Cahaya Ramadhan (2)


Di awal bulan suci Ramadhan, Rasulullah saw bersabda, “Wahai umat manusia ‎sekalian, telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, ‎rahmah dan maghfirah”. Hadis tersebut menunjukkan bahwa bulan suci ini memiliki ‎keistimewaan khusus. Pada bulan inilah, Allah Swt menjamu hamba-hamba-Nya ‎sebagai tamu istimewa. ‎Detik demi detik Ramadhan adalah kesempatan untuk semakin mendekatkan diri ‎kepada Sang Khaliq. Kemuliaan Ramadhan telah berlangsung setua kehadiran ‎umat manusia di dunia. Dan para nabi adalah rombongan tamu yang dijamu oleh ‎Allah Swt di bulan Ramadhan, sementara para malaikat menjadi pelayan mereka.‎

Pada bulan suci ini, ribuan malaikat melayani para tamu ilahi, sembari senantiasa ‎memanjatkan tasbih dan memuji tamu-tamu Allah. Mereka juga berdoa ‎memintakan ampunan dan kebahagiaan bagi para tamu Allah. Sementara setan ‎dan sekutunya dibelengu selama bulan Ramadhan. ‎

Para tamu dengan penuh suka cita menyambut kedatangan Ramadhan dan ‎mengisinya dengan ibadah, munajat, dan panjatan doa. Pada bulan ini, jiwa-jiwa ‎manusia menjadi lebih hening dan damai lantaran dipenuhi dengan ibadah. Mereka ‎dijanjikan Allah akan memperoleh siraman marifat jika mereka berpuasa dengan ‎seutuhnya. Karena itu, para hamba Allah yang menjalankan saum, bukan hanya ‎berusaha menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga pikiran dan ucapannya ‎dari apapun yang dilarang oleh Allah Swt. Karena itu setiap nafas dan ucapan ‎mereka dihitung sebagai ibadah. ‎

Lantunan kalam suci ilahi dan kidungan zikir menjadi nuansa bulan Ramadhan. ‎Pancaran senyum, meski lemah menahan lapar dan dahaga senantiasa tersimpul ‎dari wajah insan-insan berpuasa yang mengharapkan kerelaan ilahi. ‎

Ramadhan adalah bulan yang lebih mulia ketimbang seribu bulan lainnya. Tiap ‎detiknya lebih berharga ketimbang masa-masa di waktu lain. Begitu juga hari-hari ‎dan malamnya. Saat semilir angin Ramadhan bertiup, kelembutan rahmat ilahi pun ‎menerpa seluruh hamba-hamba Allah. Mereka yang berhasil menempa dirinya di ‎bulan ini dan melewatinya hingga terbebas dari segala noda dan dosa, niscaya ‎akan merasakan bagaimana kenikmatan Ramadhan yang sesungguhnya. ‎Rasulullah Saw bersabda: “Kalian di bulan ini diundang oleh Allah Swt sebagai ‎tamunya”‎

Dalam diri manusia terdapat kekuatan suci yang mendorongnya kepada kebaikan ‎dan mencegahnya dari keburukan. Seluruh kekuatan itu terpatri dalam batin ‎manusia. Kalau saja manusia senantiasa mengikuti panggilan kekuatan suci itu, ‎niscaya ia akan memperoleh keutamaan dan kesempurnaan. Manusia-manusia ‎agung yang kita kenal akan kebaikan dan kemuliannya, mereka semua berhasil ‎mencapai kesempurnaan lantaran mengikuti bimbingan dan dorongan kekuatan ‎suci dalam dirinya tersebut. ‎

Para ulama akhlak menyebut kekuatan itu sebagai nurani. Kekuatan luhur ini ‎terdapat dalam diri semua manusia. Setiap kali seseorang berbuat buruk, nurani ‎segera mengutuknya hingga membuatnya menjadi menyesal. Sebaliknya bila ‎seseorang berbuat kebajikan, nurani itu pun memuji dan membuatnya menjadi ‎merasa bahagia. ‎

Panggilan suara nurani senantiasa menyeru manusia untuk memperkuat ‎kelemahan diri dan membersihkannya dari segala dosa dan noda. Al-Quran ‎menyebut seruan nurani itu sebagai “Nafs Lawwamah” atau diri yang mengecam ‎perbuatan buruk. Selama ini, banyak sekali kejadian yang menyadarkan manusia ‎lantaran mendapat kecaman dari nuraninya sendiri hingga memaksanya kembali ‎kepada jalan yang lurus. ‎

