TASIKMALAYA:The Beloved County (Indonesian Version)

KABUPATEN TASIKMALAYA

LOGO KABUPATENARTI LAMBANG

Perisai bersudut lima berwarna putih menunjukan sifat gotong royong yang berintikan Pancasila, melambangkan kepribadian, adat istiadat,kepercayaan dan kebudayaan rakyat daerah, sejak dulu sekarang dan kemudian.

  • Gunung melukiskan Gunung Galunggung berwarna biru yang melambangkan ciri tasikmalaya.
  • Simbol Industri melambangkan sebagian dari sumber penghidupan rakyat beserta kekayaan alam di daerah Kabupaten Tasikmalaya.
  • Tiga Buah Sungai melambangkan pemberi sumber kehidupan rakyat.
  • Sawah berwarna hijau terdiri dari 17 petak, melambangkan kesuburan/kemakmuran rakyat yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
  • Sawah berwarna kuning melambangkan sebagian penghidupan rakyat yang didapat dari kerajinan tangan.
  • Bambu Runcing terbuat dari haur kuning melambangkan sejarah perjuangan rakyat daerah Tasikmalaya dalam mengusir kaum penjajah.
  • Pita Kuning Melambai bertuliskan “Sukapura Ngadaun Ngora” melambangkan kemajuan yang abadi.

Warna Putih Mengkilat melambangkan tekad suci, warna hitam berarti kekal dan abadi, warna kuning melambangkan keadaan yang gilang gemilang (keemasan), warna hijau melambangkan kehidupan yang tertinggi, adil dan subur makmur sedangkan warna biru berarti kesetiaan dan kejujuran.

Visi Kabupaten Tasikmalaya

“TASIKMALAYA YANG RELIGIUS/ISLAMI, SEBAGAI KABUPATEN YANG MAJU

DAN SEJAHTERA, SERTA KOMPETITIF

DALAM BIDANG AGRIBISNIS DI JAWA BARAT TAHUN 2010”

Misi Kabupaten Tasikmalaya

  1. MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERIMAN DAN BERTAQWA SERTA BERAKHLAQUL KARIMAH
  2. MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS DAN MANDIRI.
  3. MEWUJUDKAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK DAN PEMERINTAHAN  YANG BERSIH
  4. MEWUJUDKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DENGAN DIDUKUNG OLEH SEKTOR LAIN
  5. MEWUJUDKAN TATA RUANG DAN PENGELOLAAN PERTANAHAN YANG BERKESINAMBUNNGAN

EKONOMI

Kondisi Ekonomi Makro
Kondisi perekonomian makro Kabupaten Tasikmalaya pada saat ini ditunjukkan melalui beberapa variabel antara lain : nilai PDRB, Inflasi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Pendapatan per Kapita, dan Laju investasi

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Struktur Perekonomian
Struktur perekonomian Kabupaten Tasikmalaya masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusinya sebesar 35,64 % terhadap produksi bruto. PDRB atas dasar harga berlaku di Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 4,32 trilyun, yang dipengaruhi oleh tingkat inflasi sebesar 10,29 %, dengan struktur seperti tabel dibawah ini ;

Tabel Distribusi Persentase PDRB Menurut Kelompok Sektor
Kelompok Sektor 2002
PRIMER 35.86
1. Pertanian, peternakan, kehutanan & perikanan 35.64
2. Pertambangan dan energi 0.22
SEKUNDER 11.21
3. Industri pengolahan 5.75
4. Listrik, gas & air bersih 0.77
5. Bangunan/konstruksi 4.69
TERSIER 52.92
6. Perdagangan, hotel, dan restoran 28.41
7. Pengangkutan dan komunikasi 3.97
8. Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 2.24
9. Jasa-jasa 18.30
Jumlah 100

Pendapatan per Kapita
Pendapatan per kapita dihitung berdasarkan total PDRB dibagi jumlah penduduk pertengahan, merupakan salah satu ukuran yang digunakan untuk menunjukkan tingkat kemakmuran suatu daerah. Pendapatan per kapita atas dasar harga konstan tahun 2002 sebesar Rp 905.000,00. Pendapatan per kapita harga berlaku tahun 2002 sebesar Rp 2.853.939,00.

Geotopografi
Wilayah Kabupaten Tasikmalaya secara geografis berada di sebelah tenggara wilayah Propinsi Jawa Barat, dengan batas-batas wilayah :

Sebelah Utara Kab. Majalengka,Ciamis,Kota Tasikmalaya
Sebelah Barat Kab. Garut
Sebelah Timur Kab. Ciamis
Sebelah Selatan Samudera Indonesia

Alam Tasikmalaya

Secara geografis terletak antara 107° 56′ BT – 108°8′ BT dan 7° 10′ LS – 7° 49′ LS dengan jarak membentang Utara Selatan terjauh 75 Km dan arah Barat Timur 56,25 Km. Luas keseluruhan sebesar 2.563,35 Km2.Sebagian besar wilayahnya berada pada ketinggian antara 0 – 1.500 m diatas permukaan laut yang membentang dari arah utara dan yang terendah kearah selatan.

