Al-Qur’anpun Menolak Pluralisme (Ayatullah Jawad Amuli hafizhullah)


“Jika sesuatu amal tidak berdasar pada petunjuk Nabi, maka bukan termasuk amal saleh. Jika shalat dengan segala keutamaan dan fadilahnya, jika hari ini dilakukan dengan berkiblat kearah al Quds maka itu bukan termasuk amal saleh. Amal saleh tidak lain hanyalah amalan yang sesuai dengan tuntutan Nabi ditiap masanya. Dan bukanlah yang dimaksudkan amal saleh adalah tetap melakukan amalan agama, minhaj dan syariat yang telah terhapus dengan kehadiran Nabi yang baru.”  

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah al Uzhma Abdullah Jawadi Amuli, dalam kelas tafsir Al-Qur’an pada pembahasan tafsir surah al Ankabut yang diasuhnya menegaskan pluralisme (yang artinya semua agama benar) dalam pandangan Al-Qur’an adalah sesuatu yang batil. Beliau mengatakan, “Allah SWT pada ayat ini setelah membahas tauhid kemudian menceritakan kisah-kisah para Anbiyah as. Yakni mengenai nabi Nuh as, nabi Ibrahim as, nabi Luth as, nabi Syuaib as dan nabi Musa as. Setelah itu dikatakan bahwa sesungguhnya umat manusia itu memiliki satu Tuhan, satu akhirat dan satu jalan yang lurus, dan tidak lebih dari satu. Dan semua nabi berada pada satu jalan yang lurus itu, meskipun diantara nabi-nabi itu membawa syariat dan minhaj yang berbeda-beda.”

Ulama besar yang juga seorang mufassir tersebut kemudian menyebutkan surah Al Baqarah ayat 62, (إِنَّ الَّذِینَ آمَنُواْ وَالَّذِینَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِینَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْیَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَیْهِمْ وَلاَ هُمْ یَحْزَنُونَ ) yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Dan mengatakan, “Sebagian orang dengan berdalih pada ayat ini menyatakan keabsahan pluralisme, bahwa semua agama bisa saja benar. Namun sesungguhnya, Allah SWT pada ayat ini menyatakan bahwa keempat kelompok yaitu mukminun, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin jika mengakui keesaan Allah SWT, iman kepada ma’ad (akhirat) dan beramal saleh maka akan mendapatkan pahala dari sisi Allah SWT.”

“Tidak sedikit yang dengan berdasar pada ayat tersebut menyatakan jalan hak itu tidak satu, sementara pada surah tersebut sendiri dijelaskan persyaratannya, pertama, iman kepada Tuhan, iman kepada hari akhir, dan yang ketiga adalah beramal saleh. Apakah yang dimaksud dengan amal saleh? Amal saleh adalah amal yang sesuai dengan tuntutan hujjah di tiap zaman.” Tambah beliau.

Ulama penulis kitab Tafsir at Tasnim tersebut kemudian melanjutkan, “Jika sesuatu amal tidak berdasar pada petunjuk Nabi, maka bukan termasuk amal saleh. Jika shalat dengan segala keutamaan dan fadilahnya, jika hari ini dilakukan dengan berkiblat kearah al Quds maka itu bukan termasuk amal saleh. Amal saleh tidak lain hanyalah amalan yang sesuai dengan tuntutan Nabi ditiap masanya. Dan bukanlah yang dimaksudkan amal saleh adalah tetap melakukan amalan agama, minhaj dan syariat yang telah terhapus dengan kehadiran Nabi yang baru.”

“Yang dimaksud beberapa jalan adalah disetiap masa dengan Nabinya masing-masing adalah hujjah, namun di akhir zaman, hanya satu din yang hak.” Tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s