Salah satu tujuan dari ajaran agama adalah untuk membangkitkan nurani dan ‎menjadikannya selalu hidup dalam diri manusia. Shalat, membaca al-Quran, infaq, ‎sikap pemaaf, dan beragam bentuk ibadah lainnya akan membuat nurani semakin ‎kuat dan tumbuh dalam diri manusia.‎

Di bulan Ramadhan, Allah menghamparkan rahmat-Nya dengan sedemikian luas ‎dan Allah mengundang hamba-hamba-Nya untuk menjadi tamu-Nya di bulan yang ‎benuh berkah ini. Dalam bulan mulia ini, suasana maknawi yang membawa ‎kedamaian akan muncul dalam masyarakat. Dengan hadir dalam suasana yang ‎penuh spiritualitas ini, manusia akan memperoleh kesiapan untuk melakukan ‎perjalanan menuju cahaya.‎

Perjalanan menuju cahaya adalah perjalanan yang membawa manusia untuk ‎mendekatkan diri kepada Allah Swt. Pada kenyataannya, hal yang membawa ‎manusia ke arah ketiadaan dan kesia-siaan adalah jauh dari Allah. Oleh karena itu, ‎agar manusia dapat melangkah di jalan kebahagiaan, dia harus selalu ‎mendekatkan dirinya kepada Allah, Sumber Segala Kebahagiaan.‎

Bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi manusia untuk membangun ‎dirinya. Bulan Ramadhan bagaikan kamp pelatihan yang diselenggarakan setiap ‎tahun bagi kaum muslimin. Di dalam kamp pelatihan ini, mereka akan ditempa agar ‎memiliki kesabaran, pengendalian diri, kekuatan melawan hawa nafsu, serta kasih ‎sayang terhadap sesama. Setelah sebulan mengikuti pelatihan ini, manusia akan ‎menemukan kekuatan dan jiwa baru dalam melanjutkan kehidupannya.‎

Puasa, selain memiliki pengaruh terahdap individu juga memiliki faedah bagi ‎masyarakat. Puasa yang hakiki tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar, ‎melainkan juga menahan diri dari perbuatan atau tingkah laku yang buruk. Dengan ‎demikian, bila setiap orang melakukan hal seperti ini, yaitu meninggalkan ‎perkataan dan perbuatan yang buruk, tentu saja akan terbangun lingkungan ‎masyarakat yang sehat, selamat, dan penuh kebahagiaan. Dalam bulan ‎Ramadhan, kaum muslimin akan dilatih untuk tidak mengumbar kemarahan kepada ‎orang lain, saling menolong, serta menjalin kembali tali silaturahmi.‎

Rasulullah Saw bersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, akan tetapi yang ‎didapatkannya hanyalah rasa lapar dan dahaga saja”. Hadits ini menunjukkan ‎kepada kita bahwa berpuasa yang hakiki bukan hanya sekedar menahan diri dari ‎makan dan minum, akan tetapi, ada hal-hal lain yang harus dilakukan agar ibadah ‎kita di bulan suci Ramadhan ini bisa memiliki kualitas yang bagus.‎

Rasulullah Saw dalam salah satu hadisnya bersabda, “Bulan Ramadhan adalah ‎bulan milik Allah. Di dalam bulan ini, pahala perbuatan baik adalah dua kali lipat ‎dan dosa-dosa akan diampuni. Bulan Ramadhan adalah bulan berkah dan ‎pelipatgandaan pahala, bulan tempat kembali, serta bulan tempat bertobat dan ‎pengampunan dosa-dosa.‎

Ramadhan adalah bulan untuk membebaskan diri dari neraka dan bulan untuk ‎mencapai surga. Karena itu, wahai manusia, di bulan Ramadhan, jauhilah semua ‎pekerjaan yang buruk dan haram, dan banyaklah membaca al-Quran, serta dalam ‎setiap waktu, sibukkanlah dirimu dengan mengingat dan berzikir kepada Allah Swt. ‎Jangan sampai kalian menyamakan bulan Ramadhan seperti bulan-bulan yang ‎lain, karena bulan ini paling mulia di antara bulan-bulan lainnya.”(IRIB/LV/SL)‎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s