Mbah Marijan Meninggal


Anggota tim Search and Rescue (SAR), Suseno, yang melakukan evakuasi ke rumah Mbah Marijan pada pagi hari tadi memastikan juru kunci Gunung Merapi itu telah meninggal dunia.

“Ditemukan di dapur dalam posisi sujud,” Suseno, saat ditemui di RS Sardjito, Sleman, Yogyakarta, Rabu (27/10).

Menurut Suseno, tim mengevakuasi Mbah Maridjan sekitar pukul 05.00 WIB. Jenazah Mbah Marijan ditemukan dalam keadaan bersujud di kamar mandi rumahnya, tertimpa reruntuhan tembok dan pohon.

Kondisi sekitar tempat tinggal Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilaporkan mengalami kerusakan sangat parah, hampir semua rumah dan pepohonan roboh, terlibas awan panas Merapi.

Sebelumnya, keberadaan Mbah Marijan sempat simpang siur. Selasa malam, juru kunci Gunung Merapi itu dikabarkan dalam kondisi selamat namun tubuhnya lemas. Namun secara bersamaan, muncul kabar dari Bupati Sleman yang menyebutkan Mbah Marijan tewas.

Akhirnya semua kembali kepada Allah SWT. Tentu dengan berbagai cara, sejalan dengan teori:  Filosofi Pendekatan Kematian,  dimana obsesi seseorang untuk konsisten terhadap yang diyakini sedikit mengantarkan dia menuju cara menjalani saat-saat kematian yang terdekat. Mbah Marijan memilih menjaga Gunung Merapi, hingga ajalnya pun dijemput oleh Malaikat Maut di sana dengan kondisi terdekat saat menjalani kematiannya.

Sumber: dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s