Haji adalah Refleksi Persatuan dan Keagungan Islam


Haji adalah Refleksi Persatuan dan Keagungan Islam

Menurut Kantor Berita ABNA, Hari ini (Kamis 25/10) di manasik Haji bertepatan dengan Hari Arafah (Wukuf). Hari Arafah merupakan kristalisasi ibadah dan keikhlasan hamba terhadap Tuhannya. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei di pesan haji tahun ini bertepatan dengan Hari Arafah menjelaskan tujuan dan ambisi musuh dalam mengobarkan fitnah di Dunia Islam. Di pesannya beliau menekankan urgensitas menjaga persatuan dan solidaritas antara sesama umat Islam.

Pesan Rahbar yang dibacakan bersamaan dengan Hari Arafah, Ayatullah al-Udzma Khamenei menyebut ritual haji sebagai kesempatan penting untuk merenungkan dan mempelajari problematika Dunia Islam. Beliau berkata, nasib revolusi rakyat di kawasan dan upaya pemerintah yang dirugikan oleh revolusi ini guna menyelewengkan revolusi rakyat termasuk dari isu-isu penting Dunia Islam.

Kini musuh Islam mengincar persatuan umat muslim dan ibadah Haji tak diragukan lagi menjadi kesempatan besar guna merefleksikan persatuan dan keagungan umat Islam. Oleh karena itu, ritual Haji tak ubahnya sebuah usaha untuk mempelajari kapasitas dan kemampuan umat Islam serta mengarahkannya ke peran signifikan dalam menentukan nasib umat.

Apa yang ditekankan Rahbar di pesan hajinya tahun ini adalah salah satu isu paling urgen Dunia Islam yang tak dapat dipisahkan dari nasib umat Muslim itu sendiri. Isu tersebut adalah fenomena revolusi rakyat di Afrika utara dan kawasan.

Pilar utama kebangkitan rakyat di negara-negara ini yang telah berhasil menumbangkan sejumlah rezim despotik dan pelayan Amerika serta sekutu Rezim Zionis Israel adalah resistensi dalam melawan pemerintah despotik dan pengaruh Amerika Serikat. Hal ini menjadi awal dari perubahan besar yang dapat memperkokoh asas reformasi umat Islam yang besar. Maka tak heran jika musuh berusaha keras merusak asas ini.

Di pesan Rahbar diisyaratkan poin penting bahwa ambisi busuk Amerika, NATO dan Israel mendorong mereka memanfaatkan sejumlah kelalaian dan kekhawatiran untuk menyelewengkan gerakan pemuda muslim dan dengan nama Islam mereka saling mengadu pemuda muslim tersebut. Tak hanya itu, mereka juga mengubah jihad anti imperialisme dan Zionis menjadi aksi terorisme membabi buta di jalan-jalan untuk menumpakan darah umat Islam di tangan sesamanya. Dengan demikian musuh-musuh Islam akan selamat dari kebuntuan selama ini yang mereka hadapi. Di sisi lain, citra Islam dan kubu muqawama akan rusak.

Poin lain dari konspirasi musuh ini adalah peran pesuruh dan pelayan kubu arogan di kawasan dan salah satu bukti nyata adalah krisis di Suriah. Bukti-bukti kuat menunjukkan bahwa musuh Islam mengobarkan krisis  guna menyelewengkan opini sebuah bangsa terhadap isu-isu penting negara mereka dan ancaman yang ada serta menfokuskan fenomena pertumpahan yang sengaja dikobarkan musuh Islam.

Sejatinya pengobaran perang saudara di Suriah dan pembantaian pemuda muslim oleh sesama mereka adalah kejahatan yang digelar Amerika Serikat, Israel dan negara-negara pelayannya. Motifnya adalah membalas dendam kepada pemerintah yang melawan penjajahan Israel selama tiga dekade dan membela kelompok muqawama di Palestina dan Lebanon.

