ngobrol tentang situasi Bali sekarang ini. Termasuk kondisi atau pengaruhnya terhadap dampak pemboman di Jakarta pada bulan Juli kemarin. Sekitar 25 menit perjalanan dari kawasan Kuta, akhirnya sampai di Lokasi BICC dengan melewati penjagaan yang cukup rapih dan ketat. Dan langsung registrasi ulang dan natri untuk mengambil badge atau tanda pengenal khusus untuk peserta kongres ini.

Selanjutnya dengan menggunakan Bus khusus, kami di antar ke kawasan GWK (Garuda Wisnu Kencana) untuk mengikuti pembukaan ICAAP 9TH ini yang secara resmi dibuka oleh Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono sekitar jam 20.30 WIB. Sebuah Suasana yang sangat mengesankan, formal tapi tetap menyuguhkan atraksi yang memukai dari pengisi acara. Opening ceremony ditutup dengan jamuan makan bersama dengan menu indonesian’s food, seperti bakso tahu, dll.

Hari II tanggal 10 Agustus 2009

Hari pertama pelaksanaan ICAAP 9 th, para peserta disambut dengan pemeriksaan masuk yang sangat ketat. Ya, layaknya untuk sebuah even yang bertaraf internasional. Hari ini saya mengikuti beberapa symposium dan satellite meeting dengan topik yang pasti berbeda. Suasana hari ini bertambah padat dan meriah dengan  dimulainya beberapa kegiatan seperti pemukaan Asia Pacific Village, yang menyajikan pameran dari berbagai Negara peserta.

Hari III, tanggal 11 Agustus 2009

Sebelum masuk BICC seperti hari sebelumnya melalui pemeriksaan yang sangat ketat. Selanjutnya langsung bergabung dengan sebuah acara diskusi dengan topic: Caring for children and families affected by HIV in concentrated and low level epidemics: government and community responses that making a difference!.  Pembicaranya cuku berpengalaman di bidangnya masing-masing, yaitu:

  1. Anupama Rao Singh, Regional director of UNICEF EAPRO.
  2. Dr.hao yang, deputy director-regional diseases control bureau of China’s Ministry of Health.
  3. Satish Ray Pandey, deputy county coordinator, FHI Nepal.
  4. Kimberly Green, senior technical advisor, HIV/AIDS care and support, FHI Asia-Facific Regional Office.
  5. Mme Dame Carol Kidu, Papua New Guinea’s Minister for Community Development.

Setelah presentase berlangsung, diadakan Tanya jawab/diskusi yang berjalan cukup menarik dengan peserta sekitar 200 ratus orang.

Selanjutnya setelah Sholat Dhuhur-Ashar, sekitar jam 12.30 saya mengikuti Field Trip atau kunjungan lapangan dengan sasaran Puskesmas yang berlokasi di daerah Sanur Bali, yang cukup dikenal dengan kegiatan Sexworkernya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s