Menuju Tuhan di Bulan Suci


RAMADHAN

Waktu begitu cepat berlalu. Entah yang keberapa kali siklus siang dan malam telah kita lewati dalam kehidupan ini. Anak-anak tumbuh menjadi remaja, kemudian beranjak dewasa dan tua. Satu-persatu datang, dan pergi meninggalkan alam dunia ini. Lalu, apa yang sudah disiapkan untuk menyambut datangnya kematian yang tidak pernah diduga dan dipastikan, kapan akan datang menjemput. Rutinitas kehidupan acapkali membuat kita lalai untuk mempersiapkan diri menyambut kematian dan mengisi kehidupan ini sesuai tuntunan agama.

Datangnya bulan suci Ramadhan menjadi momentum yang baik bagi manusia untuk merenungkan perjalanan hidupnya. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik terhadap Ramadhan sesuai dengan al-Quran serta bimbingan Rasulullah Saw dan Ahlul Baitnya. Orang yang berpuasa harus merenungkan mengapa Allah swt mewajibkan berpuasa? Mengapa dalam waktu tertentu yang telah ditetapkan tidak boleh makan dan minum, serta hal lainnya yang sebelumnya halal ?

Di bulan agung ini, Allah swt menganugerahkan hadiah tertinggi dan terbesar bagi umat manusia yaitu al-Quran. Saking pentingnya ibadah di bulan suci Ramadhan, Imam Sajad dalam doanya berkata, “Tuhanku sampaikan salawat bagi Muhammad dan Ahlul baitnya, dan anugerahilah kami kemampuan untuk bisa memahami keutamaan bulan Ramadhan dan memuliakannya”.

Rasulullah Saw dalam salah satu sabdanya menyatakan bahwa bulan suci Ramadhan adalah bulan ketika pintu-pintu langit dibuka. Bulan ini juga disebut sebagai bulan Tuhan. Orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan dalam keadaan spiritual dan moralitas tertinggi. Sebab, Puasa adalah anugerah besar yang dihadiahkan Allah swt kepada manusia untuk menyempurnakan spiritualnya.

Di dalam puasa ada kenikmatan spiritual yang tidak akan didapatkan di mana pun selainnya. Tapi, untuk meraih kenikmatan spiritual tersebut membutuhkan kesadaran yang tinggi dan perjuangan yang besar. Sebab tidak sedikit orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan, tapi tidak meraih kenikmatan maknawi tersebut.

Beruntunglah orang yang bisa menggunakan waktunya di bulan suci Ramadhan untuk meraih kenikmatan maknawi dan menyempurnakan kualitas spiritualitasnya. Tidak mengherankan jika orang-orang yang beriman dengan suka cita menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Terkait hal ini, Rasulullah Saw bersabda, “Jika seorang hamba mengetahui keutamaan bulan suci Ramadhan, maka ia dengan segenap jiwa dan raga akan mencintainya, [bahkan] menghendaki seluruh bulan dalam setahun sebagai bulan Ramadhan”.

Ramadhan adalah musim semi ibadah. Bulan suci ini adalah kawah candra dimuka bagi penyucian diri manusia. Di bulan agung ini jalan mendekatkan diri kepada Allah semakin singkat dan cepat. Dalam salah satu Khutbahnya menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan, Rasulullah Saw bersabda, “Wahai manusia! Bulan Tuhan yang dipenuhi berkah, rahmat dan ampunan-Nya telah datang kepada kalian. Bulan yang terbaik di sisi Tuhan. Siangnya adalah hari yang terbaik, dan malam harinya pun yang terbaik. Setiap saat adalah yang terbaik. Di bulan jamuan ilahi ini, Allah swt menganugerahkan keutamaan dan penghormatan yang tinggi,”.

Rasulullah Saw dalam khutbahnya mengingatkan jangan sampai ada seorang pun yang tidak mendapatkan rahmat dan magfirahnya di bulan suci Ramadhan. Nabi Muhammad Saw menasehatkan supaya di bulan ini lebih banyak berbuat kebajikan seperti: bersedekah kepada orang yang membutuhkan, menghormati orang tua, menyayangi anak kecil dan yang lebih muda, menjalin silaturahmi, menjaga mata dan telinga dari dosa, menyayangi anak yatim, bertaubat dari dosa, dan berdoa, terutama ketika shalat,”.

