DEKLARASI STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN


Upaya promosi dan prevensi  merupakan upaya penanganan masalah di hulu  yang tidak cepat terlihat hasilnya dibandingkan upaya kesehatan di hilir seperti mengobati orang sakit. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan ini hendaknya terus disosialisasi kepada semua masyarakat untuk menjadikan air minum dan sanitasi sebagai prioritas pemenuhan kebutuhan dasar serta upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perilaku higienis dan menumbuhkan rasa memiliki, ujar Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH ketika menyaksikan Deklarasi Masyarakat Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di Desa Trayu, Kec. Banyudono, Kab. Boyolali, Jateng, 14 Sept. 2011.

Menkes menyatakan bangga atas  semangat yang kuat  Pemerintah dan masyarkat Boyolali untuk meningkatkan derajat kesehatan diwilayahnya. memperjuangkan pentingnya perilaku  sehat, memenuhi kebutuhan akan sarana air minum dan sanitasi dasar melalui pemberdayaan masyarakat sesuai kearifan lokal setempat.

“Dengan semangat kebersamaan kita akan berjuang menyelamatkan hidup anak-anak atau adik-adik kita dan terhindar dari berbagai penyakit menular”, ujar Menkes.
Oleh karena itu ajaklah masyarakat di sekitar kita untuk ikut membiasakan perilaku yang sederhana dan sekaligus menjadikannya sebagai perilaku hidup yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, imbuh Menkes.

Menkes menyambut baik acara ini karena menyangkut masalah mendasar di bidang kesehatan dan kebutuhan masyarakat  akan air minum dan sanitasi, yang merupakan  wujud nyata dari upaya Promosi dan Prevensi yang menjadi prioritas pemerintah dalam RPJMN 2010-2014 dan MDG.
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, disingkat PAMSIMASS, di Indonesia dimulai pada tahun 2008, tersebar di 15 provinsi dan 110 kabupaten/kota, serta 5.500 desa di Indonesia. Kegiatan program ini merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia, Pemerinta Australia dan Bank Dunia dan bertujuan meningkatkan akses layanan air minum dan sanitasi bagi masyaraat miskin di perdesaan, khususnya masyarakat di ddesa tertinggal dan masyarakat di pinggiran kota (peri urban), melalui pendekatan Demand Responsive Approach.
Kiprah PAMSIMAS, hingga saat ini telah banyak membantu masyarakat di perdesaan, terutama yang tidak mendapatkan akses sarana air minum dan akses sanitasi dasar yang layak. Tercatat, sampai dengan 30 Agustus 2011, dari target (2012) 6-7 juta jiwa pemanfaat Sarana Air Bersih yang layak, telah mencapai 3.5 juta jiwa pemanfaat Sarana Air Minum (SAM) dari target 2 s/d 3 juta jiwa pemanfaat sarana sanitasi dasar yang dibangun secara swadaya.

Khusus di provinsi Jawa Tengah, dari 30 kab/kota target desa PAMSIMAS tercatat sebanyak 1486 desa, dan yang telah diintervensi program adalah 1452 desa. Dari 5 komponen program PAMSIMAS, salah satu komponen program terpenting adalah perubahan perilaku melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan, yang sejak tahun 2008 menjadikan STBM sebagai pintu masuk program pemberdayaan di bidang kesehatan, dengan Community Led Total Sanitation (CLTS) sebagai pendekatan utama dalam pemicuan di masyarakat menuju perubahan perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Proses penyadaran masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan Buang Air Besar (BAB) Sembarangan menjadi BAB di jamban tertutup, ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan bagi pelaksanan program untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Prestasi masyarakat/komunitas yang telah 100% menyatakan Stop Buang Air Besar Sembarangan menjadi penuh arti, khususnya bagi masyarakat di 8 desa (dari 50 desa di Boyolali yang sudah diintervensi), yaitu Desa Genting, Kembang Kuning, Suroteleng, Tarubatang, Ringin Larik, Candigatak, Kunti dan Trayu.  Peringatan Deklarasi 100% Stop Buang Air Besar Sembarangan yang dipusatkan di Desa Trayu pada tanggal 14 September 2011 ini telah ditetapkan sebagai hari penuh arti bagi masyarakat di Kabupaten Boyolali.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, atau e-mail info@depkes.go.idkontak@depkes.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s