SUBSIDI ADALAH (bagian) KEDAULATAN RAKYAT


Oktober – 5 Nopember 2014

Assalamu ‘Alaikum Wr.Wb

Sebagai awam, saya sendiri bertanya kapan sebenarnya subsidi  oleh pemerintah itu  di mulai. Subsidi  dalam bentuk komoditas apa dan berapa persenkah dari nilai sebenarnya yang menjadi  beban  sendiri ? Apa tujuan pemerintah memberikan subsidi ?

subsidib

Hidup dalam dunia yang terus berkembang membuat kita kadang tersendak jika mendengar berita tentang pengurangan subsidi yang selama ini kita nikmati sebagai warga negara. Kenaikan beban atau harga yang harus kita bayar berbanding terbalik dengan penurunan subsidi  yang sebelumnya . Salah satu tujuan dari pemberian subsidi adalah untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dalam hal ini, semakin jelas bahwa penurunan jumlah subsidi akan mengurangi  daya beli itu sendiri. Hal tersebut tentu berpotensi menghambat  perkembangan ekonomi. Ini semakin terasa karena  yang disebut kebutuhan yang disubsidi merupakan kebutuhan vital  nyaris semua warga negara. Sehingga, suasananya semakin terasa berat akibat dari kebijakan ini.

Subsidi untuk BBM dan bahkan subsidi lainnya merupakan bentuk tanggungjawab pemerintah dan negara terhadap rakyat. Tanpa mengenal seorang warga negara itu miskin ataupu kaya. SUBSIDI BUKAN BEBAN !!! SUBSISDI ADALAH WUJUD TANGGUNGJAWAB DAN KASIH SAYANG PEMERINTAH DAN NEGARA TANPA MENGENAL TARAF/STATUS KEHIDUPAN, SUKU, AGAMA, DAN TEMPAT TINGGAL. Hal  ini penting karena kehadiran pemerintah dan negara semaikin jelas dalam bentuk  ini.

subsidia

Subsidi tidak akan menciptakan masyarakat yang malas atupun masyarakat peminta-minta. Kalau Pemerintah hanya bisa menaikkan BBM saja untuk mengurangi  beban  keuangan, itu berarti kurang kreatif. Buat apa masyarakat di motivasi  untuk kreatif kalau pemerintah sendiri menjalankan pemerintahnya mengandalkan kreatifitas sepihak.  Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah devisa dan mengurangi beban negara. Pemerintah dengan seluruh komponennya yang punya dedikasi dan kompetensi tinggi  tentu tahu betu (jika) jalan keluar  terhadap  masalah ini, tanpa harus memorong atau mengurangi besarnya subsidi yang pemerintah telah berikan.

Sangatlah  layak, bahwa kebutuhan hidup yang menentukan hajat hidup orang banyak seperti  BBM, listrik, air, transportasi,  dan lainnya  harus dibawa kendali pemerintah kita. Kebijakan pemerintah diharapkan (wajib) mengedepankan kesejahteraan rakyat secara luas. Penyedian dan pemenuhannya harus dipastikan merata dan secara proporsional  sehingga tidak seorangpun warga di negara kita ini tidak terpenuhi kebutuhannya. Artinya kehadiran negara sebagai penyedia layanan harus semakin dikokohkan. BAHKAN  SUBSIDI HARUSNYA MENJADI BAGIAN DARI KEDAULATAN NEGARA.  Bukan saja, kedaulatan pangan, kedaulatan dana, dan kedaultan lainnya yang menjadi arah dan prioritas pemerintah kita. Semua ini tentu akan terwujud – Insya Allah – jika rakyat dan pemerintah secara bersama-sama berdiri dalam satu kedaulatan penuh. Sebenarnya tidak perlu ada istilah subsidi di sini jika kita semua mengetahui dan menyadari  bahwa  kebutuhan dasar atau primer merupakan bagian penting atas terjalinnya hubungan yang erat antar rakyat dan pemerintah. Keberpihakan pemerintah terhadap rakyatnya sangatlah jelas terlihat dari sejauh mana pemenuhan kepentingan rakyat ini, dan inilah hakikat dari sebuah kedaulatan. KARENA BERAKAR DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT. ITULAH KEDAULATAN RAKYAT.

Mengurangi subsidi artinya: potensi  PHK akan meningkat,  jumlah pengangguran semakin tinggi , akibat tingginya biaya produksi sehingga terjadi rasionalisasi kerja. Siapa yang paling merasakan dampaknya? Para pekerja kita ! Nikmati dan teruskanlah!!!!

Mengurangi subsidi artinya: Berpotensi meningkatkan jumlah masyarakat kita yang miskin. Jumlahnya sangat besar. Sebandingkah dengan program yang di alokasikan untuk kompensasi mereka?!!!

Mengurangi subsidi artinya: Semua lapisan masayarakat akan merasakan akibatnya. Terlebih lagi mereka yang hidup dalam kondisi ekonomi  rendah dengan penghasilan UMR atau dibawahnya. Pasti! Akan berdampak terhadap asupan gizi anak-anaknya, yang pasti anak kita dan anak bangsa ini !!!  Nikmatilah dosa-dosa sosial ini wahai para penentu kebijakan ! Pasti  kita akan dimintai pertanggungjawaban ……

Wassalamu ‘Alaikum Wr.Wb

Syarhan – Insepar Foundation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s