Saya adalah Ayah dari Pengikut Sunni dan Syiah


“Persatuan kaum muslimin adalah perintah penting dan mendesak dalam Islam dan memang pada kenyataannya kita sangat membutuhkan itu. Dan tanpa adanya persatuan itu, tidak ada hari bagi kita untuk bisa bangkit dan mencapai kejayaan.”  

REKTOR AL AZHAR

Menurut Kantor Berita ABNA, upaya keras kelompok Salafi dalam beberapa bulan terakhir di Mesir untuk memecah belah antara Sunni dan Syiah dan menyebar luaskan dakwah mereka bahwa Syiah bukan Islam dan termasuk sebagai golongan kafir tidak membuahkan hasil. Rektor Universitas al Azhar Mesir, Syaikh DR. Ahmad Tayyib untuk kesekian kalinya menyikapi pengkafiran Syiah yang dilakukan kelompok Wahabi/Salafi mengatakan, “Hari ini, kami senantiasa berupaya keras mewujudkan persatuan kaum muslimin, diseluruh negara-negara muslim.  Meskipun sekelompok orang tidak senang dan terus gencar menyebarkan fitnah perpecahan di tubuh kaum muslimin.

Rektor Universitas Al Azhar tersebut melanjutkan, “Persatuan kaum muslimin adalah perintah penting dan mendesak dalam Islam dan memang pada kenyataannya kita sangat membutuhkan itu. Dan tanpa adanya persatuan itu, tidak ada hari bagi kita untuk bisa bangkit dan mencapai kejayaan.”

Berkenaan dengan stasiun-stasiun TV yang gencar menyiarkan program yang menyebut Syiah kafir dan bukan Islam, ulama besar Mesir tersebut mengatakan, “Itu adalah perbuatan dan tindakan yang tidak bisa diterima. Dan sama sekali tidak ada penjelasan dan hujjahnya dari Al-Qur’an, hadits dan Islam.”
“Kami shalat dibelakang Imam jama’ah Syiah dan demikian pula sebaliknya yang dilakukan umat Syiah. Mereka mengimani Al-Qur’an yang sama, dan tidak memiliki Al-Qur’an yang berbeda. Jika mereka memiliki Al-Qur’an yang berbeda, tentu para orientalis akan menjadikan itu sebagai bahan pengkajian dan penelitian mereka dan akan menyampaikan kepada kita secara terbuka.” Lanjutnya.

Lebih lanjut Rektor Al Azhar tersebut menyatakan tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syiah yang fundamental yang dapat menjadikan alasan satu sama lain saling mengkafirkan. “Munculnya perbedaan dalam masalah amal, pandangan dalam politik adalah perbedaan dalam masalah ijtihadi. Dan kehadiran Universitas al Azhar adalah mewujudkan persatuan umat Islam ditengah-tengah adanya perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadi tersebut. Itulah tujuan asli dari eksistensi Universitas Al Azhar.”

Menyinggung niatnya melakukan perjalanan ke Irak termasuk mengunjungi kota Najaf, beliau mengatakan, “Saya adalah ayah dari pengikut  Sunni dan Syiah, dan insya Allah dalam waktu dekat akan melakukan perjalanan ke Irak dan akan berziarah ke kota Najaf.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s