Realitas dan Fitnah Tentang Bom Madinah


bomb1

Sepertinya pemerintah Arab saudi  akan belajar keras dan memberlakukan  sistem pengamanan yang ketat di wilayahnya sejak peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di tiga tempat berbeda di negara ini. Betapa tidak, sebenarnya ancaman bom telah menghantui  Eropa  dan Asia yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir ini. Kita tidak ingin membahas siapa pelaku atau yang bertanggungjawab terhadap terjadinya peristiwa tersebut. Yang paling penting bahwa setiap orang dimanapun mereka berada memiliki hak dan tanggungjawab untuk merasakan keamanan dan menjaga keamanan itu sendiri.

Hak dan tanggungjawab tersebut tentu saja lebih ditekankan kepada pemerintah Kerajaan arab saudi yang notabene merupakan penjaga keamanan utama dua wilayah suci umat Islam yaitu Madinah Al Munawaroh dan Makkah Al Mukarramah (Haramain). Peristiwa bom bunuh diri yang baru saja terjadi menghentakkan kita semua untuk senantiasa waspada terhadap kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan HAM apalagi jika terbukti mengatasnamakan agama. Kita tidak ingin berpolemik dengan respon yang sesaat antara realitas dan fitnah.

Saya sendiri sempat merasakan ketegangan saat di bandara Carles de guelle Paris akhir bulan mei 2016 pada saat kami ingin check in. Dimana kami tertahan sekitar 2 jam untuk menunggu pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas keamanan otoritas bandara yang mencurigai adanya tas yang tertinggal di dalam bandara yang dicurigai berisi sesuatu yang berbahaya. Tentu saja, kecurigaan dan kewaspadaan terus ditingkatkan di negara Prancis, mengingat belum berselang begitu lama Eropa diguncang  oleh  peristiwa bom. Hal ini telah menimbulkan kegaduhan dan kehebohan bagi calon penumpang dan petugas bandara setempat. Tulisan ini membawa saya untuk berbagi bahwa ancaman bom itu nyata dan jangan dijadikan untuk melegitimasi fitnah terhadap kelemahan kita selaku umat Islam yang kali ini menjadi korban.

IMG20160529183522

Kenyataannya telah terjadi peristiwa bom bunuh diri di wilayah suci Madinah Al Mukarramah, memberikan tamparan keras bagi sistem pengamanan yang diberlakukan di wilayah tersebut. Ini artinya harus ada upaya keras untuk memulihkan situasi dan kepercayaan penduduk serta jamaah terhadap rasa aman dalam menjalani kehidupan dan peribadatan.

IMG20160529184058

Bom bunuh diri yang telah terjadi jangan dijadikan fitnah atau membangun asumsi  bahwa fitnah telah melanda umat Islam. Peristiwa ini bisa terjadi kapan dan di mana saja di seluruh dunia, selama ada segelintir orang yang memiliki niat yang kuat dan semangat untuk menghancurkan perdamaian dan peradaban. Juga sangat berpeluang jika orang-orang baik selalu menganggap bahkan meremehkan kondisi yang terjadi selama ini dengan hanya menyandarkan diri pada nasib dan kepasrahan yang tidak berdasar.

Sebentar lagi peribadatan akbar, Haji dan Umrah akan digelar. Jutaan umat muslim akan mendatangi wilayah Haramain dari berbagai negara dan dengan caranya sendiri.  Siapakah yang bisa menjamin bahwa mereka akan mendapatkan rasa aman setelah peristiwa tersebut?  Bukankah trauma akan memberikan kewaspadaan dini bagi kita yang akan menjalani hari-hari peribadatan?

Pemberian informasi yang benar serta persiapan keamanan yang profesional dari berbagai pihak bisa jadi merupakan langkah besar yang kita harapkan. Yang pastinya, setelah kejadian ini pemerintah Kerajaan arab saudi  akan berbenah diri seribu kali lipat untuk memastikan wilayah Arab Saudi umumnya dan daerah Haramain aman dari segala ancaman dan sabotase termasuk menghalau fitnah yang berkembang. Allah Maha Tahu dan Maha Melindungi kita semua.

Selamat Idul fitri 1437 H. Mohon maaf lahir sinareng bathin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s