Daras Akhlak: Nilai dan Anti Nilai


 

Nilai dan Anti Nilai

 

Rasulullah Saw bersabda, “Apa yang akan terjadi dengan kalian ketika wanita dan pemuda kalian menjadi rusak, sementara kalian tidak melakukan amar makruf dan nahi munkar?” Dikatakan kepada beliau, “Apakah akan terjadi yang demikian?” Rasulullah Saw menjawab, “Iya dan akan lebih buruk dari itu, dimana kalian memerintahkan yang munkar dan melarang yang makruf.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah akan sampai seperti itu?” Beliau menjawab, “Iya, bahkan lebih buruk dari itu, dimana kemampuan memilih dan memilah kalian menjadi terbalik. Makruf di mata kalian menjadi munkar dan sebaliknya, munkar menjadi makruf.”[1]

 

Dalam hadis ini Rasulullah Saw menjelaskan tiga tahapan penyimpangan umatnya:

 

1. Manusia melupakan kewajiban amar makruf dan nahi munkar.

 

2. Memerintahkan yang sebaliknya, memerintahkan munkar dan melarang makruf.

 

3. Penyimpangan ini merasuk ke dalam diri manusia, sehingga mengubah keyakinannya, dimana perbuatan buruk dinilainya sebagai satu kebanggaan serta tanda kepribadian dan peradaban. Sementara perbuatan baik menjadi anti nilai dalam pandangannya.

 

Patut diketahui bahwa tiga tahapan ini tidak terbatas hanya pada masalah amar makruf dan nahi munkar, tapi dalam setiap dosa pasti ada tiga tahapan ini. Manusia yang secara perlahan-lahan mendekati perbuatan dosa, maka langkah pertamanya adalah tidak peduli. Baginya sama saja berbuat dosa dengan berbuat baik. Setelah itu ia mulai mengambil sikap dengan mengajak perbuatan buruk dan melarang perbuatan baik. Bila hal ini telah dijalaninya, maka ia memasuki tahap ketiga, dimana kemampuannya memilih dan memilah menjadi berubah. Ia kini melihat perbuatan dosa sebagai satu keutamaan. Bila seseorang sampai pada tahapan ini, maka untuk kembali dan bertaubat menjadi satu hal yang sulit sekali. Karena ia telah merusak jembatan yang ada di belakangnya. Semua ini berjalan secara bertahap dan tidak disadari oleh manusia.

 

Masalah ini juga diungkapkan oleh Imam Ali as dengan pentakbiran yang luar biasa. Beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak bangkit untuk membela yang makruf dan melawan yang munkar, sekalipun dengan hatinya, maka hatinya akan berubah, dimana yang di atas menjadi di bawah dan sebaliknya, yang di bawah menjadi di atas.”[2]

 

Kondisi seperti ini terkadang terjadi pada pribadi dan bisa terjadi juga pada sebuah masyarakat. Allah Swt dalam al-Quran berfirman, “… Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.[3] (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s