PERNAS AIDS IV JOGYA (Catatan Perjalanan)


Ahad, 2 Oktober 2011

Keberangkatan saya kali ini mengikuti kegiatan Aids tidak sendiri. Kami bertiga: saya, dr H. Oki Z (Staf Ahli Bupati) dan Pak Dadan H (Kabid P2P). Dua tahun sebelumnya saya mengikuti kegiatan ICAAP IX di Bali yang berskala International dan dibuka langsung oleh Bapak Presiden di GWK. Walaupun kali ini skala nasional, Insya Allah, tidak berarti semangat dalam upaya menanggulangi AIDS di jagad ini lebih kecil.

Kami berangkat dari Tasikmalaya dengan menggunakan KA Argo Wilis. Perjalanan ditempuh selama sekitar 4,5 jam. Tiba di Stasion Tugu Jogya, kami bergegas Check in di Hotel Malioboro Inn. Kebetulan kami mendapatkan hotel melalui panitia dengan lokasi yang tidak jauh dari Pusat kegiatan Pernas Aids tersebut. Sore harinya kami menuju Hotel Inna Garuda melakukan registrasi ulang bersama dengan ratusan peserta lainnya yang telah duluan antri. Beberapa peserta lainnya sibuk berkeliling stand pameran yang disediakan panitia atau nonton bareng musik yang menyajikan ‘goyangannya  si Julia Perez’  bintang iklan kondom SUTRA yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Malamnya semua peserta menghadiri malam ramah tamah dan jamuan makan malam dengan Bapak Sri Sultan Hamengkubuwono IX di Krato Jogya.

Senin, 3 Oktober 2011

Sekitar jam 10.00 WIB, bertempat di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Pernas AIDS IV secara resmi dibuka oleh Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat RI yang juga Selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

Menurut Menkokesra, Pencapaian Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs) 2015 khususnya goal 6 adalah untuk menghentikan laju penyebaran HIV dan AIDS dan membalikkan kecenderungannya pad tahun 2015. Kemajuan yang bermakna penanggulangan AIDS berupa upaya pencegahan dan pengobatan membutuhkan upaya sinergi seluruh sektor. Pencapaian tujuan dan target bukanlah semata-mata tugas pemerintah, namun merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs 2015 ini haruslah menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat.

Pada kesempatan berikutnya, Menteri Kesehatan RI, menyatakan bahwa ada beberapa permasalahan utama yang di hadapi dalam penanggulangan masalah HIV dan AIDS di Indonesia, yaitu: 1. Masih rendahnya pengetahuan tentang HIV dan AIDS di masyarakat.2. Rendahnya penggunaan kondom pada hubungan seks resiko tinggi. 3.Stigma dan diskriminasi 4. Pelaksanaan program pengurangan dampak buruk napza 5. Masih rendahnya cakupan PMTCT 6. Pelaksanaan program HIV_AIDS dan IMS di lapas, daerah perbatasan, daerah sulit terjangkau dan derah terpencil lainnya 7. Partisipasi masyarakat, LSM, lembaga keagamaan, kemasyarakatan, dan terdampak lainnya. 8. Kesinambungan pelaksanaan program dan ketergantungan pada lembaga donor.

Yang tak kalah serunya adalah kegiatan Rakernas AIDS yang diikuti oleh berbagai elemen dari pusat hingga Kota/Kabupaten. Kegiatan ini dibuka seperti sebuah diskusi panel, sehingga peserta dapat mengajukan pertanyaan, usulan, harapan, bahkan klarifikasi terhadap berbagai program ya ng dilaksanakan dalam menanggulangi HIV dan AIDS. Bertindak sebagai moderator adalah Dr. Nafsiah Mboi, SpA,MPH. Nara sumber dan pengantar adalah Menkes, Sri Sultan, dan Dirjen Menkokesra.

Sorenya, kami wisata kuliner di pabrik Bakpia Pathok 25 dan belanja pakaian di Batik Keris Jogya

Selasa, 2 Oktober 2011

Hari ini kami memilih untuk istirhat dihotel dan sahabat lainnya kembali ke Malioboro mencari oleh2 untuk keluarga di rumah. Sekitar jam 12.30 WIB, dengan menggunkan KA ARGO WILLIS,  kamipun meninggalkan  Jogya menuju ke Tasikmalaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s