KPU Waspadai Praktik Jual Beli Suara di Pemilu 2014


Hal ini terjadi pada Pemilu 2009.

Sabtu, 5 April 2014, 09:59 Anggi Kusumadewi, Syahrul Ansyari

Surat suara pemilu.

Surat suara pemilu. ( ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
 
VIVAnews – Komisi Pemilihan Umum mewaspadai praktik jual beli suara dalam Pemilu 2014. KPU tak ingin kejadian pada Pemilu 2009 itu terulang kembali.

“KPU mengantisipasi hal-hal seperti itu dengan memperkuat sistem,” kata Ketua KPU Husni Kamil Manik di kantor KPU, Jakarta 5 April 2014.

Sistem yang dia maksud itu antara lain memperbaiki proses di Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni terkait bagaimana rekapitulasi suara di tingkat TPS sampai ke pusat berjalan aman.

“Dalam sistem itu, kami perkuat pencatatan administrasinya dan petugas administrasi itu sendiri,” ujar Husni.

KPU juga memperbaiki cara mendokumentasikan bahan-bahan administrasi dari TPS, yakni dengan formulir C1 –formulir untuk rekap TPS. Setelah itu, KPU akan mempublikasikan dokumen C1 ke publik melalui sistem online.

“Kami memperkuat komitmen penyelenggara pemilu dengan melakukan gerakan moral menandatangani pakta integritas. Dengan itu kami pandu perilaku penyelenggara pemilu agar lebih tertib,” kata Husni. (sj)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s