Nestapa Muslim Rohingya


 

 

 

 

 

 

 

 

Bersamaan dengan peringatan yang dikeluarkan PBB terkait pelanggaran hak umat Islam di Myanmar, pemerintah Thailand dalam sebuah aksi tidak manusiawi memutuskan untuk mengembalikan sejumlah muslim

Rohinya ke negaranya. Kebanyakan muslim Myanmar sampai ke Thailand dalam rangka melarikan diri dari aksi kekerasan terorganisir warga Budha ekstrim.

Pemerintah Thailand pada hari Kamis (13/2) menegaskan tidak akan menerima lagi pengungsi baru muslim Rohingya. Sekaitan dengan hal ini, pemerintah juga mengkonfirmasikan telah mengembalikan 1300 pengungsi muslim Rohingya ke negaranya. Sebelumnya, kebanyakan dari para pengungsi ini ditempatkan di rumah tahanan Thailand.

Sementara itu, kebanyakan organisasi HAM sebelum  ini telah meminta agar para pengungsi ini tidak dikembalikan ke negaranya dengan alasan di Myanmar mereka mengalami diskriminasi paling ekstrim. Selama setahun terakhir, ratusan dari muslim Rohingya yang meninggal akibat serangan warga Budha ekstrim dan lebih dari 140 ribu dari mereka telah mengungsi ke luar negaranya.

Menurut kantor operasi keamanan dalam negeri Thailand, sejak bulan Oktober tahun lalu hingga kini, hampir 6 ribu minoritas muslim Rohingya secara ilegal memasuki Thailand untuk menyelamatkan diri dari kekerasan etnis dan agama. Mereka memasuki Thailand lewat jalur laut dari jumlah itu sebanyak 4147 orang berhasil dihalau kembali ke laut dan dari 1752 yang masih berada di negara ini, sekitar 1177 yang keseluruhannya adalah pria berada di selatan Thailand. Mereka berada di sana di bawah pengawasan polisi negara ini.

Bagaimanapun juga, keputusan Thailand memulangkan para pengungsi muslim Rohingya ini tidak tepat, apalagi aksi kekerasan terhadap mereka masih terus berlangsung di Myanmar. Hal itu juga membuat banyak organisasi pembela HAM mengritik langkah yang diambil pemerintah Bangkok ini. Berlanjutnya aksi kekerasa terhadap minoritas muslim di negara ini sangat mengkhawatirkan PBB.

Wakil HAM PBB di Myanmar setelah melawat negara ini untuk mengkaji pelanggaran hak minoritas muslim Rohingya menegaskan bahwa Myanmar tidak menghormati hak muslim Rohingya. Menurut Tomas Ojea Quintana, telah terjadi diskriminasi luas terhadap umat Islam di negara ini dan pemerintah Myanmar harus segera menyelesaikannya.

Wakil HAM PBB ini pada hari ini (Jumat, 14/2) meminta dihentikannya aksi kekerasan etnis dan agama di negara ini dan memperingatkan pemerintah Myanmar tidak memanfaatkan aksi kekerasan dan konflik sebagai alasan untuk mengusir minoritas muslim Rohingya dari negara ini.

Warga Budha ekstrim di provinsi Rohingya di barat Myanmar selama beberapa tahun terakhir tidak hanya membakar rumah, tapi juga warga muslim. Selama ini pula telah berjatuhan ratusan korban dalam konflik yang terjadi, ribuan orang hilang dan lebih dari 140 ribu harus meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke luar negeri.

Sekalipun demikian, sampai saat ini masih ada 800 ribu minoritas muslim Rohingya yang hidup di Myanmar, tapi pemerintah tidak mengakui mereka sebagai warganya. Itulah mengapa pihak pemerintah dan warga Budha negara ini yang menjadi mayoritas selama dua tahun lalu banyak melakukan aksi kekerasan, bahkan melakukan pembantaian terhadap warga muslim Rohingya. (IRIB Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s