Pesona Angklung Rambah Cina


 

Raja Rama ke-V yang berkuasa di tanah Muangthai (Thailand) pernah mendapat kunjungan misi kebudayaan dari kabupaten Galuh (kini Kabupaten Ciamis) pada tahun 1908. Kunjungan misi kebudayaan ini mengawali penyebaran alat musik angklung dari tatar Pasundan. Akhirnya angklung bukan hanya dikenal di Thailand, namun juga merambah sampai ke negeri China pada masa kekuasaan kaisar Qing ke-12.

Semenjak itu Angklung sudah sangat dikenal oleh penduduk China bagian selatan, seperti wilayah Provinsi Fujian dan Guangxi. Namun bagi Masyarakat China angklung tetap atraktif dan memikat hati bila alat angklung dan orang yang memainkankannya berasal dari Indonesia, hal itu terbukti dengan membludaknya pengunjung ke booth Indonesia dalam pameran International Education Exhibition the 3rd Nanyang Cultural Festival di Xiamen China yang berlangsung dari tanggal 28 April sampai dengan 1 Mei 2012.

Permainan angklung tersebut membuat pengunjung pameran tertegun dan berkerumun sejenak menikmati alunan lagu burung kakatua dan tien mi mi yang dimainkan secara mengagumkan oleh Chaerun Raudhatul Islam, siswa Indonesia yang sedang belajar di Beijing.

Kejadian tersebut tak luput dari pengamatan media setempat, Xiamen TV secara khusus meliput kejadian langka tersebut dan mewawancarai pemainnya. Setelah acara wawancara selesai, pengunjung yang umumnya ibu-ibu dan anak-anak mengerubuti booth Indonesia untuk menawar angklung mini yang dimainkan siswa Indonesia tersebut. Harga tertinggi yang diajukan pengunjung sebesar 1500 yuan atau sebesar 2.190.000 rupiah. Padahal di saung angklung Ujo Bandung, satu set angklung mini tersebut dijual hanya 75.000 rupiah saja.

Prof. Zheming, President China Music Conservatory pernah mengungkapkan keinginannya untuk membuka jurusan angklung di Central Conservatory of Music, karena menurut beliau teknik pembuatan angklung Indonesia sangat khas. Perhatian yang luar biasa terhadap angklung ini perlu direspon serius oleh masyarakat Indonesia khususnya para seniman Jawa Barat dalam menjalin hubungan yang lebih erat antara Indonesia dengan China. Sejujurnya diakui oleh Prof. Zheming bahwa keahlian membuat angklung dengan menghasilkan suara indah yang dimiliki para seniman Indonesia tidak tertandingi. Angklung yang dibuat seniman Thailand dan seniman China tidak semerdu buatan seniman Indonesia.(IRIB Indonesia/Jielun Han/kompasiana/PH)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s