PEMILU DAMAI DALAM EKSISTENSI DAN TOLERANSI


Insepar

Ada yang menarik di layar televisi kita minggu-minggu ini, yaitu munculnya ajakan atau himbauan tokoh/ulama kita untuk menciptakan kedamaian dan menjaganya dalam menghadapi penetapan hasil pilpres yang , Insya Allah, oleh KPU Indonesia akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2014.
Sebelumnya kita tentu telah menyaksikan dan mengalami bersama-sama begitu sengitnya persaingan dan pergesekan antara para pendukung kedua calon presiden (kita). Hal tersebut semakin seru dengan hadirnya para penggiat Hitung Cepat yang memberikan hasil beragam dengan prediksi kemenangan yang berbeda. Tentu hal ini sah-sah saja, namanya juga hitung cepat, jadi tidak akan persis sama dengan hasil ril yang didapatkan dengan hitung manual. Namun demikian, kita semua juga harus memahami dengan baik dan seksama bahwa apapun hasil yang didapatkan dari pilpres ini, bahwa semua rangkaian kegiatan tersebut adalah bagian dari PESTA DEMOKRASI kita semua. Jadi bukan hanya pestanya para calon presiden dan wakilnya, bukan hanya pestanya para anggota partai dan pendukungnya, lebih dari itu semua ini adalah pesta rakyat Indonesia.

isHal yang menggembirakan dari proses panjang pilpres ini pula bahwa tingkat partisipasi pemilih sangat tinggi. Ini memberikan gambaran dan harapan akan lahirnya presiden dan wakil presiden baru yang lebih berkualitas, berkarakter kuat, dan memiliki dukungan penuh untuk menjalankan roda pemerintahan dan roda kehidupan bangsa Indonesia.
Ingat!!! Kedua calon presiden dan wakilnya ini, merupakan putra terbaik bangsa kita sendiri. Adapun pada akhirnya harus bersaing untuk memperebutkan hati dan simpati rakyat merupakan hal yang sangat lumrah dalam kehidupan demokrasi saat ini. Untuk menegakkan sebuah kondisi tidak harus berada dalam satu macam pilihan, situasi ataupun waktu. Tegaknya satu bangunan harus banyak di topang oleh berbagai penyangga dari berbagai arah, bukan hanya satu arah. Semakin bangunan tersebut mendekati tahap akhir, tentu material yang di butuhkan semakin banyak baik dari aspek jumlah maupun jenisnya. Ini merupan hukum sebab akibat yang sangat sederhana untuk dipahami.
Pada saatnya nanti akan keluar satu pasang pemenang hati rakyat, bukan berarti pasangan lainya (satunya) adalah pasangan yang kalah dan harus menanggung derita sebuah kegagalan. Tetapi dalam perspektif berbeda, hakekatnya para pendukung yang belum berhasil mencapai tujuannya, sebenarnya benarnya, ikut menegakkan kemenangan yang terjadi. Seperti tegaknya sebuah bangunan yang kokoh. Berbeda pilihan tentu berbeda harapan, dan tentulah berbeda jalan untuk mencapai tujuan. Perbedaan tersebut adalah anugerah utama yang kita miliki sebagai satu bangsa besar. Perbedaanlah yang menggerakkan kita semua untuk tetap eksis dalam kehidupan ini. makanya, PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKILNYA BUKAN SEKEDAR PESTA DEMOKRASI BIASA, KARENA PILPRES ADALAH EKSISTENSI UNTUK KELANJUTAN KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA .
Tugas kita selanjutnya adalah menjaga dan mengawal hasil dari pesta demokrasi ini bersama-sama dalam kedamaian dan kesejukan. Siapapun, apapun profesi kita, dan dimanapun kita berada semangat kebangsaan dan toleransi kita bersama kedepankan untuk kepentingan bersama, sebesar-besar kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Amin.. Yaa… Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s