ADA APA DENGAN JALAN DI KAMPUNG PARUNGPONTENG?!


Seorang tamu bertanya kepada saya, ke tempat Bapak ini jalannya parah banget, hancur pisan!! Bayangkan!, katanya, dari sodong (Maksudnya Kec. Sodong Hilir) yang berjarak sekitar 10 km kami tempuh selama 40 menit!!. Mendengar keluhan Bapak tersebut, saya sedikit tersenyum. Dengan sedikit bergurai saya berkata: “ Pak, Parungponteng ini kan Kampung yang terpencil, daerah seperti ini jalan yang cocok atau sesuai dengan kondisi geografis demikian, ya jalan  seperti inilah. Saya saja dari rumah sampai cibalong yang berjarak sekitar 3,5 km  ditempuh kurang lebih  25 menit artinya kecepatan maksimal sekitar 10 km/jam. Masih bergurai saya menambahkan, makanya pasien yang keluhannya 2 atau tiga macam , jika sampai Parungponteng, bakal bertambah. Minimal mabok perjalanan  dan pegel-pegel  karena perut dan badannya diobok-obok selama perjalan. Percakapan saya berlanjut! Jika kondisi jalan terus seperti ini dari aspek kebudayaan kami sedikit berbangga, karena kondisi kehidupan di Parungponteng tidak akan banyak berubah untuk 10 atau 20 tahun yang akan datang. Suasana pedesaan dan  kearifan local budaya sunda akan lebih terjaga di sini. Artinya dari berbagai alasan mengapa jalan dibiarkan atau belum direhab, bagi saya selalu ada peluang dari berbagai peluang yang bakal menjadi kabar baik apabila jalan itu belum diperbaiki.

Saya tentu tidak akan membawa Bapak ini untuk bertambah gamang dengan urusan pembangunan seperti jalan yang merupakan infra struktur terpenting arus ekonomi kita. Jalan  yang kondisinya baik akan menghubungkan berbagai wilayah  dan menyatukannnya menjadi satu kesatuan dari berbagai aspek. Yang biasa saya jelaskan yaitu dari aspek pengembangan wilayah, aspek kesatuan dan persatuan, aspek keamanan, aspek kesehatan, aspek ekonomi (arus barang dan mobilitas penduduk), aspek lainnya yang diluar kemampuan untuk menjelaskannya seperti aspek pendanaan atau keuangan, dan aspek politik, aspek prioritas, dan politisasi konstituen.

Peluang pentingnya bahwa suatu saat jika anak cucu kita ingin menikmati suasana pedesaan atau kampung yang alami atau sekedar bertanya tentang itu di manapun mereka berada , sepertinya  kita tidak akan kelabakan menjawabnya. Karena pada saat itu masih ada desa atau kampung Parungponteng yang dapat kita ajukan atau tawarkan sebagai bukti bahwa di daerah Tasikmalaya ini tersimpan kekayaan budaya dan suasana yang masih memiliki kualitas desa atau kampung yang masih terjaga, yaitu  Kampung Parungponteng.

Walhasil. Seperti yang saya sering sampaikan kepada tamu-tamu saya, bahwa selalu ada prasangka baik sebagai jawaban atas ketidakmampuan kita menyelesaikan permasalahan disekitar kita. Seperti masalah jalan yang ada di Dusun Mekarsari Kampung Parungponteng tempat Klinik Insepar beraktifitas sebagai sarana untuk peduli dan berbagi bagi manusia dan kemanusiaan. Amin…..

2 thoughts on “ADA APA DENGAN JALAN DI KAMPUNG PARUNGPONTENG?!

  1. Parungponteng sama sodong hilir Tasikmalaya mah teu bogaen pemimpin rakyat. jadi jalan ge butut.
    Coba we lamun aya pemimpin rakyat mah da moal jiga kitu ieu. Pasti di aju ken ku pemimpin na ka pamarentah kota tasik
    Salam 2 jari orang pamijahan bantarkalong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s