Sepak Bola, Budaya dan Sosial


Olahraga kian hari semakin mendapat tempat di era modern dewasa ini. Olahraga merupakan salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan fisik dan mental manusia. Olahraga menjadi sarana hiburan, pengenalan individu dengan kelompok dan membangun kebersamaan yang meningkatkan ketentraman dan keselamatan mental dan pikiran manusia. Untuk itulah, olahraga saat ini menjadi kebutuhan  masyarakat dunia. Tidak adanya bedanya apakah gulat di Iran maupun sepakbola di Brasil, atau Ski di Norwegia dan olahraga lainya. Bagaimanapun olahraga merupakan bagian penting dari pengalaman perjalanan hidup manusia.

Kini olahraga lebih dari sekedar hiburan, tapi juga menjadi industri kreatif yang menghasilkan uang berlimpah dan lapangan kerja yang besar. Tidak hanya itu, olahraga juga mengubah hubungan sosial.Tampaknya, meningkatnya kecenderungan masyarakat terhadap olahraga menjadikannya semakin memainkan peran penting di tengah masyarakat melebihi sebelumnya.

Olahraga merupakan fenomena sosial yang memiliki hubungan yang erat dengan rangkaian institusi sosial dan struktur masyarakat. Untuk itulah olahraga juga dijadikan sebagai parameter menilai kemajuan masyarakat sebuah bangsa dan negara. Berkembangnya parameter untuk menilai olahraga seperti olahraga untuk hiburan, olahraga untuk keselamatan, olahraga untuk lapangan kerja, olahraga untuk pertahanan dan bela negara, olahraga sebagai faktor budaya dan berbagai parameter lainnya. Seluruhnya menunjukkan bahwa olahraga sebagai fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. Di tengah semaraknya piala dunia di Brasil, menarik kiranya mengkaji fenomena sosial dan budaya dari olahraga yang sedang berlangsung di negara Amerika Latin itu, terutama menyoroti sepakbola sebagai olahraga yang paling banyak menyedot perhatian masyarakat dunia.

Sejak 12 Juni lalu Piala Dunia FIFA 2014 ke-20 telah dimulai dan masih berlangsung hingga kini. Untuk kedua kalinya Brasil menyelenggarakan turnamen  besar ini setelah tahun 1950. Tim sepak bola nasional dari 31 negara yang lolos melalui persaingan kualifikasi yang dimulai pada bulan Juni 2011, berpartisipasi dalam piala dunia sepak bola ini. Sebanyak 64 pertandingan akan dimainkan di dua belas kota di Brasil, baik stadion baru atau yang dibangun ulang, dengan turnamen yang dimulai dengan babak penyisihan grup.

Piala Dunia 2014 di Brasil mengusung slogan “All in One Rhythm” dengan tujuan untuk mempersatukan para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Induk Organisasi Sepakbola Dunia, FIFA, Selasa (29/5) menyatakan bahwa slogan resmi tersebut merupakan usaha bersama antara Brasil dengan dunia sepak bola yang akan menggambarkan keunikan Brasil dalam menyelenggarakan Piala Dunia.

Menteri Olah Raga Brasil, Aldo Rebelo mengatakan slogan tersebut merupakan undangan bagi para warga dan pengunjung untuk “bergabung bersama dan merayakan kebanggaan yang besar”.

Dari aspek ekonomi, perhelatan Piala Dunia 2014 sedikitnya berhasil menarik 600 ribu turis ke Brasil. Sejumlah kota di Brasil mendulang banyak keuntungan dari turnamen internasional tersebut. Laman Forbes hari Kamis (19/6/2014) melaporkan masyarakat dari 180 negara terbang dan tinggal di Brasil selama Piala Dunia berlangsung. Kota-kota di Brasil diprediksi dapat mengeruk keuntungan hingga $3,04 miliar. Menteri Pariwisata Brasil Vinicius Lages mengatakan, sedikitnya 3 juta warga Brasil juga akan membanjiri beberapa kota tempat pertandingan digelar. Bukan rahasia lagi, kota pencetak uang terbanyak adalah Rio de Janeiro.

