BUTIRAN DEBU: Dalam perspektif Perjalanan Spiritual


Lagu ini (Butiran Debu, Rumor: http://www.youtube.com/watch?v=efYdHCiBQnY ) jika dinyayikan oleh Maher Zein, Fadli Padi, Opick, para diva Indonesia, bahkan oleh Muballig lainnya, akan memberikan nuansa dan perspektif berbeda.. Karena penangkapan indera kita pada symbol dan sudut lain dapat memberikan perbedaan makna yang besar.

Tapi, apalah artinya itu semua. Syair lagu yang memiliki makna yang dalam dan indah tetap saja memancarkan dirinya. . Seperti penari yang menari, ambillah penarinya untukmu, kuambil tariannya untukku. Atau gulungan ombak di pantai. Yang lain melihat ombak dan membawanya ke tepian. Sedangkan makna menggenggam deru-derunya ke imajinasi tanpa batas yang hanya bertepikan harapan dan cinta.

Syair lagu ini secara konseptual, kontekstual, dan imajiner menggambarkan  perjalanan kehidupan manusia. Bangunan spiritual manusia dihembuskan ke dalam “Tanah atau Debu” yang disertai proses “persaksian jiwa” seorang hamba kepada Sang Khalik-Titik awal percintaan.

Namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa untuk selamanya.
Namaku cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia.

Selanjutnya bertumbuh dan berkembang dalam kehidupan dunia dengan segala realitasnya. Di sini terjadi proses penempaan luar biasa untuk mengasah kesungguhan dan kemurnian, dan kesejatian cinta. Ada cobaan, ada ujian, ada interaksi luar biasa, ada kemunafikan, ada putus asa, ada pengkhianatan, ada harapan, ada ketakutan, dan cinta. Manusia membangun, yang lainnya mengurai. Manusia yang sedih, yang lainnya tertawa. Proses ini berjalan setiap saat dalam situasi sadar atau tanpa sadar.

Hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat, cintaku berkhianat.

Hingga akhirnya berproses pada “Kepasrahan Total” yang bermakna kembali ke asalnya yaitu tanah atau debu. Karena hanya dengan kepasrahan total di hadapan Allah SWT hati menjadi tentram untuk mampu menerima keridhaan-Nya.

Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi  tenggelam dalam lautan luka dalam.
Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu
Menepi menepilah menjauh semua yang terjadi di antara kita.

Pengertian -Aku tanpamu butiran debu- memiliki makna spiritual yang tinggi. Teringat teori “Spirituality of Imperfection” dalam imajinasi opposite. Terkadang, dalam banyak hal, dan kondisi yang menjatuhkan justru memunculkan nilai-nilai rohaniah seperti mutiara di dasar laut.

Maka biarlah yang lain mengambil arti cinta dalam atmosfir cinta manusia.

Alunan lagu dan musik ini menghibur banyak orang. Menghasilkan percakapan dan pundi-pundi. Memberikan ketenaran bagi penyanyinya, produser, infotaiment, pedagang kaki lima, sahabat, kerabat, dan daerahnya.

Rumor adalah pengantar sesaat yang telah terpilih oleh-Nya. Seperti Allah SWT memilih untuk memberikan rahmat dan rahim-Nya melalui orang dan pada saat yang tepat bagi kita. Biarlah Rumor akan semakin menjadi Rumor. Karena makna spiritualnya, dalam keheningan menukik jauh ke atas yang hanya bertepikan harapan, rasa takut, dan cinta.

Kita berasal dari tanah, kembali ke tanah seperti butiran debu Padang Arafah hingga jiwa yang suci kembali ke haribaan-Nya.

Dan kitapun hanya butiran debu,  jika tanpa keridhaan-Mu , Yaa….Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s