Politik uang di Pemilu, rakyat berani lapor tapi ogah jadi saksi


Reporter : Jatmiko Adhi Ramadhan | Sabtu, 26 April 2014 13:31
 Politik uang di Pemilu, rakyat berani lapor tapi ogah jadi saksi

ilustrasi korupsi. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

 Merdeka.com – Dalam pelaksanaan pemilu kemarin tercatat banyak pelanggaran yang dilakukan penyelenggara dan peserta termasuk caleg. Hal itu diakui oleh komisioner Bawaslu Nasrullah.
Ia mengaku telah menerima banyak laporan kecurangan tersebut. Menurutnya, total kasus politik uang ada 85 kasus. Namun yang diproses hukum hanya 40 kasus.

Ia mengatakan, laporan terjadinya kecurangan berasal dari masyarakat. Namun yang menjadi persoalan, masyarakat tak mau menjadi saksi.

“Masyarakat sudah mulai berani namun hambatan yang kami hadapi saat menuntaskan politik uang adalah karena masyarakat tidak mau menjadi saksi mungkin karena adanya intimidasi, ketakutan. Jadi kita hanya bisa serahkan ke pengadilan,” ujar Nasrullah dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/4).

Saat ini Bawaslu hanya bisa melakukan upaya korektif dan penegakan hukum setelah hasil rekapitulasi selesai untuk menghindari adanya dugaan penggelembungan suara.

“Saat ini kita hanya bisa melakukan upaya korektif dan penegakan hukumnya kalau korektif dilakukan secara administratif, kita mensingkronkan jumlah suara yang tercatat dengan jumlah suara yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s