Hari Al Quds adalah Sebuah Landasan


Afghanistan Protest

New Delhi, LiputanIslam.com — Hari Al Quds (Jerussalem) adalah sebuah landasan, bukan sekedar kegiatan seremonial. Demikian keterangan Syed Jalal Haider Naqvi, Pemimpin Shaheed Mottahhari Society di New Delhi dalam wawancara dengan kantor berita Iran IRNA, Senin (21/7).

“Ini bukan sebuah kegiatan, namun sebuah landasan, yang menyatukan seluruh kaum muslim di seluruh dunia dalam satu suara menarik perhatian seluruh umat manusia terhadap pendudukan ilegal atas Bait-ul-Muqaddas, sebagaimana juga agresi Israel atas penduduk Palestina yang tidak berdosa,” kata Syed Jalal Haider Naqvi.

Menurut Syed Jalal, Hari Al Quds juga dimaksudkan untuk menyatukan seluruh umat manusia pecinta perdamaian tanpa melihat suku, ras dan agamanya, untuk menyuarakan penolakan terhadap zionisme dan imperialisme serta ketidak adilan yang dilakukan oleh para penindas di seluruh dunia.

Dengan memuji upaya-upaya tanpa batas yang dilakukan pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Khomeini untuk menyatukan seluruh umat Islam, Syed Jalal mengatakan:

“Dengan menetapkan hari Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai Hari Al Quds Internasional, Imam Khomeini telah menciptakan rantai yang sejak tahun 1979 telah semakin panjang dan panjang. Tidak ada satupun tempat di dunia ini dimana Hari Al Quds tidak diperingati.”

“Tidak diragukan lagi, rantai itu telah menyatukan tidak hanya kaum muslim, namun semua umat manusia dengan pikiran cerdas dan pencari keadilan melawan pendudukan ilegal atas satu tempat suci. Dan mereka dengan satu suara menyerukan perlawanan atas rencana-rencana zionisme,” tambahnya.

Jalal Haider yang juga Sekum Majelis Ulama India menambahkan, “Dengan menempa persatuan di hari yang mulia, umat muslim dan negara-negara lainnya harus mengerahkan tekanan terhadap rezim zionis untuk menghentikan serangan jahatnya di Gaza yang menghancurkan warga Palestina yang tidak bersdosa, termasuk wanita, anak-anak dan orang-orang tua. Dan juga memaksanya meninggalkan wilayah pendudukan.”

Jalal Haider juga mengecam AS atas dukungannya yang “tidak pantas” terhadap penindasan Israel di Palestina yang menurutnya lebih buruk dari tindakan Nazi.

Selain itu Haider mendesak pemerintah India sebagai salah satu pendiri gerakan Non-Blok untuk menggunakan pengaruhnya dan mengerahkan tekanan terhadap rezim zionis untuk meninggalkan Palestina dan menghentikan kejahatannya terhadap warga Palestina.

“Saya mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk mensucikan hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Al-Quds Day dan untuk memproklamirkan solidaritas internasional umat Islam dalam mendukung hak-hak sah rakyat Muslim Palestina,” demikian pidato Ayatollah Khomeini ketika pertama kali menyerukan peringatan Hari Al Quds pada tahun 1979.(ca)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s