Ayatullah Jawadi Amuli: Kezaliman Terbesar adalah Zalim terhadap Diri Sendiri


AYATOLLAH JAWAD AMULI
“Kezaliman terbesar yang dilakukan seorang manusia, adalah zalim terhadap dirinya sendiri. Dan kezaliman terhadap diri sendiri yang terbesar adalah menjebakkan diri pada perilaku kesyirikan dan setia terhadap keyakinan-keyakinan yang batil, sementara saat ini telah tersedia banyak cara untuk  mengetahui hakekatnya.” 

Menurut Kantor Berita ABNA, Majelis Tafsir Al-Qur’an oleh Ayatullah Al Uzhma Jawadi Amuli yang berlangsung di Masjid A’dzham kota suci Qom Republik Islam Iran dihadiri seribuan lebih pelajar agama dan masyarakat umum. Berkenaan dengan perilaku kaum musyrikin yang menyembah berhala, Ayatullah Jawadi Amuli menjelaskan, “Barang siapa yang menyembah berhala ibarat tidak memiliki mata dan telinga, sementara dihadapan mereka terdapat kitab yang memiliki kandungan pelajaran dan ilmu yang sangat tinggi atau disekeliling mereka dengan mudah dapat ditemui orang-orang yang mampu menjelaskan kepada mereka mengenai agama ini. Itu karena mereka tidak memanfaatkan mata dan telinga mereka untuk mencari dan menemukan kebenaran, yang kaki dan tanganpun memberi kesaksian atasnya.”

Ulama mufassir yang menghasilkan karya tafsir “At Tasnim” yang sudah mencapai 30 jilid sementara yang ditafsir masih sampai surah Al ‘Araf tersebut melanjutkan, “Kezaliman terbesar yang dilakukan seorang manusia, adalah zalim terhadap dirinya sendiri. Dan kezaliman terhadap diri sendiri yang terbesar adalah menjebakkan diri pada perilaku kesyirikan dan setia terhadap keyakinan-keyakinan yang batil, sementara saat ini telah tersedia banyak cara untuk  mengetahui hakekatnya.”

“Setiap manusia harus senantiasa memanjatkan do’a-do’a untuk menjadi manusia yang layak dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran manusia yang seperti ini akan menjadi penyebab terciptanya tatanan kehidupan masyarakat yang tentram yang mengajak masyarakat kepada perilaku dan amal-amal yang saleh. Masyarakat akan mencari dan meneledani pemimpin dari mereka yang memiliki kepribadian dan akhlak yang baik.” Ujar beliau.

Dalam lanjutan penyampaiannya, Ayatullah Jawadi Amuli mengatakan, “Kita berusaha sekuatnya untuk menjadi ahli syukur atas nikmat-nikmat yang dikaruniakanNya, dan diantara nikmat terbesar yang Allah berikan adalah menghadirkan ditengah-tengah kita orang yang dikaruniai kemampuan untuk memimpin dan menghidayahi kita.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s