DINAS KESEHATAN KAB. TASIKMALAYA (PROFILE) & DATA GEMPA 2009

Link: Pelayanan Kesehatan: http://www.tasikmalayakab.go.id/component/option,com_contact/catid,66/Itemid,107/

Dinas Kesehatan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya Nomor 15 tahun 2008 tentang Dinas Daerah Kabupaten Tasikmalaya memiliki kedudukan sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan kesehatan ;Dinas Kesehatan dalam hal ini dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Dinas Kesehatan mempunyai tugas poko melaksanakan kewenangan Pemerintah Daerah mengenai urusan kesehatan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Adapun fungsi Dinas Kesehatan dalam menyelenggarakan tugas pokok adalah sebagai berikut :
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang kesehatan ;
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang kesehatan ;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kesehatan ;
d. Penyelenggaraan urusan tata usaha Dinas ;
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberika oleh Bupati.
Susunan Organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari :
a. Kepala Dinas ;
b. Sekretariat, membawahkan :
1. Sub Bagian Program ;
2. Sub Bagian Keuangan ;
3. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
c. Bidang Promosi Kesehatan dan Hygiene Sanitasi, membawahkan :
1. Seksi Pengawasan Kualitas Air dan Lingkungan Pemukiman ;
2. Seksi Pengawasan Kualitas Tempat-Tempat Umum, Industri dan Makanan, Minuman ;
3. Seksi Promosi Kesehatan.
d. Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit, membawahkan :
1. Seksi Pengamatan Penyakit ;
2. Seksi Pencegahan Penyakit ;
3. Seksi Pemberantasan Penyakit.
e. Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar dan Farmasi, membawahkan :
1. Seksi Kesehatan Khusus ;
2. Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan ;
3. Seksi Kefarmasian.
f. Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat, membawahkan :
1. Seksi Kesehatan Ibu dan Anak/ Keluarga Berencana ;
2. Seksi Gizi ;
3. Seksi Kesehatan Keluarga.
g. Kelompok Jabatan Fungsional ;
h. Unit Pelaksana Teknis Dinas.

Reformasi pembangunan kesehatan yang ditandai dengan pencanangan ‘Indonesia sehat 2010’ sebagai visi pembangunan kesehatan telah membentuk paradigma baru dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Paradigma pembangunan kesehatan dari yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitative, berubah menjadi paradigma sehat yang lebih mengutamakan upaya kesehatan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kesehatan kuratif dan rehabilitative. Demikian pula dalam hal perencanaan pembangunan kesehatan, yang dulu lebih banyak bersifat top down dengan budgeting oriented dan berubah menjadi bottom up planning dengan eviden basednya.

Pemberian otonomi daerah sesuai dengan uU No.32 Tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah dan UU no.25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat  yang semakin baik, mengembangkan kehidupan demokrasi yang berkeadilan dan pemerataan serta memlihara hubungan yang serasi dan harmonis antara pusat dan daerah serta antar daerah dalam rangka menjaga keutuhan Negara kesatuan RI.

Konsep otonomi harus selalu berhubungan dengan pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada daerah untuk menciptakan atau menperkuat Pemerintah Daerah sehingga semua aktivitas yang berkaitan dengan daerah dapat diorganisasikan dan dilaksanakan dengan kemampuan sendiri.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut di atas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah menetapkan visinya, yaitu: “ Tasikmalaya yang religius islami, sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera serta kompetitif dalam bidang agribisnis di Jawa Barat tahun 2010”.

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, maka dirumuskan Misi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sebagai berikut:

  1. Mewujudkan sumberdaya manusia yang beriman dan bertaqwa serta berakhlakul karimah.
  2. Mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri.
  3. Mewujudkan pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih.
  4. Mewujudkan pembangunan daerah melalui pemberdayaan masyarakat.
  5. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan agribisnis dengan didukung oleh sector lain.
  6. Mewujudkan tata ruang dan pengolahan pertanahan yang berkesinambungan dan berwawasan lingkungan.

