Dr Hendy Siagian


Dr hendi siagian

lMANADO – Hendi mengungkapkan bantuannya untuk Fransiska saat akan dioperasi ketika itu.

“Saya yang donorkan darah ke Fransiska, kurang apa saya? Bagaimana kalau terjadi pada Anda, yang sudah bermaksud menolong kemudian diperlakukan seperti ini, nangis pasti! Nanti kalau saya punya anak, tidak akan saya sekolahkan di kedokteran, buat apa harus masuk penjara? Lebih bagus jadi jaksa, masuk rumah sakit gratis. Kalau jadi dokter udah susah, abis duit buat sekolah, masuk penjara lagi,” kata Hendi.

Hendry kecewa dengan kampusnya. “Jadi kami bertiga ini dikorbankan oleh satu oknum penegak hukum. Tahun 2010 kami bertiga peserta didik yang sama dengan anak sekolah. Kami ini punya cita-cita. Saya datang dari Medan ke Manado ingin jadi dokter ahli, malah yang saya dapat ini. Anak sekolah itu bayar biaya, harusnya dilindungi oleh rektor, dekan, tapi kenapa kami yang menanggungnya sendiri?” sesalnya.

“RSUP Prof Dr Kandou itu kan RS pendidikan. Di Indonesia ini ada banyak, seperti juga UI Jakarta. Jadi kami berhak sebagai anak didik dilindungi. Tapi buktinya tidak ada perlindungan, menteri pendidikan, menteri kesehatan, rektor, dekan, tidak ada yang melindungi kami,” kata Hendry.

Hendi: JPU Bilang Kalau Pakai Lex Spesialis Dokter tak Bisa Dipidana

dr Hendi Siagian SPOG pun menyatakan, mereka merasa dikriminalisasi karena hakim tidak gunakan UU Kesehatan. “Coba Anda kaji, etis nggak seorang JPU (dalam sidang di PN Manado) mengungkapkan alasan dia menuntut seperti itu (pakai pasal pidana umum).

Ketika ia ditanyakan, kenapa tidak menggunakan UU Kesehatan? Beliau menjawab karena kalau saya menggunakan lex spesialis maka dokter itu tidak bisa terpidana. Apakah itu bukan sesuatu kriminalisasi?” kata Hendri Siagian yang duduk di samping dr Hendry Simanjuntak.

 

Hendi keberatan dengan informasi media yang menyebut mereka selama setahun berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). “Orang dari kejaksaan mengatakan sudah DPO selama satu tahun. Berarti setelah putusan Septermber 2012 kita kabur hingga sekarang. Sedangkan di sidang PK bulan April sampai Mei 2013 kami menghadirinya. Terus jika saya d isitu apakah saya disembunyikan? Tidak, karena waktu itu saya ketemu jaksanya, hakimnya, wartawan dan lain-lain. Kenapa waktu itu tidak diserahkan surat perintah eksekusi? Kalau saya kabur kan tinggal diciduk,” tandasnya.

Tak Ada Niat Dokter Mencelakakan Pasien

dr.Hendry Simanjuntak SpoG mengatakan, tidak ada niat dokter mencelakakan pasien. “Tidak ada itu. Jelas ini resiko medik. Kalau masalah benang, itu bukan benang, itu plester. Kan ibu (Fransiska Maketey) dikasih oksigen supaya tidak terlepas,. Itu ditempel. Jadi yang dianggap benang itu sisa plester yang tertinggal sedikit bahannya,” jelas dr Hendry.

Dikatakannya, pasien Fransiska masuk ke RSUP Prof Dr Kandou pukul 08.00 Wita dalam keadaan baik. “Soalnya ia bisa jalan sendiri,” ungkapnya. Bukti lainnya dari hasil rekam medis. Pada pukul 17.00 Wita saat itu diputuskan operasi karena tidak memungkinkan lahir normal. “Pada saat di meja operasi disitulah terjadi keadaan jelek. Jadi, keterangan dr Erwin, spesialis forensik yang menjadi salah satu alasan hakim memutuskan kita bersalah dengan itu tadi dianggap pembiaran,” katanya.

Ia menjelaskan, ada dua jenis operasi, yaitu operasi efektif dan darurat. “Pada operasi elektif itu yang media persoalkan. Padahal sebenarnya itu adalah operasi darurat. Jadi tidak perlu lagi pemeriksaan penunjang seperti rontgen dan sebagainya. Kami berusaha dan tidak bisa menyelamatkan kedua-duanya. Dokter Ayu hanya bisa menyelamatkan bayinya. Saya heran majelis hakim juga memutuskan, kami bertiga sama-sama dihukum 10 bulan, padahal di kamar operasi ada tujuh orang, kenapa empat orang lagi tidak?” katanya. Dia juga mempersoalkan masa hukuman untuk mereka bertiga sama padahal perannya berbeda.

 

“Majelis hakim, ya minta maaf, mereka kurang teliti dalam memutuskan perkara ini,” kata Hendry.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s