PARUNGPONTENG MENGGUGAT


Saya ingin mengutip pernyataan seorang yang banyak dikagumi dan diidolakan  oleh kalangan tertentu  di negeri kita tercinta ini yang telah dimuat oleh beberapa media nasional atau internasional:

” America Will Never Be At War With Islam “

Inilah rangkaian kata-kata yang sangat menusuk kepekaan nurani. Betapa tidak bagaimana seorang yang menganggap dirinya hebat dan membuat sebagian orang terpesona begitu tega membandingkan agama langit yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta yang Maha Segalanya dibandingkan dengan sebuah negara yang menyebut dirinya adidaya yang dibangun oleh sekumpulan manusia  dengan ideology, kesepakatan (yang selanjut nya disebut “Demokrasi”), dan pikiran-pikiran yang berdasarkan kebutuhan duniawi semata? Bukankah di dalam sebuah Negara bisa terdapat berbagai ajaran agama langit? Hampir di semua Negara besar dewasa ini sebagian masyarakatnya telah menganut agama langit yang universal. Sehingga membandingkan eksistensi agama dengan sebuah Negara sama saja dengan menggiring masyarakatnya yang menganut agama yang sama dengan agama yang disebut sebagai musuh Negara untuk menjadi sekuler! Sangat berbahaya! Dan itu seperti api dalam sekam, kita hanya bisa menunggu kehancurannya yang disebabkan oleh tingkahlaku mereka sendiri. Karena “Sebuah kejahatan inheren mengandung kehancurannya sendiri, tanpa harus dihadapi dengan kekerasan. Maka semangat untuk berbuat kebajikan sudah lebih dari cukup seperti mengusir gelap dengan memberikan ruang kepada cahaya!”.

Kalau agama langit dibandingkan dengan agama langit lainnya (penulis sendiri meyakini bahwa agama langit hanya satu yang bersumber dari Allah SWT yang Maha Esa, adapun yang kita pahami sekarang ini terdapat perbedaan rasul atau nama itu hanya sekedar pembatasan masa berlakunya di dunia ini semata), hal tersebut masih dalam batas-batas kewajaran.

Memang, ucapan seseorang sebagian merupakan cerminan atau ekspresi dari hatinya. Kalau yang bicara seseorang yang mewakili sebuah Negara maka dia seakan-akan telah mewakili persepsi masyarakatnya. Kita telah bisa dan terbiasa melihat betapa sebuah ideology telah begitu gencar dan terang benderang di masukkan ke dalam pikiran rakyat kita. Maka waspadalah, tetaplah pada komitmen bersama, “Mewujudkan masyarakat madani yang religius universal. Amin… Ya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s