JAMBURARANG


Ada beberapa Kampung  di dusun Mertajaya, Desa Parungponteng Kecamatan Parungponteng. Salah satu Kampung  yang tempatnya sedikit terselip ditengah-tengah hutan dan pegunungan di daerah Parungponteng adalah Kampung Jamburarang. Kampung ini dihuni oleh sekitar  10 Suhunan atau Kepala Keluarga yang hidup damai  dan bersahaja. Mata pencaharian mereka diantaranya satu suhunan merupakan pensiunan PNS Dinas Pendidikan (Pak H. Saefulloh & Istri), yang lainnya berdagang dan bertani. Jumlah jiwa sendiri sekitar 30 orang, dari nene’/aki-aki yang berusia sekitar 90 tahun hingga bayi dan anak-anak.

Kami menyempatkan diri berkunjung ke Kampung tersebut atas undangan dan sekaligus permintaan dari salah satu tokoh masyarakat yaitu Bapak H Saefulloh dan Istri yang sedang menjalani rawat jalan di Klinik kami (Klinik Insepar-http:inseparfoundation.wordpress.com). Jalan menuju daerah  atau Kampung tersebut cukup baik, beberapa bulan sebelumnya telah mendapatkan bantuan dana rehabilitasi jalan dari PNPM mandiri yang digulirkan oleh pemerintah pusat. Kami menempuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai di Kampung tersebut. Jarak dari ibukota kecamatan Parungponteng sekitar 3 km.  Jarak dari Kota Tasikmalaya 30 km. Jarak dari Kota Bandung-Paris Van Java sekitar 150 km. Jarak dari Ibukota Jakarta sekitar 350 km.

Di lokasi terdapat satu buah Masjid yang cukup besar untuk menampung semua jamaah dan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan warga. Sebuah Madrasah dan RA untuk kegiatan anak-anak. Luas areal pemukiman dan lokasi usaha serta pertanian sendiri sekitar 5 hektar. Sumber air untuk semua kegiatan masyarakat berada ditengah-tengah kampung tersebut berupa mata air yang sangat bening, berada tepat dibawah pohon Angsana yang kokoh dan tinggi. Menurut para tokoh, pohon tersebut sudah berumur ratusan tahun dan menjadi Ikon Kampung Jamburarang.

Mata air yang merupakan sumber penghidupan Kampung Jamburarang, telah mengalami penataan. Masyarakat secara bergotong-royong membangun dam/kolam untuk  tempat penampungan dan penataan air untuk kegiatan pertanian, termasuk usaha perikanan air tawar (ikan mas, ikan  mujair, ikan tawes, dan ikan bawal). Yang menjadi kekhasan kolam penampungan tersebut dengan adanya pengembangbiakan ikan Baragalang yang sangat lezat jika dibakar.

Seperti layaknya daerah lain, pohon Angsana juga menyimpan berbagai cerita legenda yang berbau mistis. Di antaranya, munculnya sejenis ikan yang “ Hurung’, Lauk Hurung-Ikan yang memancarkan cahaya” . Cerita tersebut diyakini masyarakat sejak lama dan disampaikan dari generasi ke generasi. Menurut cerita dan kesaksiaan beberapa orang, Ikan tersebut kadang muncul dipermukaan air  yang berada tepat dibawah pohon Angsana pada malam hari dan mengeluarkan cahaya  terang.  Sudah beberapakali dam/kolam tempat penampungan air yang berada di bawah pohon Angsana itu dikuras, Ikan Hurung tersebut tetap muncul kembali. Ada juga cerita, seekor ikan Lubang yang cukup besar seukuran paha orang dewasa dengan panjang sekitar setengah meter. Ikan tersebut selalu muncul setiap pelaksanaan Pemilu/Pemilihan Umum (tahun 87 dan 92) dan menjadi tontonan warga. Ikan Lubang tersebut sekarang sudah tidak pernah muncul lagi bersamaan atau sejak lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan RI.

Dari jarak pandang bukit sekitar kampung Jamburarang, kami sendiri merasakan suasana ketenangan yang memukau. Suasana tersebut memungkinkan setiap orang untuk larut menikmati nuangsa mistis yang menenangkan. Terbuai dan takjub dengan kealamian alam semesta. Tentu ini sangat personal, bisa jadi tergantung dari kemampuan dan keinginan setiap kita untuk menyerap energy semesta yang berlimpah ini.

Kalau keindahan alamnya jangan disangsikan lagi, sepanjang perjalanan menuju daerah tersebut, kita sudah disuguhi keindaham alam yang sangat komplit. Jalan  yang naik turun, persawahan yang hijau, sungai kecil dengan air yang bening, serta keramahan masyarakatnya yang hidup tentram dengan alam (Simbiosis Mutualime).

Anda berminat dan penasaran dengan Kampung Jamburarang? Kali ini kami sendiri yang mengundang Anda untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s