Ibadah di bulan suci Ramadhan tidak hanya puasa. Untuk memanfaatkan anugerah besar ini berbagai amal ibadah dianjurkan untuk dikerjakan. Bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk menyempurnakan diri, menyucikan hati dan pikiran serta perbuatan dari dosa, serta meminta ampunan Allah swt.

Salah satu amalan terbaik di bulan suci Ramadhan adalah membaca al-Quran. Meskipun membaca al-Quran dalam setiap saat berpahala dan sangat dianjurkan, tapi di bulan suci Ramadhan keutamaannya sangat besar. Sebab, al-Quran diturunkan di bulan Ramadhan. Turunnya al-Quran di bulan suci ini secara keseluruhan, dan sekali di malam lailatul Qadar.

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Segala sesuatu ada musim seminya, dan musim semi al-Quran adalah Ramadhan.” Oleh karena itu, keutamaan membaca al-Quran di bulan suci Ramadhan lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya. Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang membaca satu ayat al-Quran di bulan Ramadhan, maka pahalanya lebih utama dari membaca seluruh al-Quran di bulan lain,”. Bulan suci Ramadhan juga merupakan kesempatan yang baik untuk memahami kandungan mulia ayat suci al-Quran.

Amalan lain yang dianjurkan dilakukan di bulan suci Ramadhan adalah memberi makanan berbuka kepada orang lain yang berpuasa. Terkait hal ini, Rasulullah Saw bersabda, “Siapapun yang memberi makanan untuk berbuka bagi yang berpuasa, maka pahalanya sama seperti membebaskan seorang budak dan menghapus dosa-dosanya, “.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Bagaimana dengan orang yang tidak mampu [memberi makan untuk berbuka] ?”. Nabi Muhammad Saw menjawab, “Ia bisa berikan susu, atau air maupun beberapa butir kurma. Allah swt akan memberikan pahala.” Memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa

merupakan amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Oleh karena itu, di sejumlah negara Islam digelar acara berbuka puasa bersama di masjid sebagai bentuk perwujudan dari seruan Rasulullah Saw tersebut.

Di bulan suci Ramadhan sangat dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, memohon ampunan dan bermunajat. Sangat banyak doa khusus yang dianjurkan dibaca di bulan suci Ramadhan dengan kandungan maknanya yang dalam. Ada doa yang dibaca khusus di siang hari, malam hari, waktu sahur dan menjelang berbuka puasa.

Dari sekian doa, salah satunya adalah doa Imam Sajad yang dikenal dengan doa Abu Hamzah Tsomali. Doa ini biasa dibaca di waktu sahur. Abu Hamzah adalah salah seorang pengikut setia Imam Sajad, dan doa ini diajarkan oleh Imam Sajad kepadanya. Oleh karena itu, dikenal sebagai doa Abu Hamzah.

Doa dan munajat di malam hari, terutama malam yang kemungkinan Lailatul Qadr sangat dianjurkan. Al-Quran menjelaskan bahwa Lailatul Qadr lebih utama dari 1.000 bulan.Terkait hal ini, Rasulullah Saw bersabda,”Barang siap yang terjaga di malam Qadr, dan mukmin serta meyakini hari pembalasan, maka seluruh dosanya akan diampuni,”. Di malam itu, seorang Mukmin memohon ampunan dari Allah untuk dirinya dan orang lain. Di malam mulia ini sangat dianjurkan untuk membaca doa Jausyan Kabir, selain membaca al-Quran, shalat dan doa lainnya.

 menuju tuhan di Ramadhan

Di bulan suci Ramadhan sangat dianjurkan untuk makan sahur. Dalam hadis dijelaskan bahwa Mukmin jangan sampai tidak makan sahur meskipun dengan beberapa butir kurma. Rasulullah Saw bersabda, “Malaikat memohonkan ampunan untuk orang-orang yang berdoa dan makan di waktu sahur,”.

Seluruh rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan menjadikan manusia menyucikan dirinya dan menyempurnakan spiritualitasnya. Rasulullah dalam sebuah pidatonya menyambut bulan suci Ramadhan bersabda, “karunia ilahi, inayah dan rahmat Allah swt  ada di bulan ini. Barang siapa yang menghendaki nikmat ilahi, maka harus memanfaatkan setiap saat [dari bulan Ramadhan],”.(IRIBIndonesia/PH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s