Tahukah anda? (UNTUK KHASANAH KESEHATAN KITA)


 

Minyak wijen, minyak yang terkenal dengan keharumannya pada masakan dan biasa dipakai sebagai penambah lezat masakan ini, ternyata banyak vitamin yang terkandung didalamnya. Antara lain: Vitamin E, Vitamin A, Vitamin B dan Kalsium.
Dikenal dengan nama Vitamin E, karena ditemukan setelah vitamin-vitamin yang sudah ada yaitu A, B, C, dan D. Bentuk vitamin E merupakan kombinasi dari delapan molekul yang sangat rumit yang disebut ‘tocopherol’. Berasal dari bahasa Yunani: Toketos yang berati ‘kelahiran anak’ dan Phero berarti ‘saya bawa’, akhiran ‘-ol’ ditambahkan untuk menunjukkan bahwa bahan ini merupakan salah satu dari alkohol yang menyebabkan mabuk jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Buah yang biasa dikenal dengan buah nona ini, selain rasanya yang manis dan harum, ternyata kaya akan energi makanan dan merupakan sumber zat besi yang baik. Tak hanya itu, bahkan beberapa masyarakat di India meramu buah ini sebagai tonik rambut dan bijinya apabila ditumbuk dapat berkhasiat membasmi kutu rambut.
Warna merah sel darah merah berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya adalah zat besi. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan.
Tempe kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan pencegah penyakit degeneratif.
Diabetes sudah dikenal sejak berabad-abad sebelum masehi. Tahun 1500 SM pada Papyrus Ebers di Mesir, digambarkan adanya penyakit dengan tanda-tanda banyak kencing. Celsus atau Paracelsus 30 tahun SM
menemukan penyakit itu. Namun baru 200 tahun kemudian, Aretaeus menyebutnya sebagai penyakit diabetes, orang awam menyebutnya sebagai kencing manis.
Orang jepang kuno menganggap berendam di biji kopi yang difermentasikan dengan ekstrak nanas dapat menghaluskan dan mengencangkan kulit mereka.
Sel darah merah memerlukan waktu 20 detik untuk mengelilingi seluruh tubuh kita.
Udara yang keluar pada saat kita bersin dapat melebihi kecepatan 100 meter perjam
Kulit pada Ketiak dapat menampung sekitar 516,000 bakteri per inci persegi, sedangkan kulit lain pada umumnya hanya menampung sekitar 13.000 bakteri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s