Oleh karena itu, kini imperialis dunia gencar mengobarkan fitnah di tengah umat Islam dan berusaha keras memojokkan pejuang serta memadamkan jihad bangsa Palestina. Propaganda anti Islam pemerintah Barat dan dukungan mereka kepada penista kesucian Rasulullah Saw merupakan persiapan untuk mengobarkan perang saudara dan memecah belah sejumlah negara Islam.

Mengingat seluruh realita ini maka jamuan Ilahi di musim Haji harus dijadikan kesempatan untuk merenungkan dan mempelajari problematika dan isu-isu penting yang dihadapi Dunia Islam serta sumpah untuk berlepas diri dari kaum musyrik. Nasib dari revolusi rakyat kawasan dan upaya kekuatan yang terluka akibat revolusi ini untuk menyelewengkan tujuan suci kebangkitan rakyat juga tidak luput dari asas penting di musim Haji ini.

Berikut teks lengkap terjemahan pesan tertulis Pemimpin Besar Revolusi Islam kepada Jemaah Haji 1433 Hijriyah yang dinukil dari www.leader.ir berbahasa Indonesia:

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين و صلوات الله و سلامه علي الرسول الاعظم الأمين و علي آله المطهّرين المنتجبين و صحبه الميامين

Musim haji yang penuh dengan rahmat dan berkah telah tiba dan kembali menyinari mereka yang beruntung hadir di tempat-tempat nurani itu dengan pancaran anugerah Ilahi. Di sini, waktu dan tempat mengajak Anda semua yang tengah melaksanakan ibadah haji untuk beranjak menaiki tangga menuju ketinggian maknawi dan materi. Di sini, dengan hati dan lisan, muslim dan muslimah bersama-sama memenuhi panggilan Allah Yang Maha Besar untuk melangkah ke arah kebaikan dan kejayaan. Di sini, semua orang mendapat kesempatan berlatih persaudaraan, kesamaan dan ketaqwaan. Di sinilah kamp pendidikan dan pengajaran; ajang pentas persatuan, keagungan dan keanekaan umat Islam; kancah bergumulan melawan syaitan dan thaghut. Inilah lokasi yang ditetapkan Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Kuasa sebagai tempat bagi kaum mukminin untuk bisa menyaksikan kepentingan dan kebaikan mereka. Sesaat ketika membuka mata akal dan ibrah, kita saksikan bahwa janji samawi ini meliputi seluruh sisi kehidupan individual dan sosial kita.

Keistimewaan syiar haji terletak pada kombinasi urusan dunia dan akhirat atau sisi individu dan sosial di dalamnya. Ka’bah yang tanpa hiasan namun megah; tawaf fisik dan hati mengelilingi satu poros yang berdiri kokoh dan abadi; gerak dan usaha yang berkesinambungan dan teratur antara satu titik awal dan titik akhir; perpindahan kolosal ke Arafah dan Masy’ar yang mirip kondisi hari kiamat dengan kekhusyukan di tempat konsentrasi agung itu yang memberi kejernihan dan kesegaran pada setiap kalbu; serbuan serentak melawan simbol syaitan; dan berikutnya adalah kesamaan semua orang yang datang dari semua tempat, dengan aneka warna dan jenis untuk bersama-sama mengikuti ritual yang penuh rahasia dan sarat dengan nuansa spiritual dan tanda-tanda hidayah… Semua itu adalah keistimewaan yang hanya ada pada ibadah yang penuh makna dan kandungan ini. Ritual seperti inilah yang mengikat hati dengan dzikir kepada Allah dan menyinari kalbu dengan cahaya taqwa dan iman. Ritual ini mengeluarkan orang dari kekangan diri dan meleburnya dalam kumpulan umat Islam dengan keberagamannya, membungkusnya dengan pakaian ketaqwaan yang melindungi jiwanya dari serangan anak-anak panah dosa yang beracun, serta membangkitkan semangat melawan syaitan dan thaghut dalam dirinya.

