Horizon Ramadhan


23

2608 Views

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

3. Menjamu Berbuka Puasa

Menjamu berbuka puasa kepada seorang muslim, khususnya orang-orang fakir di bulan Ramadhan merupakan perbuatan baik yang akan mendapat ganjaran luar biasa. Sekaitan dengan perbuatan baik ini, Rasulullah Saw bersabda, “Menjamu dan memberi makan orang yang berpuasa akan menyebabkan terhapusnya dosa-dosa yang lalu.” Begitu pentingnya menjamu berbuka puasa di bulan Ramadhan sehingga Rasulullah dalam hadis lainnya bersabda, “Berusahalah menjauhkan api neraka dari diri kalian, sekalipun itu dengan memberi makan orang yang berpuasa walau hanya setengah korma dan air seteguk.”

4. Memberi Sedekah

Seseorang yang memberikan sedekah di bulan Ramadhan, pahalanya dilipatgandakan beberapa kali lipat bila dilakukan di luar bulan suci ini. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Siapa saja yang memberikan sedekah di bulan Ramadhan, maka ia akan dijauhkan dari 70 jenis cobaan.”

5. Shalawat kepada Rasulullah dan Keluarganya

Di bulan Ramadhan banyak sekali hadis yang menyebutkan tentang sunnahnya membaca zikir atau tasbih tertentu. Dari sejumlah bacaan-bacaan yang dianjutkan itu, membaca shalawat kepada Nabi dan keluarganya adalah yang paling utama dan mulia. Di bulan Ramadhan umat Islam dianjurkan untuk membaca shalawat kepada Rasul dan keluarganya sebanyak seratus kali.

6. Membaca Istighfar

Sebagaimana diketahui sebelumnya, di bulan Ramadhan pintu-pintu neraka ditutup, sementara pintu-pintu rahmat ilahi terbuka lebar. Kondisi yang demikian membuat orang yang bertaubat dan membaca istighfar akan lebih cepat diterima oleh Allah Swt. Sekaitan dengan hal ini, Imam Ali as berkata, “Hendaknya kalian banyak membaca istigfar dan berdoa kepada Allah. Adapun doa manfaatnya membentengi kalian dari cobaan yang akan menimpa. Sementara beristighfar akan menghapus dosa-dosa kalian yang telah lalu.”

7. Itikaf

Pada bulan Ramadhan banyak hadis yang menyebutkan Rasulullah Saw melakukan itikaf di masjid. Ibadah itikaf membantu seorang muslim untuk menjauhi kelezatan dunia dan segala yang bersifat materi. Karena menjauhi dunia merupakan akar kebaikan, sebagaimana mencintai dunia adalah puncak segala keburukan. Seseorang yang melakukan itikaf di bulan Ramadhan berarti telah memutuskan untuk mengambil langkah besar dalam hidupnya untuk meraih kemuliaan dan kedekatan kepada Allah. Beritikaf di bulan Ramadhan, khususnya sepuluh hari terakhir sangat ditekankan oleh Nabi Muhammad Saw. Terlebih lagi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan kemungkinan jatuhnya Lailatul Qadr lebih besar. Rasulullah Saw dalam sebuah hadisnya bersabda, “Itikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan pahalanya sama dengan ganjaran orang yang melakukan dua kali haji dan umrah.

8. Lailatul Qadar

Malam paling mulia sepanjang tahun adalah Lailatul Qadar. Di malam ini Allah Swt menurunkan al-Quran dan menjadikan malam ini sebagai malam penuh berkah. Nilai Lailatul Qadar oleh al-Quran dipadankan dengan seribu bulan. Imam Shadiq as berkata, “Dengan membaca al-Quran kita mengetahui bahwa jumlah bulan di sisi Allah ada 12. Sementara puncak dari 12 bulan itu adalah bulan Ramadhan. Lebih dalam lagi, jantung dari bulan Ramadhan adalah Lailatul Qadar.”

Rasulullah Saw dalam menafsirkan surat al-Qadar mengatakan, “Setiap orang yang menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar, dimana ia mukmin dan percaya akan Hari Kiamat, maka seluruh dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah Swt.” Kekhususan paling menonjol dari Lailatul Qadar adalah takdir setiap orang untuk tahun yang akan datang ditentukan di malam mulia ini. Oleh karenanya, orang-orang mukmin di malam ini terjaga dan memohon kepada Allah Swt agar diberi takdir yang terbaik bagi diri dan seluruh umat manusia.

9. Turunnya Al-Quran

Sesuai dengan hadis-hadis yang diriwayatkan, seluruh al-Quran diturunkan pada hati Rasulullah Saw di malam Lailatul Qadar. Dalam istilah ilmu Ulumul Quran, penurunan al-Quran semacam ini disebut penurunan sekaligus. Adapun penurunan secara bertahap dan detil dari al-Quran terjadi selama 23 tahun periode kenabian Rasulullah Saw. Pada intinya Lailatul Qadar merupakan malam penuh berkah. Karena Allah Swt dalam surat ad-Dukhaan ayat 3 berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”

Turunnya Malaikat di malam Lailatul Qadar menjadi petunjuk lain akan mulianya malam ini. Sekaitan dengan perbuatan dan amal saleh di malam Lailatul Qadar, Imam Baqir as berkata, “Amal saleh di malam Lailatul Qadar seperti shalat, zakat dan perbuatan baik lainnya lebih baik dari perbuatan yang dilakukan di seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar.” (IRIB Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s