SELAMATKAN ANAK INDONESIA DARI BAHAYA ROKOK


Butir ke-8 dari SUARA ANAK INDONESIA : ‘ Kami anak Indonesia memohon perlindungan dari bahaya rokok  sebagai zat adiktif …’ (Hari Anak Nasional 2010)

Kami mengajukan 8 butir tindakan atau ‘Action for Children’  untuk mengurangi bahaya rokok terhadap anak-anak Indonesia.

1.Jangan memperlihatkan rokok dan peralatan yang berhubungan dengan rokok kepada para anak Indonesia. Termasuk melalui iklan-iklan dari berbagai bentuk. Dampaknya terutama  untuk mencegah  atau menghapus memori anak-anak tentang rokok itu sendiri. Karena ini bukan bagian dari keluhuran budaya Indonesia bahkan manusia manapaun di permukaan bumi ini.

2. Jangan merokok di dalam rumah. Hal ini wajib atau seharusnya dipatuhi oleh para perokok termasuk  kedua orang tua, keluarga serumah, atau para tamu/pendatang untuk tidak merokok di dalam seluruh rumah anak-anak  Indonesia.

3. Jangan menyimpang rokok dalam rumah walaupun hanya sepotong  saja. Hal ini berhubungan dengan peluang untuk bertanya bagi anak  tentang banyak hal tentang rokok itu sendiri, yang kebetulan tepat berada di depannya. Karena jawabannya kemungkinan besar akan membuat rasa ingin tahu sang anak akan timbul atau semakin besar. Tidak ada diskusi yang hasilnya akan memberikan sedikit manfaat kepada anak itu sendiri.

4. Dengan penuh santun dan bijaksana, berikan atau pasang  tanda ” Dilarang merorok di sini ” di dalam dan halaman rumah kita. Sehingga diharapkan para tamu kita yang terhormat dapat lebih mengerti dan menerima keadaan bahwa di sekitar areal tersebut sebaiknya tidak merokok. Hal ini tidak begitu berat untuk dilakukan karena para perokok pada dasarnya sudah sangat maklum bahwa tanda-tanda peringatan seperti itu sudah banyak dipasang di mana-mana, terutama di tempat-tempat umum. Dan akan lebih bermanfaat lagi jika hal tersebut di mulai di rumah kita atau disekitar tempat tinggal kita.

5. Iklan, promosi dari perusahaan rokok sangat gencar di sekitar kita. Para idola remaja dan jika orang tua masih mengidolakannya telah banyak yang menjadi bintang iklan sampai hari ini dan nanti dari sistem promosi dan pemasaran dari rokok ini. sebaiknya para pemegang amanah dari rakyat juga mendorong para tokoh atau idola yang lain untuk menjadi bintang iklan untuk mengajak para perokok untuk berhenti atau sedikit demi sedikit mengurangi komsumsi rokok tersebut. Tentu dengan berbagai media yang bisa dimanfaatkan dewasa ini.

6. Ingat, hampir 60 % para perokok berasal dari kalangan ekonomi bawah. Artinya bahwa hampir berbanding lurus jumlah anak yang menjadi perokok pasif  adalah mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Yang mana sekitar 20-30 % penghasilan para perokok tersebut digunakan untuk membeli rokok. Artinya, gaji atau penghasilan dari para perokok yang seharus dan sebaiknya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga khususnya untuk anak yang merupakan kewajiban orang tua mereka untuk memberikan sandang, papan, makanan bergizi, pendidikan yang layak pada akhirnya harus melayang seiring dengan tertiupnya asap rokok. Kesadaran yang harus ditumbuhkan atau diingatkan kembali untuk memulai melindungi anak dari berbagai dampak dari rokok.

7.  Ada Dokter, Perawat, Pejabat, Selebriti, Gubernur, Menteri, Anggota DPR, Musisi, Guru, Tentara, Camat, Kepala Desa, Pengusaha, Pedagang Asongan, Pengemis………….. dari berbagai Profesi, Jabatan, Kedudukan yang merokok. Anak-anak belum punya Jabatan, jadi seharusnya tidak merokok dan tidak merasakan dampak dari merokok di negeri ini. Kalau ada istilah “The lost generation”. Biarlah anak-anak kita tidak mengenal dan tidak merasakan rasanya mengkomsumsi rokok. Pada masa yang akan datang , mudah-mudahan secepatnya, ada masa dan generasi  dimana apabila di tanya tentang rokok merokok sedikit bingung dan minta pertanyaannya diulang karena hampir sangat sulit di temukan lagi wujudnya.

8.   Ada yang mengatakan bahwa rokok membawa dan memberikan manfaat, banyak yang mengatakan rokok membawa dan menyebabkan kerugian. Mari bicara fakta dan realitas, karena yang sebenar-benarnya hidup adalah realitas. Sangat tergantung dari kitalah yang membuat hidup ini  bermakna. Karena semua akan bertahan dengan segala daya upaya untuk membela posisinya. Anak memiliki posisi penting dalam setiap perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia. Mari bersama ikut berpartisipasi atau terlibat dalam menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya rokok. Karena pembuat sejarah tidak mesti harus berperang saja dengan senjata. Pahlawan yang sesungguhnya termasuk bagi mereka yang secara aktif melindungi anak-anak dari berbagai bahaya yang mengancam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s