Di sini, dengan mata kepala sendiri, jemaah haji menyaksikan miniatur dari umat Islam yang besar dan menyadari akan kapasitas dan kemampuannya. Dengan itu, tumbuh optimisme akan masa depan dan kesiapan untuk berperan aktif di dalamnya. Selain juga, -jika mendapat taufik dan inayah dari Allah- ia akan mengikat baiat dengan Nabi yang agung dan memperkuat janji setia dengan Islam yang tercinta serta memperkuat tekad untuk memperbaiki diri dan umat serta meninggikan Islam. Kedua hal ini, yakni perbaikan diri dan perbaikan umat adalah dua kewajiban yang tak pernah dihapuskan. Bagi orang yang suka berpikir, dengan menggunakan akal budi dalam melaksanakan kewajiban agama dan dengan memanfaatkan logika dan kearifan, tidak sulit untuk menemukan cara untuk melaksanakan kewajiban ini.

Memperbaiki diri dimulai dari perang melawan hawa nafsu syaitani dan upaya untuk menjauhi dosa, sementara memperbaiki kondisi umat dimulai dengan mengenal musuh dan agendanya lalu berjuang untuk meredam dampak pukulan dan tipudayanya. Pada tahap berikutnya, keterikatan hati, tangan dan lisan antara umat Islam dan bangsa-bangsa Muslim akan terjalin.

Saat ini, salah satu masalah terpenting Dunia Islam yang berhubungan langsung dengan nasib umat Islam adalah revolusi-revolusi yang terjadi di kawasan utara Afrika dan Jazirah Arabia. Sampai sekarang, transformasi ini sudah menggulingkan beberapa rezim bejat yang tunduk kepada Amerika Serikat (AS) dan bersekutu dengan zionisme, dan tengah mengguncang kekuasaan beberapa rezim yang lain. Rugi besar jika kaum muslimin tidak memanfaatkan kesempatan agung ini untuk memperbaiki nasib umat Islam. Sekarang, kubu istikbar agresor yang suka intervensi tengah menguras tenaga untuk menyimpangkan gerakan agung umat Islam ini.

Dalam gerakan-gerakan yang besar ini, muslim dan muslimah bangkit untuk melawan kediktatoran para penguasa dan menentang hegemoni AS yang berujung pada pelecehan dan penistaan bangsa-bangsa lain serta kedekatan dengan rezim zionis yang haus kejahatan. Dalam perjuangan hidup dan mati ini, faktor penyelamat bagi mereka adalah Islam serta ajaran dan syiar-syiarnya. Dan, inilah yang mereka nyatakan dengan suara lantang. Pembelaan kepada bangsa Palestina yang tertindas dan perjuangan melawan rezim perampas Zionis menjadi tuntutan utama mereka. Mereka mengulurkan tangan persahabatan kepada bangsa-bangsa Muslim dan menuntut persatuan umat Islam.

Inilah pilar-pilar utama yang menopang gerakan rakyat di negara-negara yang sejak dua tahun lalu mengibarkan panji kebebasan dan reformasi dengan partisipasi rakyat yang hadir di tengah medan revolusi dengan jiwa dan raga. Dan, inilah yang bisa menjadi pilar utama untuk menopang proses reformasi di tubuh umat Islam yang besar ini. Syarat yang harus dipenuhi untuk meraih kemenangan final dari gerakan kebangkitan rakyat di negara-negara itu adalah resistensi dalam memegang prinsip.

 

Musuh terus berusaha menggoyang pilar-pilar utama ini. Tangan-tangan keji AS, NATO, dan rezim zionis berusaha memanfaatkan celah-celah kelengahan dan pemikiran dangkal untuk memalingkan gerakan para pemuda Muslim yang mengalir deras ini lalu mengadu domba antara mereka dengan mengatasnamakan Islam. Mereka mengubah jihad anti imperialisme dan anti zionisme menjadi terorisme buta jalanan di Dunia Islam untuk menumpahkan darah umat Islam di tangan Muslim. Dengan demikian, musuh Islam akan terbebas dari kebuntuan dan citra Islam serta para mujahidnya akan tercoreng di mata dunia.

