KAMPUNG NAGA: Hasil Survey Insepar Foundation


Untuk mewujudkan komitmen kami terhadap misi “Peduli & Berbagi” , saya bersama dengan sahabat (Pak Adna dan pak Kurnia) memulai kegiatan survey ke kampung Naga. Tujuan kami adalah mendapatkan gambaran awal tentang keadaan atau kondisi di kawasan adat tersebut, disamping tentu untuk menjajaki kemungkinan kami/Yayasan Insepar untuk melaksanakan kegiatan social berupa: Penggalian potensi kearifan budaya local, penyuluhan pengembangan UMKM, penyuluhan kesehatan  dan pengobatan gratis untuk warga Kampung Naga.

Hari ini Rabu tanggal 30 Juni 2010, kami berangkat dari kantor menuju lokasi sambil diskusi sedikit dengan Pak Kurnia yang kebetulan keluarga dari pihak mertuanya masih bagian dari Adat kampung Naga. Di Salawu, kami singgah sebentar di Pusekesmas Salawu bersilaturahmi dengan Kepala Puskesmas dan Staf ( dr.H.AA Ahmad Nurdin dan drg. Widi), perbincangan kami tentang program Operasi Katarak gratis dan menjajaki kemungkinan kegiatan Kesehatan Gigi dan tentunya rencana kegiatan di Kawasan kampung Naga.

Perjalanan kami lanjutkan ke Kantor Kepala Desa Neglasari Kec. Salawu. Kampung Naga merupakan bagian dari 4 kedusunan yang ada di Desa Neglasari. Tepatnya di RT 01 dari 9 RT lainnya, dengan jumlah KK 105 dengan jumlah jiwa sebanyak 314 orang.

Memasuki kawasan ini membuat kami terkagum-kagum dengan kondisi alam yang sangat alami. Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki menyusuri anak tangga sebanyak 440 yang dibangun permanen. Perajalanan kami dipermudah juga karena dibantu oleh seorang guider (Bp. Cahyan) yang  banyak menjelaskan mengenai kondisi daerah tersebut termasuk kebiasannya masyarakatnya.

Di dalam kawasan Adat, kami diterima dengan sangat baik oleh Pemangku Adat/Kuncen Bp. Henhen (Adik dari Kuncen Bp. Edi Suherlin), beliau menjelaskan banyak hal tentang kegiatan masyarakat Kampung Naga, kondisi terkini kawasan tersebut, dan tak kalah pentingnya bahwa Beliau sangat setuju terhadap keinginan kami untuk menagadakan kegiatan social dan budaya di Kampung Naga.

Sebelum kembali, kami menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga lainnya, membeli beras asli (Beras tumbuk/lesung), mengelilingi kawasan tersebut sambil mengambil gambar-gambar eksotiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s