Rusuh Sampang, Penjarahan Masih Berlanjut


Rusuh Sampang, Penjarahan Masih Berlanjut

“Jika petugas tidak mampu mengamankan harta benda pengikut kami yang masih tertinggal, maka kami lebih baik pulang dan kami tidak akan peduli, meski harus dibunuh oleh kelompok Islam Sunni di sana,”

Menurut Kantor Berita ABNA, sebagaimana dinukil dari Faktapos.com, penjarahan harta benda pengikut kelompok Islam Syiah, korban pertikaian dengan kelompok Islam Sunni, di Sampang, Madura, hingga saat ini masih berlanjut.

“Kali ini yang menjadi sasaran penjarahan, hewan ternak yang masih kami tinggal di rumah,” kata seorang pengikut Syiah, Hubaidi, di Sampang, Minggu (01/01).

Pengikut kelompok Islam Syiah yang sebelumnya tinggal di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Sampang itu mengaku, beberapa ekor ayam miliknya sudah habis dijarah massa.

Penjarahan di rumah Hubaidi setelah aksi serupa di rumah pengikut Syiah Ulul Albab, pada Jumat (30/12).

Saat itu, harta benda milik Ulul Albab berupa sepeda motor, STNK, SIM, dan semua isi tokonya habis dijarah massa yang dicurigai dilakukan oleh kelompok pelaku pembakaran madrasah, mushalla dan rumah pimpinan Islam Syiah, yakni kelompok Islam Sunni.

“Mungkin setelah itu pelaku bergerak menuju rumah saya dan mengambil semua hewan ternak yang kami tinggal di sana,” kata Hubaidi.

Pria berusia 35 tahun itu berharap, petugas bisa menjaga komitmen dan janji menjaga harta benda kelompok Islam Syiah yang masih tertinggal di rumahnya masing-masing.

Ia mengaku bersama 351 pengikut Syiah lainnya bersedia dievakuasi petugas karena sebelumnya petugas menjamin keamanan harta benda mereka yang masih tertinggal seperti rumah, ternak, dan berbagai harta lainnya.

Penasihat kelompok Islam Syiah Iklil Almilal sempat mempertanyakan keseriusan petugas Polres Sampang dalam melakukan pengamanan, sebab penjarahan harta benda pengikutnya bukan hanya sekali terjadi.

“Kalau hanya sekali kami terima, tapi aksi itu sudah dua kali terjadi, dan di sana katanya sudah ada petugas,” kata Iklil Almilal.

Harta benda kelompok Islam Syiah lainnya yang saat ini masih tertinggal di rumah-rumah mereka di Kecamatan Karangpenang dan Kecamatan Omben, berupa 140 ekor sapi dan tujuh ekor kambing.

Sebelumnya Kepala Polres Sampang AKBP Solehan menyatakan, pihaknya telah memerintahkan anak buah untuk menjaga keamanan harta benda milik kelompok Islam Syiah Sampang di Kecamatan Karangpenang dan Ombem.

Bahkan, katanya, setiap rumah kelompok Islam Syiah telah dijaga petugas gabungan dari unsur polisi dan TNI.

“Jika petugas tidak mampu mengamankan harta benda pengikut kami yang masih tertinggal, maka kami lebih baik pulang dan kami tidak akan peduli, meski harus dibunuh oleh kelompok Islam Sunni di sana,” kata Iklil Almilal.

Konflik bernuansa SARA antara kelompok Islam Sunni dengan Syiah di Sampang itu telah menyebabkan ratusan keluarga terlantar. Mereka terpaksa tinggal di lokasi penampungan.

Sebanyak 270 dari total 351 orang lebih anggota kelompok Islam Syiah dievakuasi ke GOR Wijata Kusuma, di depan Kantor Bupati Sampang.

Konflik tersebut sudah terjadi sejak 2006, namun hingga saat ini belum bisa diredam sehingga terjadi aksi anarkis berupa pembakaran madrasah, mushalla dan rumah pimpinan Syiah, serta pondok tempat tinggal santri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s