Antibiotik Baru Sembuhkan Penyakit yang Kebal Terhadap Obat


Antibiotik Baru Sembuhkan Penyakit yang Kebal Terhadap Obat

Dua bakteri laut bekerja sama untuk menghasilkan bahan kimia yang dapat menyembuhkan penyakit yang kebal terhadap obat.

Ilmuwan dari Universities of Birmingham and Bristol berhasil menemukan keunikan dari dua jenis bakteri laut. Tim yang terdiri dari ahli genetik mikroba dari Birmingham dan ahli kimia dari Bristol ini berhasil mengurai dengan lengkap rantai DNA bakteri laut yang memproduksi antibiotik baru yang dinamakan thiomarinol.

Tim tersebut mengidentifikasi gen yang berperan dalam produksi antibiotik berdasarkan kemiripan dengan gen yang memproduksi mupirocin, antibiotik yang lebih lemah yang saat ini digunakan dalam pengobatan MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus).

Mereka menemukan gen dalam sebuah molekul DNA yang disebut plasmid, yang dapat membawa gen pembuat antibiotik dan gen yang memungkinkan plasmid mereplikasinya secara mandiri dalam tubuh bakteri. Selanjutnya, plasmid membawa gen yang membuat antibiotik seperti mupirocin beserta antibiotik keduanya, holomycin, dan satu gen lainnya yang berperan menggabungkan kedua antibiotik itu sehingga membentuk molekul yang lebih ampuh.

Tes yang dilakukan tim tersebut, dengan menggabungkan kedua antibiotik mupirocin dan holomycin, menunjukkan bahwa bahan kimia baru yang terbentuk dapat menghambat pertumbuhan MRSA yang telah semakin kebal terhadap mupirocin. “Ini menunjukkan bagaimana mupirocin dapat dimodifikasi untuk meningkatkan keampuhannya dalam mengobati penyakit Enterobacteriacae yang disebabkan bakteri seperti Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae,’ kata Professor Chris Thomas dari University of Birmingham.

Dengan meggunakan strain mutan yang tidak bisa memproduksi mupirocin maupun holomycin, tim itu mampu menyisipkan senyawa alternatif kepada bakteri sehingga dapat membentuk sebuah molekul baru. “Sistem ini membuka harapan untuk memproduksi antibiotik baru untuk melawan bakteri patogen yang semakin kebal terhadap antibiotik,” kata Professor Tom Simpson dari University of Bristol.

Sumber: Physorg (http://www.physorg.com/news/2011-04-drugs-mutant-bugs.html)

Komentari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s