Keterkaitan dengan pembangunan kesehatan, tercantum dalam misi ke-2 yaitu: ”Mewujudkan sumberdaya manusia yang cerdas dan sehat” dengan sasaran yang hendak dicapai adalah: Meningkatnya derajat kesehatan dan gizi masyarakat yang didukung   oleh kemandirian masyarakat. Dengan  kebijakan yang diambil adalah “Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui program-program sebagai berikut:

  1. Program peningkatan manajemen pelayanan kesehatan, formasi dan sumberdaya kesehatan.
  2. Program PPM dan kesling.
  3. Program pelayanan dan pembinaan kesehatan keluarga.
  4. Program bina  program dan promosi kesehatan.

Dinas Kesehatan sebagai perangkat daerah yang diberi     kepercayaan dan tanggungjawab dalam bidang kesehatan, dengan mengacu pada visi dan misi daerah telah menetapkan Visi Dinas Kesehatan, yaitu “ Tasikmalaya sehat 2010” artinya pada tahun 2010 diharapkan setiap penduduk Kabupaten Tasikmalaya telah memiliki keterjangkauan atau aksesbilitas terhadap pelayanan kesehatan perorangan dan masyarakat untuk hidup sehat melalui kemandirian masyarakat.

Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya

Untuk mencapai visi tersebut maka Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menjabarkan melalui 5 misi , yaitu:

  1. Menjami keterjangkauan upaya pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata pada masyarakat.
  2. Menciptakan peluang bagi setiap orang untuk mengembangkan hidup sehat.
  3. Mendorong kemandirian individu, keluarga dan masyarakat untuk hidup sehat dan produktif.
  4. Mengembangkan kemampuan pemerintah kecamatan untuk mengembangkan kecamatan sehat.
  5. Menjalin kemitraan untuk tercapainya peningkatan derajat kesehatan.

Strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya

Sedangkan untuk mencapai Visi dan Misi tersebut disusunlah beberapa strategi, yaitu:

  1. Pembangunan Kabupaten Tasikmalaya berwawasan kesehatan.
  2. Pengembangan profesionalisme tenaga kesehatan.
  3. Pengembangan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)
  4. Desentralisasi.

Kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya

Kebijakan yang ditetapkan berkaitan dengan alat, ruang lingkup, sasaran, tujuan serta berpenetapan dalam penggunaan sumberdaya yang ada. Kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan upaya pelayanan kesehatan  bermutu di seluruh sarana/tempat-tempat pelayanan kesehatan.
  2. Meningkatkan kualitas lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat.
  3. Meningkatkan efektivitas upaya pemberantasan penyakit menular.
  4. Meningkatkan kualitas upaya kesehatan keluarga guna mewujudkan keluarga sehat, mandiri dan sumberdaya manusia yang berkualitas.
  5. Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, perencanaan kesehatan berdasarkan fakta, penguatan system kesehatan dan SDM kesehatan.

Program Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya

Adapun program kesehatan yang dilaksanakan, yaitu:

  1. Program peningkatan mutu pelayanan kesehatan meliputi pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan khusus, pelayanan kesehatan rujukan, promosi kesehatan dan system pembiayaan kesehatan (JPKM).
  2. Program pemberantasan penyakit menular meliputi pemberantasan penyakit bersumber binatang, pemberantasan penyakit menular langsung, pencegahan penyakit dan pengamatan penyakit.
  3. Program peningkatan kesehatan lingkungan meliputi pengawasan kualitas air dan lingkungan, penyehatan lingkungan pemukiman, penyehatan tempat-tempat umum dan industri, penyehatan makanan dan minuman.
  4. Program kesehatan keluarga meliputi pembinaan kesehatan ibu dan anak (KIA), kesehatan anak remaja, kesehatan usia lanjut dan perbaikan gizi masyarakat.
  5. Program pengawasan obat dan bahan berbahaya.
  6. Program pengembangan kualitas manajemen kesehatan meliputi pengembangan kebijakan, hukum kesehatan dan hubungan masyarakat, pengembangan sarana dan pendayagunaan tenaga kesehatan, pengembangan sarana dan prasarana kesehatan serta pengembangan sistem informasi kesehatan.

