MAKA BERQURBANLAH!


Setelah Sholat ‘idul Adha berjamaah, saya mengajak Mang Uus, Mang Jajang,  Mang Sanu, Mang Enceng, dan Mang Kundang mengambil domba yang rencananya untuk diQurbankan hari ini. Tadi malam mereka sempat ngeluyur mencari domba ke beberapa petani sekitar rumah yang mungkin saja mau menjual dombanya untuk diQurbankan. Walhasil, belum dapat juga. Tetapi, Alhamdulillah, seperti rencana sebelumnya domba yang tadinya memang untuk diQurbankan akhirnya yang diambil juga. Domba Garut asli ini sangat baik, sesuai hasil pemeriksaan petugas pertanian, Bp Andri dkk, sehat dan laik untuk diQurbankan dan dikomsumsi. Akhirnya domba tersebut mendapatkan maqamnya menjadi hewan yang berjasa meluluskan salah satu kewajiban kita semua. Bertindak sebagai penjagal, Bp Uztad KH. Eros Rosidin.

Mang Uus, Mang Jajang, Mang Sanu adalah orang yang hidupnya sederhana, bersahaja, yang agak sedikit sulit kita temui sekarang ini. Mang-Mang itu bukan saja sederhana dari harta duniawi semata, dalam kehidupan nyata mereka bekerja keras dan kasar, termasuk memiliki ilmu dan kesempatan menimba ilmu formal  sangat terbatas (korban subsidi), mungkin juga ilmu akherat. Mereka yang banyak membantu kegiatan-kegiatan  kita . Dibayar  dengan upah yang murah oleh kapitalis kota dan kampung. Anehnya,  Mereka itu banyak mengucapkan amin dengan penuh khidmad dan ikhlas pada saat Ajengan/uztad atau siapa saja yang berdoa, walaupun tanpa tahu isi sebenarnya doa-doa kita yang terkadang tanpa rasa sungkan dan malu kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Orang mampu berQurban sesuai kelapangan hati dan hartanya. Orang-orang kecil membuat semua itu terwujud. Yang mengurus ternak, menyembelihnya, membagikannya, dan yang mengantri untuk mendapatkannya. Apa jadinya jika suatu saat daging hewan Qurban kita tidak ada yang mengharapkannya?

Qurban adalah pancaran keikhlasan dan kedermawanan. Seseorang yang berQurban seharusnya mencapai maqam keseimbangan hakiki, dimana kaki berpijak dibumi dengan kedermawanan untuk berbagi pada saat yang sama nurani menukik ke hakikat karena keikhlasan !

Sebuah hadis menyebutkan bahwa di dunia ini ada sekelompok orang yang sangat dekat dengan Allah SWT. Bila mereka tiba di suatu tempat, karena kehadiran mereka, Allah SWT selamatkan tempat itu dari tujuh puluh macam bencana. Para sahabat bertanya, “ Ya Rasulullah, siapakah mereka dan bagaimanakah mereka mencapai derajat itu? Nabi yang mulia menjawab, “Mereka sampai ke tingkat yang tinggi itu bukan karena rajinnya ibadah. Mereka memperoleh kedudukan itu karena dua hal: ketulusan hati dan kedermawanan mereka pada sesama manusia.”

Semoga orang-orang yang saya sebutkan tadi dan mereka yang penuh ketulusan dan kedermawanan mencapai hakikat Qurban. Qurban mengajarkan dan menginsprasi kita untuk hidup dalam paradigma cinta. Hal  tersebut menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sehingga menggerakkan energy tubuh kita untuk segera berbagi pula. Amin…

SELAMAT IDUL ADHA 1431 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s