Setelah kecewa dan putus asa karena gagal menghapuskan Islam dan syiarnya, kini dengan menebar fitnah di tengah kelompok-kelompok Muslim dan dengan mengusung agenda Syiahphobia atau Sunniphobia mereka berusaha mencegah terwujudnya persatuan umat Islam.

Dengan bantuan kaki tangannya di kawasan, mereka menciptakan krisis di Suriah untuk memalingkan bangsa-bangsa lain dari krisis di negara masing-masing dan bahaya yang mengancam mereka. Itu semua dilakukan dengan menciptakan drama berdarah. Perang saudara di Suriah dan pembunuhan para pemuda Muslim di tangan saudaranya sendiri adalah kejahatan yang dimulai dan dimarakkan oleh AS, Zionis dan rezim-rezim dependen. Siapa yang bisa percaya bahwa negara-negara pelindung para diktator di Mesir, Tunisia, dan Libya kini tampil membela aspirasi rakyat Suriah yang menuntut demokrasi? Kisah Suriah adalah kisah balas dendam terhadap sebuah pemerintahan yang selama tiga dekade tampil sendirian melawan rezim perampas Zionis dan membela faksi-faksi perjuangan Palestina dan Lebanon.

Kami memihak rakyat Suriah dan menentang segala bentuk provokasi dan intervensi asing di negara itu. Reformasi apapun di Suriah harus dilakukan sendiri oleh rakyat di sana dan dengan cara-cara mereka sendiri. Adalah bahaya yang besar ketika kubu hegemoni internasional yang dibantu oleh rezim-rezim dependen di kawasan campur tangan dengan menciptakan krisis di suatu negara dan dengan alasan krisis, mereka merasa berhak melakukan kejahatan apa saja di negara itu. Bahaya besar ini harus disadari oleh rezim-rezim di kawasan. Jika tidak, maka mereka harus menanti giliran untuk dipermainkan kubu istikbar dengan cara seperti itu.

Saudara dan saudari! Musim haji adalah kesempatan untuk merenungkan dan memikirkan secara mendalam isu-isu penting di Dunia Islam. Nasib revolusi-revolusi di kawasan dan upaya yang dilakukan kubu adidaya untuk menyimpangkannya adalah bagian dari isu-isu penting itu. Agenda pengkhianatan dalam bentuk tebaran fitnah perselisihan di tengah umat Islam dan upaya menciptakan sangkaan buruk pada sebagian negara Islam terhadap Republik Islam Iran; isu Palestina dan pendeskriditan para pejuangnya serta upaya memadamkan gelora jihad; propaganda anti Islam yang dilakukan rezim-rezim Barat dan pembelaan mereka kepada para penista kesucian Nabi Muhammad Saw; agenda menciptakan perang saudara dan upaya memecah belah di sejumlah negara Islam; skenario menakut-nakuti negara dan bangsa-bangsa revolusioner akan bahaya melawan hegemoni Barat dan penyebaran anggapan bahwa masa depan mereka bergantung pada ketertundukan kepada kaum agresor… semua itu adalah isu-isu penting yang perlu direnungkan dan dipikirkan secara mendalam oleh Anda semua, jemaah haji, dalam suasana persaudaraan dan keakraban.

 

Tak diragukan bahwa hidayah dan bimbingan Ilahi akan menunjukkan jalan keamanan dan keselamatan kepada umat mukmin yang berjuang.

 

 

و الذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا

“Dan mereka yang berjuang di jalan Kami maka Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami…”

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sayyid Ali Khamenei

30 Mehr 1391 HS (21 Oktober 2012)

5 Dzulhijjah 1433 H

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s