MARHABAN YA RAMADHAN


BISMILLAH

Bulan Ramadhan adalah bulan ketika Allah mencurahkan berkah, rahmat dan maghfirah-Nya. Bulan Ramadhan memberikan (suatu pelajaran yang sangat berharga)  kepada kaum muslimin,dengan menguatkan dan menetapkan status mereka menjadi sama rata di antara sesamanya. Sehingga apabila  kaum muslimin kuat, mereka tidak akan menindas si lemah dan menganiaya si miskin. Sebaliknya apabila mereka lemah,mereka tidak akan menampakkan kelemahannya. Dengan demikian si kaya tidak akan menindas dan menganiaya si miskin, sebaliknya si miskin tidak akan mengutuk dan bersukaria atas petaka yang menimpa si kaya.

Ramadhan adalah bulan yang agung serta diberkati. Bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Yaitu malam Al-Qadr, malam yang penuh berkah, disebabkan al-Qur’an mulia diturunkan di dalamnya. Al-Qur’an menjadi pembeda antara yang Haq dan Bathil,  serta penunjuk jalan bagi segenap manusia untuk mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang abadi. Dengan demikian malam saat risalah Ilahi pertama kali diwahyukan itu patutlah  mendapat penghormatan yang besar. Karena pada malam inilah para malaikat dan Ruh Suci Jibrail as turun ke bumi dengan membawa perintah Allah untuk memenuhi titah-Nya dan memberkati hamba-hamba-Nya yang berbakti.

Kehadiran malam Al-Qadr di bumi ini memancarkan cahaya ruhaniah ke dalam qalbu  dan jiwa kaum mu’minin. Siapa saja yang menghidupkan malam tersebut dengan shalat dan do’a, niscaya akan merasakan kebahagiaan yang tak terhingga. Berupa rasa kejiwaan yang mendalam dengan kegembiraan yang meluap-luap, karena adanya berkah Ilahi yang tercurah padanya. Karena itu sepatutnyalah kaum mu’minin untuk membaca al-Qur’an, menyesali dalam hati akan dosa-dosa yang telah dilakukannya serta bertobat dengan penuh kesungguhan, memohon ampunan dan curahan rakhmat dari-Nya. Pada malam itu gerbang-gerbang sorga dibukakan, sementara pintu-pintu neraka di tutup.

Ramadhan adalah bulan kesabaran, yang pahalanya adalah sorga. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rakhmat, pertengahannya keampunan,dan kesudahannya keterbebasan dari siksa neraka. Selain itu, Ramadhan pun memiliki arti yang khusus bagi umat islam, lantaran adanya wahyu Ilahi yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saww..Sehingga bulan tersebut sangatlah di cintai dan dirindukan oleh setiap kalbu mu’minin.

Seorang muslim di bulan Ramadhan lebih tekun membaca al-Qur’an. Dengan cara inilah ia mendapatkan suatu pemahaman yang mendalam tentang hikmah-hikmah Ilahiah yang terkandung didalamnya. Dengannya mendatangkan kedamaian dan kecerahan pada pikirannya, meresapkan kesucian ke dalam jiwa serta menyingkirkan banyak tirai yang menggantung antara hamba dan Tuhannya.

Wahai manusia, siapa yang membaguskan perangainya di bulan ini, niscaya akan berhasil melewati  shirath ( jembatan yang terbentang di atas neraka) pada hari ketika kaki-kaki manusia tergelincir.Siapa yang meringankan beban pekerjaan karyawan dan pembantunya di bulan ini niscaya Allah tahan murka-Nya pada hari ketika ia berjumpa dengan-Nya. Siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, akan Allah muliakan dirinya pada hari ketika ia berjumpa dengan-Nya.

Wahai manusia, siapa di antara kalian yang menyambungkan tali persaudaraan di bulan ini, niscaya Allah tuliskan baginya kebebasan dari siksa api neraka. Siapa saja yang menunaikan shalat fardhu, niscaya Allah sediakan ganjaran senilai dengan mengerjakan 70 shalat fardhu di bulan selain ramadhan. Siapa saja yang memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad saww, di bulan ini, pasti Allah beratkan timbangan kebajikannya di hari ketika timbangan-timbangan amal lainnya meringan. Siapa saja membaca satu ayat dari al-Qur’an di bulan ini, niscaya Allah berikan ganjaran baginya senilai dengan (ganjaran) mengkhatamkan seluruh al-Qur’an pada bulan selainnya.

Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu sorga di buka lebar-lebar bagimu, maka mintalah kepada Tuhan mu agar tidak akan pernah ditutupkan bagimu. Pintu-pintu neraka di tutup rapat-rapat, maka mohonlah kepada Rabb-mu agar tidak akan pernah dibukakan lagi bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mohonlah agar ia tidak akan pernah dapat menguasaimu.

Sumber:  Syeikh Muhammad Husein Nainy. Pakistan.

Diterjemahkan oleh:  Yayasan Al-Jawad Bandung.

Ditulis ulang oleh: Lusi Santiani,S.E

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s