Musa, Bocah Lima Tahun Yang Hafal 29 Juz Al-Quran!


Senin, 14 Juli 2014 17:00

 

Kenali Musa, Bocah Lima Tahun Yang Hafal 29 Juz Al-Quran!
foto via FB Abdillah Syarda

1. Usianya Belum Enam Tahun

 Nama bocah bernama lengkap Abu Musa ini mendadak populer saat dia mengikuti program TV, Hafiz Indonesia. Sejatinya sebelum mengikuti acara tersebut, bocah asal Bangka Barat, Bangka Belitung ini sudah mengikuti beberapa lomba menghafal Al-Quran tingkat nasional.
Setelah meraih kemenangan demi kemenangan, Musa memberanikan diri ikut lomba menghafal Al-Quran tingkat internasional yang digelar di Arab Saudi. Menurut paman Musa, Abu Unaisah, ikutnya Musa dalam ajang dunia itu karena kerjasama TV penyelenggara Hafiz Indonesia dengan Kedubes Arab Saudi di Jakarta.

Mengapa harus Musa? Karena bocah yang belum genap berusia enam tahun ini begitu menyita perhatian saat mengikuti Hafiz Indonesia. Sungguh, mungkin saat anak berusia lima tahun asyik bernyanyi, Musa justru membawa nama baik Indonesia dan agamanya di tingkat dunia. (dre/aia)

2. Belajar Mulai 2 Tahun

 Bakat Musa menghafal Al-Quran memang sudah diasah sedari kecil. Di mana semenjak usia dua tahun, sang ayah, Hanafi, sudah memperkenalkan huruf-huruf Hijaiyah pada Musa. Huruf-huruf itu ditempel di dinding agar selalu diulang-ulang oleh Musa dan sampai dia hafal seluruh huruf.
Kini pelajaran itu sudah membuahkan hasil memuaskan. Selain hafal Al-Quran rupanya Musa si bocah yang belum genap enam tahun ini rajib melakukan ibadah di malam hari seperti salat sunah.

Jika kamu menilai masa anak-anaknya hilang, itu salah besar. Karena selepas subuh adalah waktu bagi Musa untuk bermain dengan teman-temannya. Hebatnya, di sela-sela itu dia masih sempat mengulang menghafal Al-Quran. (dre/aia)

3. Hafal Dalam 30 Menit

 Ketika tampil di acara Hafiz Indonesia, Musa sempat mengaku bahwa dia tinggal menghafal surat An-Nahl dan Bani Israil agar melengkapi kemampuannya hafal 30 Juz Al-Quran. Menurut paman Musa yang menemaninya berjuang di Arab Saudi, Abu Unais, Musa memang bocah luar biasa.
Daya ingat dan daya tangkap Musa memang mengagumkan. Dia mampu menghafal setengah lembar Al-Quran yang besar dalam waktu 30 menit. Tak heran, semenjak masih di kandungan, kedua orangtua Musa rajin mengaji agar kelak anak yang lahir yakni Musa akan menjadi sosok teladan yang begitu mengagumkan. (dre/aia)

4. Buat Juri Menangis

 Jika kamu mendapatkan kesempatan bertemu dengan Musa, maka yang terlihat adalah dia tak ubahnya bocah kecil biasa. Dia masih polos dan suka bermain dengan anak-anak seusianya. Namun Musa sangatlah istimewa, belum genap enam tahun dia memiliki kemampuan menghafal Al-Quran luar biasa.
Musa memang fasih melantunkan ayat suci yang mungkin bahkan kamu belum bisa melakukannya dengan sempurna. Bahkan semenjak tampil di program Hafiz Indonesia, Musa sudah membuat para dewan juri dan penonton kagum.

Awalnya banyak yang tak percaya bocah mungil ini bisa menghagal 29 Juz Al-Quran. Namun saat dites, dengan tenang Musa meneruskan bacaan itu dengan sempurna. Tak sekedar hafal, di usianya yang masih cocok bermain-main itu, Musa juga mampu melantunkan dengan tajwid yang pas. Tak heran aksi Musa mampu membuat beberapa orang menangis haru. (dre/aia)

5. Peserta Termuda

 Saat mengikuti lomba menghafal Al-Quran tingkat dunia di Arab Saudi, rupanya Musa menjadi bocah termuda yang mengikuti ajang tersebut. Dalam lomba yang digelar semenjak Selasa (1/7) – Kamis (3/7) silam, Musa adalah peserta terkecil.
Memang ada peserta lain yang berumur 10 tahun dan 12 tahun, tetapi prestasi Musa luar biasa. Mengikuti ajang internasional untuk kali pertama sebagai peserta termuda, Musa mampu ada di peringkat ke-12 dari 25 peserta yang ikut tampil di Jeddah. Bahkan Musa mendapatkan nilai Mumtaz karena Musa meraih 90,83 poin dari 100 nilai sempurna. (dre/aia)

6. Anak Petani Sederhana

 Kesederhanaan adalah hal yang tertangkap dari Musa. Besar di daerah yang jauh dari ibukota yakni di Bangka Barat, Bangka Belitung, membuat Musa tumbuh menjadi bocah bersahaja yang taat agama. Semenjak kecil memang orangtua Musa sudah mengajarkan pendalaman agama bagi dirinya.
Meskipun memang Musa pernah merasa bosan belajar Al-Quran saat berusia 3,5 tahun, sang ayah, Hanafi tidak menyerah. Kendati Musa sempat menangis, Hanafi tetap percaya bahwa agama akan menjadi landasan kuat untuk kehidupan Musa ke depannya. Karena itu Hanafi sampai meminta bantuan seorang penghafal Al-Quran bernama Sabilar Rosyad.

Tahukah kamu kalau rupanya Musa adalah anak seorang petani? Yap, di sela kesederhanaan hidup mereka, secara bersahaja mereka mengingatkan semua orang bahwa kekuatan terbesar di dunia ini adalah Allah SWT dan sudah menjadi tugas umat-Nya untuk bersyukur dan senantiasa memuja nama-Nya. (dre/aia). Kapan lagi.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s