3.   Target Program Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya

Adapun yang menjadi sasaran program Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya yaitu :

  1. Meningkatnya akses penduduk terhadap pelayanan kesehatan  dasar dan rujukan dari sarana kesehatan pemerintah
  2. Terwujudnya pengembangan sarana pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan dan tuntutan masyarakat
  3. Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat, upaya –upaya kesehatan berswadaya masyarakat dan terjaminnya JPKM
  4. Terlaksananya penggunaan obat rasional
  5. Terksananya upaya kesehatan lingkungan di seluruh lingkungan pemukiman,tempat umum dan industry yang melibatkan peran serta masyarakat serta potensi sektor swasta
  6. Terwujudnya penurunan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan kejadian luar biasa
  7. Meningkatnya status gizi dan kesehatan ibu, anak, remaja dan usila.

GEMPA TASIKMALAYA 2009

Gempabumi Tektonik Berkuatan 7,3 SR Yang Melanda Kabupaten Tasikmalaya (2/9) Tidak Menyebabkan Gelombang Tsunami Meskipun Gempa Berpusat Di Laut Karena Energi Yang Dikeluarkan Tidak Cukup Kuat Untuk Memicu Terjadinya Gelombang Tsunami.

Informasi Dari BMKG, Gempabumi Tektonik Yang Melanda Tasikmalaya Berkekuatan 7,3 SR Tersebut Terjadi Pada Tanggal 2 September 2009 Pukul 14:55:00 WIB, Berpusat Di Laut Pada Koordinat 8.24 Ls – 107.32 BT Dikedalaman 30 Km, Berjarak 142 Km Baratdaya Tasikmalaya. Seusai Gempa Utama Tercatat Terjadi Beberapa Gempa Susulan Dengan Kekuatan Rata 5 SR.

CAKUPAN WILAYAH YANG TERKENA

Dari 39 kecamatan, 100% terkena dampak gempa bumi baik langsung maupun tidak langsung . Terdapat sedikitnya 11 (sebelas) kecamatan terkena dampak langsung gempa bumi yang menelan korban manusia baik luka berat, luka ringan maupun meninggal dunia (Cigalontang, Cisayong, Bj. Gambir, Taraju, Sodonghilir, Pagerageung, Bantarkalong, Rajapolah, Cibalong, Jatiwaras, Salawu)
Untuk informasi lengkap dapat di akses melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya atau di Archives blog inseparfoundation bulan september 2009.

4 thoughts on “DINAS KESEHATAN KAB. TASIKMALAYA (PROFILE) & DATA GEMPA 2009

  1. Asalamu’alaikum. Wr Wb..
    Sekedar mau menanyakan, prospek untuk tenaga kesehatan Refraksi Optisi di kabupaten tasikmalaya bagaimana?
    mudah2an kalo ada cpns lagi ada formasi untuk tenaga refraksi optisi
    Trus program apa yang dipunyai depkes kab. tasik mengenai kesehatan mata, terutama pencegahan kebutaan???
    terimakasih atas perhatiannya
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  2. assalmalkm….
    maaf mau bertanya kalo angka kejadian skabies di tasikmalaya yang terbaru berapa?

    • Ass.Wr.Wb. Terima kasih atas pertanyaannya. Angka kejadian Skabies di Tasikmalaya sangat tinggi. Salah satu penyebabnya adalah banyaknnya orang, khususnya santri yang tinggal bersama dalam satu tempat/kamar (Kobong= sunda). Sehingga Skabies muda menular atau ditularkan ke orang lain. ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s