Kota Tua, Kota Warisan Dunia


  • 16 Jun 2014 03:37

(Foto: Elizabeth swanti)

Liputan6.com, Jakarta – Siapa yang tidak kenal Batavia Lama atau Oud Batavia? lebih dikenal dengan sebutan Kota Tua Jakarta. Disebut juga Jayakarta yang berarti kemenangan sempurna. Kota dengan sejuta bangunan bersejarah.

Seperti ditayangkan Potret Menembus Batas SCTV, Senin (16/6/2014) dini hari, kota yang bermula dari sebuah pelabuhan kecil Sunda Kelapa pada zaman kerajaan hindu Padjadjaran, kini telah berubah menjadi megapolitan yang dihuni 10 juta jiwa lebih.

Menyusuri nadi Kota Tua ibarat masuk lebih dalam ke sejarah kejayaan tempo dulu. Kota bergelar ratu dari timur yang pernah menjadi pusat perdagangan di benua Asia pada abad ke-16. Namun kini mulai rusak.

Oud Batavia sejatinya adalah artefak sejarah yang bukan saja menandai era kolonialisme yang menyisakan kepedihan. Namun juga penanda pertemuan budaya antar ragam etnik dan budaya. Bangunan bernuansa Eropa berupa benteng, dinding dan kanalnya begitu kental.

Sejarawan dan Budayawan Betawi JJ Rizal mengatakan situs sejarah merupakan penanda penting bagi sebuah kota. Bahkan, bisa dilihat sebuah kota beradab atau tidak tergantung bagaimana ia mengurus situs-situs sejarahnya.

“Bahwa situs sejarah itu penanda penting bagi sebuah kota. Dia adalah ikon sebuah kota. Sehingga sampai ada yang bilang kalau mau melihat sebuah kota beradab atau tidak, lihat saja 3 hal. Pertama bagaimana kota itu mengurus perpustakaannya. Kedua bagaimana mengurus museumnya. Dan yang ketiga bagaimana kota itu mengurus situs-situs sejarahnya” kata Rizal.

Sejarah panjang mencatat, Batavia yang dirancang dengan gaya Eropa merupakan bagian penting sebuah peradaban. Sejak Fatahillah menguasai pelabuhan Sunda Kelapa 5 abad silam, Batavia selalu menjadi pusat pemerintahan, militer dan perdagangan.

Kini Kota Tua Jakarta sedang bersiap diri menjadi sebuah warisan dunia dengan memenuhi kriteria UNESCO World Heritage Convention. Bertepatan dengan momen ini, konsep revitalisasi Kota Tua yang juga sudah lama digagas Pemda DKI Jakarta pun dijalankan.

Konsep revitalisasi dibentuk oleh tim konservasi sarana dan prasarana, terdiri dari Pemprov DKI, pemilik gedung, badan pengurus situs warisan nasional, komunitas lokal, arsitek khusus, para sejarawan dan pihak swasta.

Apa saja kriteria UNESCO World Heritage Convention untuk menjadikan Kota Tua Jakarta sebagai warisan dunia? Apa saja yang dilakukan tim konservasi? Daerah mana saja yang akan direvitalisasi? Informasi selengkapnya, saksikan video Potret Menembus Batas di bawah ini. (Rmn)

(Nafiysul Qodar )

Related Articles

– See more at: http://news.liputan6.com/read/2063672/kota-tua-kota-warisan-dunia#sthash.8JLqwsnj.dpuf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s