Menurut  laporkan The Spy Ghana, Jumat (3/1/2014), badan pariwisata Brasil mengungkapkan, pendapatan yang diperoleh dari sektor pariwisata dengan datangnya turis di piala dunia kali ini melampaui dana publik yang diinvestasikan untuk membiayai penyelenggaraan kejuaraan sepakbola dunia tersebut. “Sumber-sumber dana dari para turis tersebut dapat menggenjot sejumlah sektor ekonomi di seluruh wilayah Brasil, mulai dari penerbangan hingga ekonomi informal,” ujar Direktur State Tourism Board Embratur, Flavivo Dino. Dia mengatakan, Piala Konfederasi yang berlangsung selama 15 hari pada Juni lalu telah menyuntikkan dana hingga $311 juta bagi perekonomian Brasil. Selain itu, World Youth Day yang digelar sebulan setelahnya juga menyumbang dana sebesar $ 502 juta terhadap ekonomi Brasil.

Di luar masalah piala dunia, sepak bola merupakan olahraga yang paling tinggi pendapatannya. Betapa tidak, 30 pemain sepakbola termasuk 100 olahragawan dengan pendapatan terbesar di dunia. Pemain sepakbola profesional juga termasuk yang tertinggi di dunia bisnis. Secara umum besarnya gaji pemain sepakbola dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Pertama, perkembangan media yang menjadi salah satu alasan untuk pertumbuhan yang cepat dari gaji pemain dengan asumsi bahwa upah setidaknya sebanding dengan produktivitas marginal. Kedua, peningkatan permintaan untuk olahraga bisa juga dikaitkan dengan peningkatan tingkat kekayaan umum atau daya beli masyarakat, sehingga dimungkinkan ada perubahan preferensi dan peningkatan pengeluaran rumahtangga pada sektor hiburan khususnya dalam menonton sepakbola.

Ketiga, kenaikan gaji pemain sepakbola juga bisa disebabkan meningkatnya daya tawar pemain misalnya dengan adanya ancaman pemogokan yang dimulai sejak tahun 1960-an. keempat, pertumbuhan penerimaan klub atau adanya investor yang mengakibatkan daya beli klub meningkat untuk membeli pemain berkualitas dapat meningkatkan harga pemain. Kelima, adanya peningkatan produktivitas dan kualitas pemain dihargai oleh klub dengan harga yang lebih tinggi. Keenam, kehadiran agen pemain dalam transaksi pemain turut mempengaruhi besarnya inflasi harga pemain sepakbola.

Sepak bola merupakan miniatur dari dunia persaingan dalam masyarakat. Olahraga ini menunjukkan kehidupan yang kecil yang melibatkan pemain, pelatih juga penonton. Sepak bola menampilkan kontribusi setiap orang dalam kekompakkan tim yang tidak hanya melibatkan pemain tapi juga pelatih dan anggota tim lainnya. Sehebat apapun seorang pemain sepakbola, tapi tidak bisa bekerjasama secara kompak dengan sesama pemain, maka keberhasilan timnya tidak akan tercapai. Sepakbola memadukan keahlian individu dan kerjasama dalam kelompok yang merupakan miniatur dalam kehidupan bermasyarakat.

Aspek lain dari sepak bola adalah tingkat kontrol terhadap emosi massa, terutama para suporter kedua tim yang bermain.Tingkat kerumunan para suporter yang sangat padat dengan emosi yang tinggi meningkatkan potensi konflik.Tidak heran sering terjadi keributan di stadion dan setelah pertandingan akibat ketidakmampuan mengontrol tingkat emosi massa yang tinggi di arena pertandingan. Bahkan tidak sedikit yang berbuntut bentrokan antarsuporter masing-masing.

Kerumunan para suporter yang bertemu dalam sebuah pertandingan besar dengan berbagai karakternya sendiri-sendiri melemahkan sistem kontrol internal mereka masing-masing. Kendali massa dari para suporter tim yang kalah dalam permainan dengan emosinya yang meledak-ledak berpotensi besar untuk melakukan aksi balas dendam dan tindakan destruktif terhadap fasilitas umum.(IRIB Indonesia/PH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s