Obama dan Tingkat Batas Utang AS


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di tengah berlanjutnya silang pendapat di Kongres Amerika Serikat soal utang nasional, Presiden Barack Obama memperingatkan bahwa segala bentuk keterlambatan dalam menetapkan kenaikan limit utang nasional negara itu, dapat memicu kembali krisis ekonomi di AS.

Obama, Selasa (14/6) dalam sebuah wawancara televisi, mengatakan, “Jika kita menunda-nunda penetapan kenaikan limit utang nasional, maka kita akan menghadapi kemungkinan terulangnya krisis finansial baru.” Ditambahkannya, “Harapan saya adalah tugas tersebut harus dilakukan secara rasional dan logis. Ini adalah sesuatu yang dikehendaki oleh rakyat Amerika.”

Utang nasional Amerika dari 14,3 triliun dolar telah meningkat jauh dan diperkirakan bahwa jika tren defisit anggaran terus berlanjut, maka dalam waktu dekat, jumlah utang akan melampaui angka 18 triliun dolar. Pemerintah di bawah Partai Demokrat punya perbedaan tajam tentang limit utang dengan kubu Republik.

Republikan percaya bahwa untuk meningkatkan batas tersebut, maka diperlukan pengurangan belanja pemerintah saat ini. Dewan Perwakilan Rakyat AS, yang berada di bawah kendali kubu Republik, pada 31 Mei lalu menolak draft untuk meningkatkan limit utang nasional. Untuk meloloskan rencangan tersebut, setidaknya diperlukan dua pertiga suara anggota dewan. Jumlah utang AS pada bulan lalu melebihi batas ketetapan dan pemerintah memerlukan penambahan batas itu untuk memperoleh pinjaman yang lebih besar dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Menurut data Departemen Keuangan Amerika, jika limit 14,3 triliun utang nasional tidak ditingkatkan sampai tanggal 2 Agustus 2011, maka pemerintah bahkan tidak akan mampu untuk menutupi biaya operasional saat ini.

Masalah limit utang nasional Amerika bersama masalah ekonomi lainnya yang dihadapi pemerintahan Obama, telah menjadi instrumen penting bagi kubu Republik untuk menekan pemerintah Partai Demokrat. Karena, Obama hingga kini tidak mampu mengatasi resesi ekonomi yang menerpa Amerika.

Data yang dirilis menunjukkan berlanjutnya krisis ekonomi di negara adidaya itu dan efektifitas program-program pemerintah dalam bidang ekonomi mulai dipertanyakan. Obama pada tahun 2008, berjanji untuk menciptakan lebih dari tiga juta lapangan kerja baru. Untuk mencapai tujuan ini, Obama menyuntikkan beberapa ratus miliar dolar dana ke pasar. Kini, program itu tidak membawa manfaat apapun, selain menambah defisit anggaran dan utang nasional Amerika.

Tingkat pengangguran di Amerika tetap berada di posisi 9,1 persen. Masalah utang pemerintah juga semakin parah dalam beberapa tahun terakhir dan program pengerahan pasukan militer Amerika ke berbagai belahan dunia, telah menambah defisit anggaran pemerintah dan utang nasional. (IRIB/RM/PH)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s