KORUPTOR ADALAH MANUSIA YANG SANGAT NORMAL


Kapan terakhir Anda menikmati empuknya sofa yang ada di rumah kita, menikmati kehangatan dan keceriaan berkumpul dengan keluarga? Merasakan indahnya senyuman atau tangisan manja anak kecil? Atau sekedar sapaan singkat yang begitu indah dan nikmat dengan tetangga.  Rasakanlah musikalitas alam yang berdentang dalam kesunyian  tengah malam. Sebuah revolusi besar kehidupan yang terus berjalan  saat anak manusia mulai mencari, mengumpulkan, dan menggunakan semua kekayaan untuk memenuhi kebutuhannya, terasa seperti berjalan lembut seperti saat kita memasukkan udara ke paru-paru kita. Bahkan sebegitu asyiknya sampai-sampai kita hampir lupa bahwa banyak sekali momen indah yang terlewatkan karena keinginan untuk mendapatkan lebih banyak lagi kekayaan tersebut.

Setelah semua tercapai pada titik tertentu, terasa semakin kurang untuk dimiliki. Segala cara terus akan ditempuh untuk membuktikan pada nafsu sendiri dan kepada sesuatu yang  terus menggoda untuk menumpuk-numpuk kekayaan itu. Puncaknya, mengapa harus ada aturan yang dibuat oleh manusia dengan mengatasnamakan rakyat untuk mengatur hidup ini ! Sang koruptor meyakinkan dirinya bahwa rejeki memang datang menghampirinya. Dia tak akan mengelak karena inilah saatnya untuk memulai sebuah perbuatan yang nurani bahkan harus menangis untuk membiarkannya berlaku. Jadi korupsi itu bukan saja melawan hukum dunia dan akherat yang dibuat dari hasil kesepakatan segelintir manusia yang katanya mewakili orang banyak, tetapi juga melawan sisi kemanusiaan yang abadi pada setiap manusia.

Lalu bagaimana dengan yang sudah terlanjur melakukannya? Kenapa harus bertobat dan diadili yang selanjutnya menikmati ruangan sempit yang disebut penjara bagi kita yang berada diluar? Saya harus mengatakan bahwa kalaupun para koruptor tidak tersentuh oleh hukum manapun di dunia ini, sebaiknya mereka yang masuk dalam kategori koruptor ini menyerahkan diri dan menyambut dengan hati terbuka untuk mempertanggung jawabkan segala akibat dari perbuatannya. Karena ini jalan yang paling masuk akal, kenapa?

Kembali! Saya ingin mengulang lagi “Kembalilah”. Bersegeralah kembali! Manusia harus kembali ketempat sebenarnya yaitu menikmati senyum keluarga kita, menikmati sudut-sudut rumah kita sendiri yang sebenarnya sebuah karya sederhana yang sangat bernilai, mendekati nilai  keluasan nurani kita. Hukuman tidak lagi menjadi akibat karena dia mengembalikan sisi kemanusian yang tercemar oleh perbuatan sendiri. Nikmatilah! Karena ini kesempatan kedua yang akan membuat cahaya yang tadinya terhalang kembali berpencar menerangi jalan.

Ajakan, bagi Koruptor sebenarnya yang lagi menikmati hukumannya sendiri-sendiri dan bagi yang belum dan mungkin tidak akan terungkap perbuatannya oleh aparat hukum kita, penjarakanlah dirimu sendiri hingga segenap kesalahanmu berubah menjadi pensucian. Karena koruptor juga manusia normal, sangat normal, dan di negeri ini bergetantayangan dimana-mana. Begitu banyak nikmat yang Allah SWT berikan tapi mengapa masih saja kita mengambil dan merebut hak orang lain yang belum tentu dapat kita nikmati dalam kedamaian. Sebuah perjuangan kecil yang menentramkan, tapi bagian dari kenormalan  seorang anak manusia untuk hidup dalam keseimbangan. Semoga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s