Kurangnya dialog picu konflik kelompok agama


FaktaPos.com – Kurangnya dialog antara para pemuka agama menjadi celah untuk memprovokasi suatu kelompok. Hal inilah yang akhirnya mendasari terjadinya konflik antara kelompok Islam Sunni dan Syiah yang terjadi di Sampang, Madura, beberapa waktu lalu.

“Pertama kita sesalkan yang terjadi, itu yang seharusnya tidak perlu terjadi. Kalau itu betul mengenai isu selain keluarga, persoalan ideologis, teologis antara Sunni dan Syiah maka sama – sama harus mengedepankan Ukhuwah Islamiah,” Kata Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin usai menerima kunjungan dari Baitul Muslimin Indonesia PDIP (Bamusi PDIP) di kantor pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (06/01).

Din menjelaskan, kelompok Sunni dan Syiah merupakan bagian dari Islam yang sudah lama sekali ada dan melibatkan keturunan nabi.

“Dan persoalan awalnya adalah politik. Oleh karena itu ini semua sebenarnya bisa di dialogkan,” katanya.

Menurutnya, saat ini intensifitas dialog Islam mengenai Snuni dan Syiah telah berkurang, baik ditingkat regional maupun internasional.

“Saat ini telah berkurang dialog Islam mengenai Suni Dan Syiah, ini harusnya bisa diatasi. Khususnya para pemuka agama untuk mampu mengedepankan dialog dan saya yakin dpat bisa diatasi,” demikian Din menjelaskan. (Fy7/ian)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s