12 Rabiul Awal, Kelahiran Rasulullah Saw Menurut Ahli Sunnah


Tanggal 12 Rabiul Awal 53 tahun sebelum Hijrah, berdasarkan catatan sebagian sejarawan, di antaranya Mas’udi, Rasulullah Saw terlahir ke dunia. Namun, sebagian sejarawan lainnya menyatakan bahwa tanggal kelahiran Nabi Muhammad Saw adalah 17 Rabiul Awal. Atas dasar inilah, Republik Islam Iran menetapkan hari-hari antara tanggal 12 hingga 17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Kaum Muslimin.

Setiap tahun, dalam peringatan Pekan Persatuan Kaum Muslimin ini Iran mengadakan konferensi yang mengundang para ulama muslim dari berbagai negara Islam  dan dari berbagai mazhab. Masalah utama yang dibahas dalam Konferensi Persatuan Muslimin ini adalah mencari jalan untuk mempersatukan kaum muslimin dalam melawan musuh-musuh dunia Islam. (IRIB Indonesia)

Mesjid Pertama Dibangun

Tanggal 12 Rabiul Awwl tahun pertama Hijrah,  Rasulullah Saw membangun masjid pertama dalam Islam di sebuah desa bernama Quba, di dekat Madinah. Pembangunan mesjid itu dilakukan ketika Rasulullah dalam perjalanan beliau hijrah dari Mekah ke Medinah,  berhenti di desa Quba untuk menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib as dan rombongannya.

Sebelumnya, pada malam ketika Rasulullah akan berhijrah, Ali as berbaring di tempat tidur Rasulullah untuk mengelabui kaum musyrik yang berniat membunuh Rasulullah. Setelah itu, Ali as tinggal selama tiga hari di Mekah dan kemudian bersama beberapa sanak keluarganya, menyusul Rasulullah.

Mesjid Quba yang bersejarah itu hingga kini masih berdiri meskipun mengalami banyak perubahan.

Ahmad bin Hanbal Meninggal

Tanggal 12 Rabiul Awal tahun 241 Hijriah, Ahmad bin Hanbal, seorang ulama muslim terkemuka, meninggal dunia di kota Bagdad. Dia dilahirkan pada tahun 164 Hijriah di Baghdad dan melewati masa pendidikannya di kota tersebut, juga di kota-kota lainnya. Ahmad bin Hanbal menuntut ilmu dari berbagai ulama, di antaranya Imam Syafii.

Ahmad bin Hanbal amat giat dalam mengumpulkan hadis sehingga ia melakukan perjalanan ke kota Kufah, Basrah, Mekah, Madinah, Suriah, Yaman, dan Aljazair, dalam rangka pengumpulan hadis. Hadis-hadis tersebut kemudian dikumpulkannya dalam sebuah buku bernama Musnad bn Hanbal. Ahmad bin Hanbal juga merupakan pendiri mazhad Hanbali. (IRIB Indonesia)

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s