Sebagian kecil wilayahnya yaitu 0,81 % berada pada ketinggian diatas 1.500 m, keadaan iklim umumnya bersifat tropis dan beriklim sedang dengan rata-rata suhu di dataran rendah antara 20°-34° C dan di dataran tinggi berkisar 18°-22° C. Curah hujan rata-rata 2,072 mm/tahun, jumlah hari hujan rata-rata 82 hari. Penggunaan lahan Kabupaten Tasikmalaya adalah sebagai berikut :

Kebun 42,45 %
Sawah 18,30 %
Perumahan 16,18 %
Hutan 13,52 %
Ladang 8,29 %
Danau 1,26 %

Wilayah Administrasi dan Pemerintahan

Wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya terdiri dari : 39 Kecamatan dan 348 desa. Berikut adalah Tabel Daftar Kecamatan dan Luas Wilayah di Kabupaten Tasikmalaya :

No. Nama Kecamatan Luas Wilayah (km2) Jumlah Desa (Buah)
1 Cipatujah 242,65 14
2 Karangnunggal 136,10 14
3 Cikalong 136,96 13
4 Pancatengah 199,05 11
5 Cikatomas 132,63 9
6 Cibalong 58,35 6
7 Parungponteng 47,23 8
8 Bantarkalong 59,63 8
9 Bojongasih 35,09 5
10 Culamega 58.04 5
11 Bojonggambir 148,36 10
12 Sodonghilir 97,11 12
13 Taraju 55,53 9
14 Salawu 50,47 12
15 Puspahiang 33,19 8
16 Tanjungjaya 36,37 7
17 Sukaraja 43,14 8
18 Salopa 120,78 9
19 Jatiwaras 77,39 10
20 Cineam 77,69 10
21 Karangjaya 47,85 4
22 Manonjaya 39,49 12
23 Gunungtanjung 32,31 7
24 Singaparna 18,82 10
25 Mangunreja 26,65 6
26 Sukarame 15,58 6
27 Cigalontang 119,13 16
28 Leuwisari 44,60 7
29 Padakembang 30,15 5
30 Sariwangi 40,85 8
31 Sukaratu 33,41 8
32 Cisayong 48,33 13
33 Sukahening 23,80 7
34 Rajapolah 15,38 8
35 Jamanis 14,99 8
36 Ciawi 42,23 11
37 Kadipaten 43,26 6
38 Pagerageung 63,37 10
39 Sukaresik 17,39 8
Jumlah 2.563,35 34

Kondisi Demografis Kabupaten Tasikmalaya

Kependudukan

Pencatatan penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik bersumber dari 3 hal:
1. Survei Kependudukan
2. Sensus Penduduk
3. Registrasi Penduduk
Survei Kependudukan , dilakukaan kapan saja dan dimana saja di wilayah Republik Indonesia, atau Domestik di wilayah kabupaten Tasikmalaya. Hasilnya merupakan laporan Kependudukan.
Sensus Penduduk, dilakukan hanya 10 tahun sekali pada tahun-tahun yang bilangan tahunnya berakhiran angka 0. Cara ini yang dapat diandalkan karena dasar pelaksanaannya adalah undang undang dasar negara dan berbagai peraturan pemerintah.

Registrasi Penduduk, dilakukan pada tingkat Desa/Kelurahan oleh aparat desa/kelurahan pada setiap waktu. Dari hasil inilah Badan Pusat statistik membuat laporan kependudukan bulanan dan setengah tahunan yang diantaranya ditampilkan dalam bentuk tabel-tabel.

Penduduk Kabupaten Tasikmalaya setelah 5 tahun terpisah dengan kota Tasikmalaya berkembang dari sebanyak 1.535.859 orang pada tahun 2001 menjadi 1.645.971 orang pada tahun 2005 dengan luas wilayah seluas 2.563,35 Km2 maka rata-rata kepadatan penduduk per Kilo meter persegi adalah 642 penduduk. Dari table 3.1.1. menunjukkan bahwa kecamatan Singaparna merupakan kecamatan terpadat dengan rata-rata 3.250 penduduk setiap kilomeer persegi. Sedangkan kecamatan yang tidak padat adalah kecamatan Pancatengah dengan rata-rata hanya 207 penduduk untuk setiap kilometer persegi.

Dari jumlah penduduk sebanyak 1.645.971 orang terdiri dari 821.898 orang penduduk lakilaki dan 624.073 orang penduduk perempuan sehingga sex rationya sebesar 99,74 persen.
Tapi bila dirinci menurut kecamatan tidak sedikit diantaranya yang jumlah penduduk lakilakinya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk perempuan. Tabel 3.1.4. menunjukkan kecamatan-kecamatan yang sex rationya diatas 100 persen yaitu kecamatan Cipatujah, Karangnunggal, Pancatengah, Cibalong, Bantarkalong, Bojongasih, Culamega, Sodonghilir, Sukaraja, Jatiwaras, Manonjaya, Gunungtanjung, Cigalontang, Leuwisari, Sariwangi, Sukaratu, Ciawi, Kadipaten dan Pagerageung.

Selanjutnya tabel 3.1.5 memperlihatkan angka rata-rata pertumbuhan per kecamatan di kabupaten Tasikmalaya. Pertmbuhan tertinggi terdapat di Kecamatan Cipatujah yaitu sebesar 1,06. Secara keseluruhan Kabupaten Tasikmalaya mengalami pertumbuhan yang positif sebesar 1,01 persen.

Sebagian besar pekerjaan penduduk di kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2005 adalah pada lapangan usaha pertanian dan perdagangan.

FOR FURTHER INFORMATION: WWW.TASIKMALAYAKAB.GO.ID
Jumlah pencari kerja pada tahun 2005 tercatat sebanyak 12.306 orang terdiri dari 6261 lakilaki dan 6.045 perempuan. Dari seluruh pencari kerja yang tercatat hanya 7,94 persen atau sebanyak 506 orang yang sudah ditempatkan. Sedangkan sebagian besar atau sebanyak 11.800 orang sedang menunggu penempatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s