KOPI : “Coffe, Kahwah, CAFFEIN”


Kopi lagi bicara, sambil ” ngopi bareng”, di Par Coffe Tasikmalaya

Hari Minggu atau Ahad  kali ini cukup berkesan. Why Not? Wiskul Tasikmalaya mengajak saya untuk “ngopi Bareng”, sambil berbagi pengalaman/ilmu tentang kopi yang memiliki penikmat  fanatik tersebar seantero jagad raya.

Apa yang diperbincangkan pada acara tersebut tentu membahas tentang kopi dari berbagai aspek:  sejarah, pengalaman kuliner di Indonesia, dan di luar negeri, serta aspek medis pengaruh kopi khususnya ‘caffein’ terhadap tubuh sipenikmat.

Berikut ini alur-alur pemikiran yang sempat diperbincangkan tentang kopi dari segi /aspek medis yang disampaikan.

SEJARAH:

–          Coffe  atau  Kahwah berasal dari bahasa Arab  , Kaffa (Sebuah propinsi di Ethiopia) untuk apresiasi terhadap propinsi pertyama kali kopi ini dinikmati sebagai minuman.

–          Sejarah awal telah tumbuh di dekat Laut Merah sejak abad ke 7 Masehi, dan terus berkembang ke daerah sekitarnya dan dikomsumsi sebagai minuman favorit.

–          Pengembala di Ethiopia mulai menikmati kopi pada abad ke 9 M, kemudian menyebar ke Mesirdan sekitarnya  pada abad ke 15 M. Abad ke 16 di dataran Yaman, Jasirah Arab. Ke Turki, selajutnya ke Eropa tahun 1669, sekitar tahun 1700-an Belanda membawa kopi ke Pulau Jawa.

–          Jauh sebelum itu,  dalam kebudayaan manusia kopi sudah dimanfaatkan sebagai tanaman  obat.

KANDUNGAN KOPI (Studi sekitar 25 tahu dari berbagai sumber)

  1. Caffein (1-1,5 %) bandingkan pada Teh (1-4,8%)  2. Trigonellin   3. Lemak  4. Acid/Humid Acid    5. Asam Amino  6. OLigo/Polisakarida   7. Protein   8. Mineral (Ca, Mg, , Fe)  9. Chlorogenic/polifenolat (antioksidan)   10. Asam Alifatic 11. Sekitar 800 senyawa aromatic.
  2. Kafein merupakan senyawa kimia alkaloid berbentuk Kristal dan berasa pahit yang juga dikenal sebagai trimetilxantin (seperti halnya Teobromin dan Teofilin). Menstimulasi adenosine dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormone Adrenalin.
  3. Ditemukan pertamakali oleh Friedrich FR, kimiawan Jerman tahun 1819 dan memberinya nama “caffeine”.

BESARNYA KEBUTUHAN KOPI?  KEPEKAAN ATAU RESPON TUBUH BERBEDA terhadap penikmat kopi tersebut, sehingga batas maksimal yang dapat ditoleransi oleh tubuh juga bersifat subyektif.

Kafein sebagai stimulant SSP, otot jantung, meningkatkan aliran darah arteri koroner, relaksasi otot polos bronchi, dan diuretika

Efek umum: sebagai zat psikoaktif yang dapat menstimulasi/meningkatkan laju metabolisme dalam tubuh (Framinham Heart: Dr.Walter-Harvard School), menstimulasi Hepar untuk melepas gula  ke dalam darah. Setengah dari kandungan kafein yang dikomsumsi masih bertahan beberapa jam dalam tubuh (Exhaustin)

Secangkir kopi mengandung 115 mg kafein. Minum 300 mg caffeine atau sekitar 1 -3 cangkir  kopi tidak memberikan efek negative pada orang sehat (normal).

VARIETAS KOPI: Arabica & Robusta, dll

Robusta:  Caffein  lebih tinggi ( 2,8 – 4,0 mg ). dataran rendah,

Arabica:   Caffein 1,0 – 1,7 mg atau rata-rata 1 cangkir 80-140 mg kafein. Dataran rendah

–          DECAF COFFE: kopi tanpa caffeine (< 3 mg), pada obesitas dapat meningkatkan HDL sedangkan pada orang kurus/normal dapat menurunkan HDL.

–          “caffeine withdrawal”: sakit kepala berdenyut.

–          Kopi dapat memperbaiki pengaturan dan toleransi glukosa yang secara substansial menurunkan resiko DM tipe 2 sebanyak 35 %, berdasarkan penelitian dari Amerika, Jepang, dan Eropa. Kopi juga kaya akan zat antioksidan seperti quinine, lignin, asam klorogenat, tokoferol, dan mineral seperti magnesium yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga memperbaiki respon insulin dan metabolism glukosa.

–          Kopi untuk lulur/pemutih.

–          Minum secangkir kopi secara rutin membuat sperma lebih berkualitas/reaktif (Univ Sao Polo)

–          60 % peminum kopi terhindar dari Kanker Prostat.

–          Untuk penyakit kardiovaskuler: tergantung kondisi pasien. Menurunkan resiko penyakit .

Parkinson, dan alzeimer.

–          Mencegah kanker hati (sekitar 23 %) hasil penelitian Francesca Bravi di Milan Italia (Responden Yunani, Italia, dan Jepang).

–          Pemberi rasa pahit: Senyawa trigonellin, merupakan salah satu kandungan kopi yang  bersifat bakteristatik.

–          Dmapk negatif  bagi tubuh bahwa Cafein akan menncegah penyerapan calcium dalam usus.

–          Kafein ada pada: kopi, daun teh, daun mete, cokelat, dan soft drink seperti cola (sekaleng mengandung sekitar 20 mg kafein), obat sakit kepala. Semisintetik pada Teobromin. Sintetik pada urea/dimetil urea

BERITA ATAU ULASAN ACARA ‘NGOPI BARENG’ dapat pula dibaca di Harian Radar dan Harin PRIANGAN TASIKMALAYA, edisi hari senin, tanggal  19 April 2010.

Sumber: dari berbagai sumber .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s