Dinamika Asia Tenggara


Sidang GNB di Bali

Para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) yang mengikuti sidang tingkat Menteri GNB ke-16 di Bali, Indonesia menekankan keharusan mengubah struktur tidak adil Dewan Keamanan PBB. Dalam sidang tersebut, dibahas tentang komposisi dan aturan yang berlaku di DK. Mengenai hal ini Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah mengatakan, Gerakan Non Blok menganggap perlu meninjau ulang penggunaan hak veto oleh anggota Dewan Keamanan PBB.Penggunaan hak veto yang terkadang tidak proporsional merupakan masalah yang menjadikan hak veto digunakan secara tidak demokratis. Faizasyah menjelaskan, peninjauan penggunaan hak veto itu merupakan bagian dari perombakan PBB, khususnya Dewan Keamanan. Menurut dia, penataan ulang PBB merupakan bagian dari cita-cita bersama untuk membuat lembaga itu relevan dengan situasi dunia saat ini.

Katanya, Dewan Keamanan sudah tidak memcerminkan kenyataan dunia saat ini. Perlu ditata kembali sehingga merepresentasikan negara berkembang, Asia dan Afrika, terwakili dalam forum Dewan Keamanan.

Sebelum itu, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan perombakan komposisi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, sehingga sesuai dengan tatanan dunia saat ini. SBY menambahkan, upaya itu sejalan dengan niat GNB untuk mereformasi tata pemerintahan global, terutama dalam sektor keamanan.

Masih tentang Konferensi Tingkat Menteri GNB, Wakil Mesir di PBB Majid Abdul Aziz yang negaranya saat ini memimpin GNB mengatakan, pertemuan di Bali adalah peluang bagi negara-negara anggota untuk mengevaluasi kinerja 50 tahun gerakan ini.

GNB dibentuk 50 tahun lalu dengan tujuan untuk menciptakan keseimbangan di dunia yang saat itu dikuasai oleh dua kutub kekuatan Barat dan Timur. Karena itu, kebijakan GNB mengacu pada kepentingan politik dan ekonomi negara-negara berkembang. Pertemuan Bali menyusun kebijakan organisasi ini dengan mempertimbangkan transformasi dunia.

Setelah keruntuhan blok Timur, AS yang menjalankan kebijakan unilateral dan mengukuhkan sistem monopolar di dunia berusaha menarik negara-negara kaya dunia di Asia, Afrika dan Amerika Latin untuk ikut menyertai langkahnya. Washington memang relatif berhasil dalam program ini. Meski demikian, negara-negara kaya dunia lebih memilih untuk membangun hubungan dua arah dan kerjasama. Tak heran jika lantas Konferensi Tingkat Menteri GNB ke-16 di Bali dipandang sebagai pertemuan yang penting. Sebab, salah satu misi dari penyelenggaraan konferensi ini adalah mendekatkan dan mempertemukan pandangan negara-negara anggota GNB terkait PBB. Palestina adalah isu paling penting yang bisa mendekatkan pandangan negara-negara anggota.

Mengenai apakah sidang tingkat menteri ini bisa mengangkat posisi dan peran GNB dalam percaturan internasional dan membantu menyelesaikan berbagai masalah global, Bapak Majid Vaqari pengamat politik Asia mengatakan. “Mengingat sikap dan sepak terjang AS yang unilateral dengan memaksakan kehendak dan mendiktekan kemauannya kepada negara-negara lain serta menyudutkan umat Islam lewat program yang disebutkan perang melawan terorisme, Gerakan Non Blok bisa memainkan peran yang penting dalam membela bangsa-bangsa di dunia khususnya umat Islam. GNB bisa menunjukkan bahwa banyak negara yang sampai kini tetap menjalin solidaritas dan persatuan. Dengan persatuan ini, GNB bisa menjadi kekuatan besar menghadapi kebijakan AS, termasuk dalam isu Palestina dan pembentukan negara Palestina merdeka. GNB bisa menunjukkan bahwa gerakan ini masih solid untuk membela cita-cita bangsa Palestina atau bahkan ikut terlibat dalam membantu gerakan perjuangan rakyat Palestina.”

24 Mei lalu, di Filipina digelar acara peringatan milad Siti Fatimah Zahra (as) dan Imam Khomeini (ra) yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan dosen. Acara ini terselenggara dengan kerjasama Universitas Bahasa dan Pusat Kajian Perempuan di Manila dengan mengangkat tema peran perempuan di dunia modern. Deputi Pendidikan Universitas Filipina menyatakan bahwa pemerintah Manila terus mengupayakan peningkatan taraf keilmuan dan peran kaum perempuan di tengah masyarakat Filipina.

Dalam kaitan ini, Divsalar, Koordinator Budaya Iran menjelaskan pandangan Islam menyangkut perempuan dan perannya di tengah masyarakat. Dia mengatakan, dalam Islam, perempuan memiliki kedudukan yang istimewa. Karena itulah Imam Khomeini (ra) menaruh perhatian yang besar pada masalah ini. Sekarang kita menyaksikan partisipasi besar kaum perempuan di berbagai ranah keilmuan dan sosial.

Di Kamboja, digelar latihan yang melibatkan sejumlah negara. Mengenai hal ini, juru bicara Departemen Pertahanan Kamboja Chhum Socheat mengatakan, latihan militer yang diikuti oleh beberapa negara yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian ini. Demikian dikatakan Socheat dalam sebuah jumpa pers di Phnom Penh. Dikatakannya, latihan militer ini juga melibatkan AS dengan menyertakan 300 personil militer dari angkatan bersenjata Kamboja dan 200 personil militer AS dari pasukan yang bertugas di wilayah Samudera Atlantik. Selain itu sejumlah negara lain seperti Indonesia, Mongolia dan Nepal. Latihan militer bersama ini dimaksudkan untuk memperkokoh dan memperluas kerjasama antara Kamboja dan AS dalam operasi pasukan penjaga perdamaian dan misi kemanusiaan.

Sebelum ini Kamboja telah menandatangani kontrak perjanjian militer dengan AS. Berdasarkan perjanjian, tentara AS berhak memasuki wilayah Kamboja kapan saja saat dipandang perlu. Kamboja adalah salah satu anggota asosiasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Dalam beberapa waktu terakhir, negara ini terlibat ketegangan dan bentrokan militer dengan Thailand di wilayah perbatasan. Konflik itu dipicu oleh sengketa memperebutkan sebuah kuil bersejarah yang berada di perbatasan kedua negara. Sebagian kalangan memandang latihan militer bersama Kamboja dengan AS dimaksudkan untuk mengirim pesan kepada Thailand akan kesiapan negara ini untuk terlibat dalam perang memperebutkan wilayah perbatasan.

Dan terakhir, Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman saat bertemu dengan sejawatnya dari Iran Ali Akbar Salehi di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non Blok di Bali mengatakan dukungan negaranya kepada program nuklir Iran yang bertujuan damai. Anifah mengatakan, Malaysia akan tetap mendukung program nuklir Iran. Dikatakannya, sejak dulu, Iran adalah mitra dagang yang bisa dipercaya oleh Malaysia. Karena itu, Malaysia akan berusaha maksimal memperluas kerjasama dengan Iran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s