Menghina Sahabat Nabi Bertentangan dengan Ajaran Ahlul Bait as


Ayatullah al Uzhma Sayyid Ali Sistani ulama marja taklid Syiah kembali merilis fatwa yang menyatakan penghinaan dan pelecehan terhadap sahabat-sahabat Nabi Saw adalah haram hukumnya dan menyelisihi jalan Ahlul Bait as. “Aksi tersebut harus dikecam keras, sebab bertentangan dengan apa yang telah digariskan para Aimmah as untuk para Syiahnya.” Tegas beliau.  

400 ? 400: true);
background:#f0f0f3;
border:solid 1px #000000;
}

.img2 {
max-width:600px;
width: expression(this.width > 590 ? 590: true);
background:#f0f0f3;
border:solid 1px #000000;
}
–>

Menghina Sahabat Nabi Bertentangan dengan Ajaran Ahlul Bait as

Menurut Kantor Berita ABNA, menyikapi aksi bom bunuh diri anasir kelompok Wahabi yang merenggut sejumlah nyawa peziarah dari warga Syiah yang sedang dalam perjalanan menuju Kadzimain dalam rangka memperingati kesyahidan Imam Jawad as beberapa hari sebelumnya, sejumlah pemuda yang mengklaim diri Syiah melakukan kecaman dan protes keras. Dengan mengendarai mobil yang dilengkapi pembesar suara di kota ‘Azamiyah yang mayoritas warganya adalah pengikut Ahlus Sunnah, demonstran tersebut mengecam aksi biadab dan pengecut tersebut sembari menghina dan melecehkan beberapa sahabat dan Aisyah istri Nabi.

Video aksi kontroversial tersebut dengan begitu cepat beredar di laman jaringan sosial seperti Facebook dan Twiter serta dipublish melalui Youtube, dan menjadi pembicaraan hangat banyak kalangan. Dengan tersebarnya aksi penghinaan tersebut, sejumlah warga Sunni dari enam provinsi di kawasan utara Irak melakukan aksi unjuk rasa balasan, dengan mengutuk warga Syiah yang mengecam dan melakukan penghinaan terhadap sahabat dan tokoh-tokoh yang diagungkan kaum Sunni.

Muhammad Thaha al Mahdun salah seorang pejabat Irak mengatakan, “Dengan adanya aksi unjuk rasa serentak di enam provinsi Al Anbar, Shalahuddin, Kurkuk, Ninui, Diyali dan Baghdad menyebabkan kantor-kantor pemerintahan dan sekolah harus diliburkan kecuali pihak keamanan dan kepolisian serta rumah sakit.”

Ke enam provinsi yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut, pada tahun sebelumnya adalah yang juga melakukan demonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan Nuri Maliki.

Menghindari terjadinya perpecahan yang bertentangan dengan upaya keras ulama-ulama Sunni dan Syiah di Irak yang bertekad menciptakan persatuan nasional rakyat Irak, Ayatullah al Uzhma Sayyid Ali Sistani ulama marja taklid Syiah kembali merilis fatwa yang menyatakan penghinaan dan pelecehan terhadap sahabat-sahabat Nabi Saw adalah haram hukumnya dan menyelisihi jalan Ahlul Bait as. “Aksi tersebut harus dikecam keras, sebab bertentangan dengan apa yang telah digariskan para Aimmah as untuk para Syiahnya.” Tegas beliau.

Hujjatul Islam Sayyid Muqtada Sadr juga menyerukan hal serupa dengan mengatakan, “Perbedaan yang terjadi dikalangan para ulama sepanjang sejarah adalah perbedaan yang masih dalam koridor dan batasan aturan-aturan Islam, dan bukan perbedaan yang dicetuskan dengan cara yang serampangan dari orang-orang yang tidak berilmu dan rusak akhlaknya.”

Dalam wawancara televisi yang disiarkan stasiuan Al Baghdadiyah, Sayyid Muqtada Sadr berkata, “Saya yakin, mereka yang melakukan aksi penghinaan tersebut adalah orang-orang yang tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan, melainkan sekedar mengambil uang dan keuntungan dari orang-orang yang mengupah mereka, yang tujuannya menyulut perselisihan dan peperangan di tengah-tengah masyarakat.”

“Mereka yang melakukan itu adalah sekumpulan orang-orang jahil yang tidak punya hak menisbatkan dirinya sebagai Syiah Ahlul Bait as. Sebagaimana para pelaku kekerasan dan teror dengan melakukan pengeboman di tempat-tempat umum yang menewaskan banyak warga sipil, apa yang mereka lakukan itu tidak layak mengatasnamakan diri sebagai bagian dari Sunni atau bahkan umat Islam.” Tegasnya.

Dari pihak pemerintah Irak, Kantor Resmi Perdana Menteri mengeluarkan pernyataan mengutuk keras peledakan bom terhadap para peziarah Syiah dan juga mengecam keras aksi penghinaan kepada tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam. Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa aksi-aksi kekerasan dan penghinaan adalah upaya untuk merusak ketentraman warga dan menyulut perselisihan. Pemerintah Irak berharap ulama Syiah dan Sunni tidak terpengaruh dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang akan menambah parah situasi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s