Masjid Dihancurkan, Muslim Cina Kembali Dizalimi


Masjid Dihancurkan, Muslim Cina Kembali Dizalimi

Muslim China mengecam keras penghancuran masjid tua berusia satu abad di wilayah barat laut China, seraya memperingatkan bahwa tindakan itu dapat menyulut ketegangan etnik di dalam negeri

Menurut Kantor Berita ABNA, Muslim China mengecam keras penghancuran masjid tua berusia satu abad di wilayah barat laut China, seraya memperingatkan bahwa tindakan itu dapat menyulut ketegangan etnik di dalam negeri.

“Kami telah memperbaharui bangunan masjid ini dengan kerja keras dan darah kami,” kata Zhe Tao, istri imam masjid, kepada Los Angeles Times seperti dikutip OnIslam.net.

“Amat menyedihkan melihatnya dihancurkan begitu,” lanjutnya.

Pihak berwenang China menghancurkan masjid di desa Taoshan di wilayah Ningxia sebelah barat laut China pada awal pekan ini.

Masjid yang berdiri sejak zaman dinasti Qing pada abad 18 itu sebelumnya telah terdaftar secara sah dalam catatan pihak berwenang China.

Akan tetapi pemerintah China kemudian menyatakan masjid itu sebagai “tempat keagamaan ilegal”, pada saat warga berhasil menggalang dana 127.000 dollar Amerika atau lebih dari 1 milyar rupiah dan melakukan renovasi.

Penghancuran itu sendiri menimbulkan bentrokan antara warga dengan pasukan keamanan, yang menyebabkan setidaknya 2orang meninggal dunia, 50 orang luka-luka, dan 100 orang ditahan aparat.

Sejauh ini, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) melalui juru bicaranya menyatakan keprihatinannya pada perusakan tempat ibadah umat Islam itu dan juga menyesalkan hilangnya nyawa umat Islam di sana. OKI mengharapkan pihak berwenang di China agar sepenuhnya menjaga hak-hak kaum Muslimin untuk membangun dan mengelola tempat ibadah mereka dan juga untuk memelihara hak-hak dasar mereka dalam menjalankan ibadah.

“Sewaktu polisi berusaha meruntuhkan masjid yang baru selesai dibangun kembali itu, mereka menghadapi perlawanan kuat dari sekira 100 orang lebih warga desa yang memegang pentungan dan sekop,” kata Jin Haitao salah seorang warga kepada suratkabar yang berbasis di Hongkong, South China Morning Post.

 

Proses penghancuran itu dilakukan ketika warga sedang berkumpul di masjid untuk proses peresmian kembali masjid yang baru direnovasi.

Cara kekerasan bukan merupakan kebiasaan bagi warga desa Taoshan, sebab mereka termasuk etnis Hui yang jauh lebih membaur dibandingkan minoritas Muslim lain seperti etnis Uighurs.

Muslim Hui diperkirakan mencapai 10 juta jiwa, jumlah yang cukup besar dari total 20 juta orang minoritas Muslim di China.

Dengan warisan yang dapat ditelusuri hingga ke Timur Tengah dan Asia Tengah, Muslim Hui menikmati kebebasan beragama yang lebih di negara ateis itu.

Ketegangan

Muslim China mengkhawatirkan penghancuran masjid itu akan menimbulkan eskalasi ketegangan di antara pemerintah dan minoritas Musim di negara itu.

“Menurut tradisi lokal, masjid harusnya tidak boleh sekalipun dihancurkan,” kata Ye Shaowu, pemilik hotel kecil di dekat masjid yang dihancurkan.

Ye mengatakan masjid itu dihancurkan setelah ada orang yang mulai menuding bahwa masjid itu dikelola oleh “sekte iblis” – istilah yang juga digunakan pemerintah China untuk menunjuk gerakan spiritual terlarang Falun Gong.

Zhe, istri imam masjid, menyetujui adanya kekhawatiran yang berkembang itu.

“Tentu saja kejadian ini akan berdampak terhadap hubungan antara warga Hui dan pemerintah,” ujarnya.

Menurut data resmi, China dihuni oleh 20 juta orang Muslim, sebagian besarnya terkonsentrasi di wilayah-wilayah dan provinsi-provinsi di Xinjiang, Ningxia, Gansu, dan Qinghai.

Komunitas Muslim yang lebih kecil juga dapat dijumpai di pedalaman China.

Sementara itu, kelompok Muslim sendiri mengatakan bahwa jumlah sesungguhnya lebih besar, mencapai sekitar 65 hingga 100 juta Muslim di China — atau hingga 7.5 persen dari populasi.

Dikenal sebagai negara ateis, China mengakui lima agama — yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Taoisme, dan Budha — dan mengatur mereka secara ketat dalam urusan administrasi dan berkegiatan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s